Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 04:46

    Berita / AS

    Amerika Berduka atas Penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut

    Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (14/12) menumpahkan rasa duka atas para korban penembakan di Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut.

    Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
    Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
    Tayangan televisi menunjukkan ratusan orang sedang memenuhi halaman gereja, sementara masyarakat dan bangsa berusaha memahami lingkup tragedi ini. Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (15/12) menumpahkan rasa duka atas kematian 20 anak dan enam orang dewasa, yang dibantai oleh laki-laki bersenjata di sebuah sekolah dasar.

    "Kekejian mengunjungi komunitas ini hari ini," demikian ungkapan Gubernur Dannel Maloy menanggapi tragedi itu. Sebelumnya di Washington, Presiden AS Barack Obama, dengan menitikkan airmata, mengungkapkan kesedihannya saat mengungkapkan “Kebanyakan dari yang tewas ini adalah anak-anak – anak-anak cantik berusia antara lima dan 10 (tahun). Padahal mereka memiliki sebuah masa depan dihadapan mereka ….”

    Pidatonya diucapkan beberapa jam setelah tragedi penembakan terjadi di sekolah dasar  Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut, sebuah kampung kecil sekitar 130 kilometer sebelah timur laut Kota New York. Berbagai lokasi seperti di Milwaukee, Wisconsin, Minneapolis, Minnesota dan Los Angeles menggelar doa bersama untuk para korban penembakan. 

    Para saksi mengungkapkan pria umur 20 tahun berseragam militer hitam memasuki sekolah itu pagi hari, menembaki murid-murid dan dua guru mereka di dua kelas. Sebuah senapan militer laras panjang ditemukan dalam mobil penembak, yang diidentifikasi bernama Adam Lanza. Dia tewas di lokasi kejadian karena menembak dirinya sendiri. Dua pistol semi-otomatik ditemukan di dekatnya.

    Pihak berwenang belum mengungkapkan apa motif pria bersenjata berusia 20 tahun yang melakukan penembakan masal yang menewaskan 20 anak kecil dan enam orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut.

    Menurut pihak berwenang, penembak itu membunuh ibunya sendiri di rumahnya di mana ia tinggal, dan kemudian mengemudikan mobil ibunya ke sekolah itu. Para saksi mengatakan, ia melepaskan tembakan tanpa berkata-kata.

    Lihat Juga

    Hakim Kabulkan Permohonan Ganti Identitas Kelamin

    Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta akhirnya mengabulkan tuntutan ganti identitas kelamin yang diajukan seorang pensiunan hakim. Dia yang selama ini dikenal sebagai perempuan dan sehari-hari mengenakan kerudung, mulai Selasa 31 Mei 2016 telah resmi menjadi laki-laki. Selengkapnya

    Perusahaan AS, Eropa Sepakat Cegah Ujaran Kebencian lewat Internet

    Beberapa perusahaan media sosial dunia telah berkomitmen untuk mencegah penggunaan media sosial oleh teroris guna menyebarkan kebencian terhadap siapa pun. Selengkapnya

    Moskow Kecam Rencana NATO Perkuat Pertahanan di Eropa Timur dan Baltik

    Seorang utusan Rusia untuk NATO di Brussels menuduh kelompok itu beralih ke metode Perang Dingin. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Muksalmina Mta dari: Aceh
    24.12.2012 13:35
    Amerika memang tidak bisa dicontohkan sebagai Negara Demokrasi. Karena akibat membela hak asasi manusia terlalu luas, sehingga banyak ternyata diskriminasi dan teror. demikian


    oleh: SHON HAJI AJIE ANJASMARA dari: jepara indonesia
    17.12.2012 22:25
    kembalilah pada hatimu yg bersih,,,jangan pernah tinggalkan TUHANMU jika kau tak ingin ditinggalkan rakhmatNYA


    oleh: Andra dari: Jakarta
    15.12.2012 22:18
    Bagaimana dengan ratusan anak-anak palestina yang meninggal akibat penembakan dan pengeboman saat ini? Tidak bersedihkah anda wahai Amerika? Ini baru puluhan tidak seperti di palestina yang anak-anaknya terbunuh sebanyak ratusan bahkan telah mencapai ribuan.

    Ikuti Kami