Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:38

Berita / Indonesia

Aktivis Kecam Perlakuan Kasar Atas Ternak di Indonesia

Reputasi Indonesia dalam memperlakukan ternak dipertanyakan kembali dengan munculnya perlakuan kejam atas ternak di Surabaya.

Aktivis mengecam perlakuan kejam atas sapi-sapi di Surabaya. (Foto: Dok)
Aktivis mengecam perlakuan kejam atas sapi-sapi di Surabaya. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Para aktivis hak-hak binatang pada Senin (7/1) mengecam perlakuan “kejam” atas ternak di Indonesia setelah munculnya foto-foto sapi yang dikerek dengan tambang terikat di kepala mereka.

Hal ini merupakan pukulan lagi bagi reputasi Indonesia dalam mengelola ternak, menyusul kritikan internasional pada 2011 ketika sebuah stasiun televisi Australia menyiarkan gambar para pekerja yang menyiksa sapi-sapi yang dikirim dengan kapal dari Australia.

Kantor berita AFP melaporkan, tiga sapi dikerek dari sebuah kapal di Surabaya dengan menggunakan tambang. Selain itu, tujuh sapi dikerek dengan cara yang sama dalam satu kelompok, dan leher mereka meregang sakit.

Kapal tersebut mengangkut ternak dari Sumbawa, namun tidak jelas apakah ternak tersebut memang dikembangbiakkan di pulau berjarak sekitar 500 kilometer ke arah timur dari Surabaya itu.

Sapi-sapi tersebut akan diangkut ke Jakarta, namun tidak diketahui nama perusahaannya.

“Sungguh gila karena praktik-praktik tersebut masih dilakukan,” ujar aktivis Benvika dari Jakarta Animal Aid Network kepada kantor berita AFP.

Ketua Asosiasi Dokter Hewan Indonesia Wiwiek Bagja mengatakan undang-undang kesejahteraan hewan yang berlaku sejak 2009 tidak efektif karena tidak menjelaskan hukuman terhadap orang-orang yang berlaku kejam terhadap binatang.

“Pendeknya, Indonesia masih jauh dari pelaksanaan dan penegakan hukum,” ujar Wiwiek.

Pada 2011, video sapi-sapi yang mati perlahan dan kesakitan, dengan mata tercungkil, ekor patah dan tenggorokan luka, mendorong pemerintah Australia menghentikan sementara ekspor ternak ke Indonesia selama sebulan. (AFP)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya