Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 14:34

Berita / Dunia / Eropa

Anggota Pussy Riot yang Dipenjara Dirawat di Rumah Sakit

Para pejabat penjara Rusia mengatakan mereka telah memindahkan satu diantara dua anggota Pussy Riot yang dipenjarakan, ke sebuah rumah sakit.

Anggota band Pussy Riot (dari kiri : Nadezhda Tolokonnikova, Yekaterina Samutsevich dan Maria Alekhina) saat berada dalam ruang pengadilan di Moskow Rusia, 3 Agustus 2012 (Foto:  dok). Nadezhda Tolokonnikova dikabarkan tengah dipindahkan dari penjara ke rumah sakit di propinsi Mordovia.
Anggota band Pussy Riot (dari kiri : Nadezhda Tolokonnikova, Yekaterina Samutsevich dan Maria Alekhina) saat berada dalam ruang pengadilan di Moskow Rusia, 3 Agustus 2012 (Foto: dok). Nadezhda Tolokonnikova dikabarkan tengah dipindahkan dari penjara ke rumah sakit di propinsi Mordovia.
UKURAN HURUF - +
Para pejabat mengatakan hari Jumat (1/2) Nadezhda Tolokonnikova dibawa ke rumah sakit di propinsi Mordovia. Pussy Riot adalah band punk rock yang anggotanya semuanya perempuan.

Anggota band Yekaterina Samutsevich mengatakan Tolokonnikova telah sejak lama mengeluh menderita sakit kepala.

Tolokonnikova, Samutsevich dan Maria Alyokhina tahun lalu dihukum dua tahun penjara karena penampilan anti-Vladimir Putin di sebuah gereja di Moskow. Mereka didapati bersalah melakukan aksi premanisme yang didorong oleh rasa benci kepada agama.

Samutsevich diberi hukuman yang ditangguhkan dan dibebaskan setelah mengajukan banding.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya