Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 18:45

Berita / AS

Bill Clinton Tawarkan Saran agar Obama Terpilih Kembali

Mantan Presiden Clinton mengatakan Obama perlu meyakinkan pemilih AS bahwa pemerintahannya menyokong ekonomi Amerika yang sudah dalam kehancuran.

Mantan Presiden AS Bill Clinton memberikan saran bagi Presiden Obama.
Mantan Presiden AS Bill Clinton memberikan saran bagi Presiden Obama.
UKURAN HURUF - +
Mantan Presiden AS Bill Clinton telah menawarkan beberapa saran pemilihan kembali kepada Presiden Barrack Obama, dengan mengatakan Obama perlu meyakinkan para pemilih bahwa pemerintahannya menyokong ekonomi Amerika yang sudah dalam kehancuran.

Saran pemilihan presiden 2012 itu diungkapkan Clinton Senin dalam wawancara "Good Morning America," acara pagi di stasiun televisi ABC. Katanya Obama harus menjelaskan kepada pemilih bahwa keruntuhan keuangan September 2008 terjadi sebelum dia menjabat.

Mantan presiden Amerika itu mengatakan ia percaya Presiden Obama, seorang Demokrat, akan "dengan mudah" memenangkan pemilihan kembali November nanti. Menurut Clinton, kemungkinan besar calon penantang dari partai Republik, mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, tidak akan mampu menangkisnya.

Setelah melewati setengah jalan pemilihan pendahuluan calon presiden dari Partai Republik, Romney tampaknya menjadi calon kuat untuk melawan Presiden Obama dalam pemilihan umum akhir tahun ini.

Romney telah mengklaim hampir setengah dari 1.144 delegasi yang diperlukan untuk mengamankan nominasi Partai Republik, dan diduga dia akan memenangkan pemilihan pendahuluan di Wisconsin, Maryland, dan Washington, pada hari Selasa.

Tokoh politik kunci dari kedua belah pihak telah menyuarakan dukungan dan kritikan terhadap Romney dalam beberapa hari terakhir, mengisyaratkan bahwa partai Republik akan memilihnya sebagai kandidat.
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Teater untuk Warga Tunanetra - Liputan Feature VOA

Warga tuna netra di Amerika ternyata dapat juga menikmati sebuah pertunjukan teater. Seperti yang dilakukan di teater ‘Everyman’, di Baltimore, Maryland. Selain mendengarkan dialog dalam pementasan, teater ini mengadakan tur khusus bagi penonton tuna netra, dimana mereka dapat menyentuh langsung props yang dipakai dan dekorasi panggung, serta mengetahui tata letaknya. Ini membantu imajinasi mereka dalam menghayati kisah yang disampaikan selama pementasan.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya