Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:00

Berita / Ekonomi

Armenia, Iran Bangun Instalasi Pembangkit Listrik Bersama

Pemerintah Armenia dan Iran telah memulai pembangunan sebuah PLTA bersama di perbatasan kedua negara.

Presiden Armenia Serzh Sarkisian dan delegasi Iran menghadiri peletakan batu pertama pembangunan PLTA di kawasan Sungai Arax di perbatasan Armenia-Iran (8/11).
Presiden Armenia Serzh Sarkisian dan delegasi Iran menghadiri peletakan batu pertama pembangunan PLTA di kawasan Sungai Arax di perbatasan Armenia-Iran (8/11).
UKURAN HURUF - +
Presiden Armenia Serzh Sarkisian, dan para anggota delegasi Iran yang dipimpin Menteri Energi Iran Majid Namjoo,  menghadiri acara peletakan batu pertama instalasi itu, Kamis, di kawasan Sungai Arax, dekat kota Meghri, Armenia.

Pembangunan instalasi itu diperkirakan akan memakan waktu lima tahun dan akan menyuplai energi untuk Iran pada 15 tahun pertama masa operasinya sebelum dialihkan ke Armenia.

Iran sedang berusaha meningkatkan perdagangan sementara sanksi internasional mengetat karena program nuklirnya yang disengketakan.  Armenia ingin meningkatkan hubungan dengan Teheran karena sengketa politiknya yang telah berlangsung lama dengan dua negara tetangganya -- Turki dan  Azerbaijan – mengakibatkan blokade ekonomi dan penutupan perbatasan negara itu.

Bulan lalu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, meningkatkan perdagangan bilateral, dan mempercepat proyek-proyek kerjasama, termasuk PLTA, jaringan transmisi listrik, dan jalur kereta.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya