Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 10:32

Berita / AS

Amerika Berduka atas Penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut

Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (14/12) menumpahkan rasa duka atas para korban penembakan di Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut.

Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
UKURAN HURUF - +
Tayangan televisi menunjukkan ratusan orang sedang memenuhi halaman gereja, sementara masyarakat dan bangsa berusaha memahami lingkup tragedi ini. Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (15/12) menumpahkan rasa duka atas kematian 20 anak dan enam orang dewasa, yang dibantai oleh laki-laki bersenjata di sebuah sekolah dasar.

"Kekejian mengunjungi komunitas ini hari ini," demikian ungkapan Gubernur Dannel Maloy menanggapi tragedi itu. Sebelumnya di Washington, Presiden AS Barack Obama, dengan menitikkan airmata, mengungkapkan kesedihannya saat mengungkapkan “Kebanyakan dari yang tewas ini adalah anak-anak – anak-anak cantik berusia antara lima dan 10 (tahun). Padahal mereka memiliki sebuah masa depan dihadapan mereka ….”

Pidatonya diucapkan beberapa jam setelah tragedi penembakan terjadi di sekolah dasar  Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut, sebuah kampung kecil sekitar 130 kilometer sebelah timur laut Kota New York. Berbagai lokasi seperti di Milwaukee, Wisconsin, Minneapolis, Minnesota dan Los Angeles menggelar doa bersama untuk para korban penembakan. 

Para saksi mengungkapkan pria umur 20 tahun berseragam militer hitam memasuki sekolah itu pagi hari, menembaki murid-murid dan dua guru mereka di dua kelas. Sebuah senapan militer laras panjang ditemukan dalam mobil penembak, yang diidentifikasi bernama Adam Lanza. Dia tewas di lokasi kejadian karena menembak dirinya sendiri. Dua pistol semi-otomatik ditemukan di dekatnya.

Pihak berwenang belum mengungkapkan apa motif pria bersenjata berusia 20 tahun yang melakukan penembakan masal yang menewaskan 20 anak kecil dan enam orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut.

Menurut pihak berwenang, penembak itu membunuh ibunya sendiri di rumahnya di mana ia tinggal, dan kemudian mengemudikan mobil ibunya ke sekolah itu. Para saksi mengatakan, ia melepaskan tembakan tanpa berkata-kata.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: SHON HAJI AJIE ANJASMARA dari: jepara indonesia
17.12.2012 10:25
kembalilah pada hatimu yg bersih,,,jangan pernah tinggalkan TUHANMU jika kau tak ingin ditinggalkan rakhmatNYA


oleh: Andra dari: Jakarta
15.12.2012 10:18
Bagaimana dengan ratusan anak-anak palestina yang meninggal akibat penembakan dan pengeboman saat ini? Tidak bersedihkah anda wahai Amerika? Ini baru puluhan tidak seperti di palestina yang anak-anaknya terbunuh sebanyak ratusan bahkan telah mencapai ribuan.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA

Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Tanda bertuliskan "Tuhan Memberkati Moore" dipasang di gedung teater Warren di Moore, Oklahoma, saat para pekerja memperbaiki bangunan yang rusak karena tornado itu (22/5). (Reuters/Adrees Latif)
  • Bendera Amerika terkulai di jendela yang hancur di rumah keluarga Wayne Osmus di Moore, Oklahoma. Keluarga Osmus bersembunyi di lemari Senin (20/5) setelah angin membuat mereka tidak dapat masuk ke tempat perlindungan badai. (AP/Allen Breed)
  • Charles Taber membuka bungker yang baru dibangun dua minggu lalu, yang menyelamatkan nyawanya dari tornado di Oklahoma City. (Reuters/Rick Wilking)
  • Pegawai perusahaan asuransi Farmers Insurance, Paul Gaipo, melihat mobil-mobil yang rusak karena tornado di sebuah mal yang hancur di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Tennessee melakukan pencarian di Moore, Oklahoma (22/5).(AP/Charlie Riedel)
  • Susan Kates menyelamatkan barang-barang dari rumah temannya yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (AP/Charlie Riedel)
  • Claudia Clark membersihkan tempat pemakaman di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Sisa kamar tidur dari rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (Reuters/Rick Wilking)
  • Rumah-rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma, dilihat dari udara (21/5). (AP/Tony Guiterrez)
Galeri Foto

Galeri Foto Oklahoma Mulai Pemulihan Pasca Bencana

Moore di pinggiran Oklahoma City, negara bagian Oklahoma, memulai tugas berat pemulihan pasca tornado dahsyat yang menyapu kota itu pada 20 Mei.
Lainnya