Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 10:52

Berita / Dunia / Asia Pasifik

AS, Afghanistan Mulai Bahas Perjanjian Pasca Penarikan Pasukan

Wakil-wakil Amerika dan Afghanistan mulai membahas persetujuan keamanan bilateral pasca penarikan pasukan internasional tahun 2014 hari Kamis di Kabul.

Deputi Utusan Khusus AS untuk Afghanistan James Warlick (kiri) dan Duta Besar Afghanistan di PBB Eklil Hakimi dalam konferensi pers di Kabul (15/11).
Deputi Utusan Khusus AS untuk Afghanistan James Warlick (kiri) dan Duta Besar Afghanistan di PBB Eklil Hakimi dalam konferensi pers di Kabul (15/11).
UKURAN HURUF - +
Para pejabat Amerika dan Afghanistan telah memulai pembicaraan yang akan menentukan berapa banyak personil militer Amerika yang akan tinggal di Afghanistan setelah pasukan tempur internasional ditarik pada akhir tahun 2014.

Wakil-wakil kedua negara membahas persetujuan keamanan bilateral itu hari Kamis di Kabul.

Duta Besar Afghanistan di PBB Eklil Hakimi memimpin tim Afghanistan. Deputi Utusan Khusus Amerika untuk Afghanistan dan Pakistan James Warlick memimpin tim perunding Amerika.

Warlick memberitahu para wartawan dalam jumpa pers bahwa pembicaraan itu akan mencakup dasar hukum bagi tentara Amerika untuk bekerja di Afghanistan setelah 2014.

Presiden Hamid Karzai sejak lama mengatakan bahwa personil militer Amerika harus diadili di mahkamah lokal. Washington menekankan bahwa kasus kejahatan yang dilakukan tentara Amerika harus diadili di Amerika.

Kegagalan mencapai persetujuan serupa mengenai kekebalan hukum tentara Amerika di Irak merupakan satu faktor yang mengakhiri kehadiran militer Amerika di negara itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya