Kamis, 20 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 06:04

Berita / Dunia / Timur Tengah

Al-Qaida di Irak Imbau Warga Suni Untuk Angkat Senjata

Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida di Irak menghimbau warga Suni agar mengangkat senjata melawan pemerintah yang dipimpin golongan Syiah, Jum'at (1/2).

Seorang polisi Irak tengah mengawasi jalannya prosesi pemakaman korban bentrokan antara petugas keamanan dan warga di n Falluja, 50 kilometer sebelah barat Baghdad, 26 January 2013. (REUTERS/Thaier Al-Sudani). Kelompok terkait al-Qaida di Irak menghimbau warga SUni untuk mengangkat senjata melawan pemerintah yang dipimpin golongan Syiah (1/2).
Seorang polisi Irak tengah mengawasi jalannya prosesi pemakaman korban bentrokan antara petugas keamanan dan warga di n Falluja, 50 kilometer sebelah barat Baghdad, 26 January 2013. (REUTERS/Thaier Al-Sudani). Kelompok terkait al-Qaida di Irak menghimbau warga SUni untuk mengangkat senjata melawan pemerintah yang dipimpin golongan Syiah (1/2).
UKURAN HURUF - +
Dalam penyataan audio yang dimuat hari Jumat (1/2) di situs Negara Islam Irak, jurubicara Abu Mohammed al-Adnani mengatakan kaum Suni bisa tunduk pada kaum Syiah atau mengangkat senjata untuk memulihkan “kewibawaan dan kebebasan.” Ketegangan antar golongan agama dan aksi protes besar oleh kaum Suni meningkat akhir-akhir ini.

Al-Adnani mengatakan demonstrasi kaum Suni menentang Perdana Menteri Nouri al-Maliki baru-baru ini oleh, menandai akhir dari penghinaan terhadap kaum Suni di Irak.

Ribuan orang Suni berdemonstrasi hari Jumat di kota Fallujah di provinsi Anbar, Irak barat. Para demonstran mengeluh tentang diskriminasi, dan mengatakan undang-undang anti terorisme dan kebijakan lainnya umumnya menarget kaum minoritas Suni. Aksi protes itu dipicu oleh penangkapan para pengawal seorang politisi senior Suni bulan Desember.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Opera Sabun di TV AS - Laporan VOA 20 Juni 2013

Topik ini adalah tentang berubahnya pola menonton pemirsa televisi di Amerika akibat banyaknya pilihan hiburan lain dan ketatnya persaingan antar program. Drama televisi atau opera sabun semakin menyusut penggemarnya sehingga banyak yang gulung tikar atau hampir punah. Sementara banyak pemirsa lebih menyukai reality show dan ajang adu bakat, dan hal ini juga disukai pengelola televisi karena biaya produksinya lebih murah.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Presiden AS Barack Obama bersama Presiden Jerman Joachim Gauck saat upacara penyambutan kehormatan di Schloss Bellevue, Berlin, Jerman.
  • Seorang pendeta membaptis seorang anak di danau  Novopyatigorsk dekat kota Pyatigorsk, Rusia  selatan.
  • Para anggota pasukan kehormatan China mempersiapkan diri bagi upacara penyambutan terhadap Presiden Vietnam Truong Tan Sang di luar Balai Agung Rakyat di Beijing, China.
  • Seorang pria beristirahat di atas sebuah scooter bersama dengan ajingnya di Istanbul, Turki.
  • Larisa Katz berpose untuk media dengan topi yang terbuat dari cokelat pada hari kedua acara pacuan kuda Kerajaan di Ascot, Inggris.
  • Pasukan khusus anti-teror Irak dalam pakaian 'kamuflase' saat  latihan simulasi mengatasi pembajakan pesawat di bandara Baghdad.
  • Sebuah bola dunia raksasa yang dibuat dari tumpukan 35 ton sampah ditempatkan di pusat kota Jenewa, Swiss. Kota Jenewa tengah meluncurkan kampanye melawan sampah.
Lainnya