Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:13

Berita / Dunia / Timur Tengah

Aktivis Laporkan Serangan Baru di Dekat Ibukota Suriah



Aktivis Suriah melaporkan bentrokan baru dan serangan udara pemerintah Suriah di pinggiran ibukota Damaskus.

Warga Suriah memberikan pertolongan darurat untuk orang-orang yang terluka akibat serangan udara yang dilancarakan oleh pemerintah Suriah di daerah pemukiman penduduk di pinggiran kota Damaskus, 14 Januari 2013. (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
Warga Suriah memberikan pertolongan darurat untuk orang-orang yang terluka akibat serangan udara yang dilancarakan oleh pemerintah Suriah di daerah pemukiman penduduk di pinggiran kota Damaskus, 14 Januari 2013. (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
UKURAN HURUF - +
Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan lingkungan Mleiha termasuk diantara sasaran serangan pada hari Selasa (15/1).

Menurut kantor berita Associated Press, aktivis melaporkan serangan udara pada hari Minggu dan Senin menewaskan puluhan warga sipil.
 
Juga Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan Presiden Bashar Assad akan tetap pada posisinya sampai masa jabatannya berakhir pada tahun 2014, dan kemudian akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu tahun itu. 
 


Sejak krisis Suriah dimulai pada Maret 2011, oposisi telah mengatakan tidak akan menerima apapun selain kepergian Assad.
 
Menurut PBB, setidaknya 60.000 orang telah tewas dalam perang di Suriah dan jutaan orang telah meninggalkan rumah mereka.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya