Rabu, 25 Mei 2016 Waktu: 04:30

    Berita / Indonesia

    Ahmadinejad Cemooh Pemilu AS

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut pemilihan umum di AS ajang pertempuran kapitalis dan acara buang-buang uang.

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonosaat bertemu di Bali Democracy Forum, Nusa Dua. (AP/Firdia Lisnawati)
    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonosaat bertemu di Bali Democracy Forum, Nusa Dua. (AP/Firdia Lisnawati)
    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Kamis (8/11) mencemooh pemilihan umum di Amerika Serikat dengan menyebutnya “medan perang untuk para kapitalis” saat berbicara di Bali Democracy Forum satu hari setelah Presiden Barack Obama terpilih kembali.

    Ia mengatakan demokrasi telah menjadi sebuah sistem dimana minoritas menguasai mayoritas.

    “Lihat saja situasi di Eropa dan AS,” ujar Ahmadinejad pada hari pertama pertemuan tersebut. Sebuah “pemilu, yang merupakan salah satu manifestasi keinginan rakyat, telah menjadi medan pertempuran bagi para kapitalis dan alasan untuk buang-buang uang.”

    Biaya kampanye pemilu AS tahun ini merupakan yang paling besar, melonjak mencapai US$2 miliar.

    Saat pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan rasa saling hormat dan keberagaman merupakan landasan demokrasi.

    "Kita perlu mendorong rasa hormat yang lebih untuk nilai, keyakinan dan agama yang berbeda-beda. Kita seharusnya tidak membiarkan aksi-aksi tidak bertanggung jawab seperti penghinaan agama memecahkan kita,” ujar Presiden Yudhoyono.

    Dinna Wisnu, analis politik internasional dari Program S2 Universitas Paramadina, mengatakan Ahmadinejad sepertinya mengikuti acara ini karena ingin mencari tempat yang sesuai. Bahkan jika beberapa negara Asia tidak bersikap ramah terhadapnya, wilayah ini secara keseluruhan lebih bisa menerimanya, ujar Dinna.

    “Iran datang dengan agenda khusus yang telah direncanakan karena negara tersebut tidak memiliki banyak teman di Timur Tengah,” ujarnya. “Mereka ada di posisi yang salah. Jika mereka tidak berusaha membina hubungan baik di wilayah lain, Iran akan sendirian.”

    Komunitas internasional takut Iran akan memiliki senjata nuklir, namun negara tersebut telah berulangkali mengatakan program pengayaan uranium yang dimilikinya hanya untuk tujuan-tujuan yang damai. AS dan Uni Eropa telah memberi Iran dengan sanksi ekonomi sebagai akibat kekhawatiran tersebut.

    Iran juga telah lama dikritik karena rekor hak asasi manusianya, termasuk praktik rajam sebagai hukuman. Meningkatnya razia Internet dan penahanan wartawan dan tahanan politik baru-baru ini disorot dalam laporan ahli hak asasi manusia PBB untuk Iran.

    Kekerasan meledak di negara tersebut tiga tahun lalu saat demonstran pro-demokrasi turun ke jalan, berunjuk rasa atas pemilihan Ahmadinejad, menyebutnya palsu dan penuh kecurangan. (AP)

    Lihat Juga

    Pembentukan Kantor Pertahanan di Setiap Daerah Dinilai Tidak Perlu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Imparsial menilai pembentukan kantor pertahanan di 34 provinsi sebagaimana digagas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudi dinilai tidak perlu. Selengkapnya

    Popularitas Bernie Sanders Melonjak dalam Jajak Pendapat

    Dalam kurun waktu satu tahun, tingkat popularitas kandidat Capres Partai Demokrat, Bernie Sanders dalam jajak pendapat meningkat dari 40 poin di bawah, menjadi hampir setara dengan Hillary Clinton. Selengkapnya

    Obama Bahas Isu HAM dan Pembangunan Ekonomi di Vietnam

    Presiden Amerika Barack Obama hari Selasa (24/5) melanjutkan lawatannya di Vietnam, menyinggung dua tema, yaitu pembangunan ekonomi dan HAM, dan mengatakan keduanya kerap saling berhubungan. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Pengamat
    09.11.2012 18:50
    tolong reporter VOA agar lebih netral dalam menulis berita. Dikatakan komonitas internasional takut Iran bersenjata nuklir. mohon lebih spesifik. komonitas yg mana ? yg takut itu hanya Israel.

    Ikuti Kami