Rabu, 22 Oktober 2014 Waktu UTC: 07:58

Berita / AS

Amerika Berduka atas Penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut

Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (14/12) menumpahkan rasa duka atas para korban penembakan di Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut.

Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
Bendera Amerika di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut (14/12).
Tayangan televisi menunjukkan ratusan orang sedang memenuhi halaman gereja, sementara masyarakat dan bangsa berusaha memahami lingkup tragedi ini. Ratusan pelayat berdatangan ke sebuah gereja di Newtown, Connecticut, Jumat malam (15/12) menumpahkan rasa duka atas kematian 20 anak dan enam orang dewasa, yang dibantai oleh laki-laki bersenjata di sebuah sekolah dasar.

"Kekejian mengunjungi komunitas ini hari ini," demikian ungkapan Gubernur Dannel Maloy menanggapi tragedi itu. Sebelumnya di Washington, Presiden AS Barack Obama, dengan menitikkan airmata, mengungkapkan kesedihannya saat mengungkapkan “Kebanyakan dari yang tewas ini adalah anak-anak – anak-anak cantik berusia antara lima dan 10 (tahun). Padahal mereka memiliki sebuah masa depan dihadapan mereka ….”

Pidatonya diucapkan beberapa jam setelah tragedi penembakan terjadi di sekolah dasar  Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut, sebuah kampung kecil sekitar 130 kilometer sebelah timur laut Kota New York. Berbagai lokasi seperti di Milwaukee, Wisconsin, Minneapolis, Minnesota dan Los Angeles menggelar doa bersama untuk para korban penembakan. 

Para saksi mengungkapkan pria umur 20 tahun berseragam militer hitam memasuki sekolah itu pagi hari, menembaki murid-murid dan dua guru mereka di dua kelas. Sebuah senapan militer laras panjang ditemukan dalam mobil penembak, yang diidentifikasi bernama Adam Lanza. Dia tewas di lokasi kejadian karena menembak dirinya sendiri. Dua pistol semi-otomatik ditemukan di dekatnya.

Pihak berwenang belum mengungkapkan apa motif pria bersenjata berusia 20 tahun yang melakukan penembakan masal yang menewaskan 20 anak kecil dan enam orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut.

Menurut pihak berwenang, penembak itu membunuh ibunya sendiri di rumahnya di mana ia tinggal, dan kemudian mengemudikan mobil ibunya ke sekolah itu. Para saksi mengatakan, ia melepaskan tembakan tanpa berkata-kata.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Muksalmina Mta dari: Aceh
24.12.2012 06:35
Amerika memang tidak bisa dicontohkan sebagai Negara Demokrasi. Karena akibat membela hak asasi manusia terlalu luas, sehingga banyak ternyata diskriminasi dan teror. demikian


oleh: SHON HAJI AJIE ANJASMARA dari: jepara indonesia
17.12.2012 15:25
kembalilah pada hatimu yg bersih,,,jangan pernah tinggalkan TUHANMU jika kau tak ingin ditinggalkan rakhmatNYA


oleh: Andra dari: Jakarta
15.12.2012 15:18
Bagaimana dengan ratusan anak-anak palestina yang meninggal akibat penembakan dan pengeboman saat ini? Tidak bersedihkah anda wahai Amerika? Ini baru puluhan tidak seperti di palestina yang anak-anaknya terbunuh sebanyak ratusan bahkan telah mencapai ribuan.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook