Rabu, 01 Oktober 2014 Waktu UTC: 20:19

PETA TIGA DIMENSI: ANDAPUN DAPAT MEMBELINYA

Pakar geografi, desainer gim video, dan siapapun yang memerlukan peta tiga dimensi gunung-gunung, lembah, dan permukaan bumi lain, sekarang dapat membelinya. Para teknisi Badan Antariksa Amerika, NASA, dan Departemen Pertahanan Amerika telah selesai mengubah gambar-gambar planet bumi hasil pemotretan dengan pesawat antariksa menjadi peta topografis berwarna, yang jauh lebih rinci dan akurat daripada peta-peta sebelumnya.

Sebuah pesawat antariksa memantulkan sinyal radar pada permukaan bumi selama 10 hari pada tahun 2000, dan perlu empat tahun bagi para teknisi yang menggunakan supercomputer untuk mengubahnya menjadi peta tiga dimensi yang dapat digunakan secara komersial. Wilayah terakhir yang dibuat peta tiga dimensinya adalah Australia, Selandia Baru, dan pulau-pulau di Samudera Pasifik.

Ilmuwan NASA Michael Kobrick mengatakan, dua radar yang dipasang pada pesawat antariksa mengumpulkan data sebanyak 12 terabytes. Ini setara dengan informasi digital yang dimuat dalam 15 juta CD.

Michael Kobrick mengatakan: “Kami harus menggabungkannya menjadi peta tiga dimensi. Tidak sekedar membuat foto seperti yang dilakukan dengan satelit. Ini jauh lebih rumit, dan kami harus sangat berhati-hati untuk membuatnya akurat, karena kadang-kadang hidup mati orang bergantung pada keakuratan peta ini.”

Pesawat antariksa itu mengorbit bumi dengan pola silang menyilang, meliput 80 persen wilayah bumi. Setiap kali mengitari bumi, kedua radarnya memancarkan seribu 500 sinyal pada kawasan selebar 250 kilometer. Waktu yang diperlukan bagi sinyal itu untuk memantul kembali menentukan jarak antara alat itu dan permukaan bumi. Kedua radar diletakkan sejauh 60 meter satu sama lain, untuk memperoleh sudut pandang tiga dimensi.

NASA mengatakan, peta-peta itu untuk pertamakalinya menunjukkan topografi bumi yang besar dan terinci.

Michael Kobrick mengatakan, data itu akan bermanfaat bagi ilmuwan, insinyur, badan-badan pemerintah, dan masyarakat umum, untuk berbagai penggunaan. Menentukan lokasi menara komunikasi jauh lebih mudah dengan bantuan peta tiga dimensi. Peta ini juga dapat digunakan di pesawat terbang. Penerbang dapat mengetahui keadaan di luar, kalau ia tidak dapat melihat melalui jendela karena keadaan di luar gelap atau cuaca buruk.

Michael Kobrick mengatakan, sebuah perusahaan gim video menggunakan data itu untuk membuat program simulator penerbangan yang menunjukkan kondisi medan yang sebenarnya.

Kata Michael Kobrick: “Aplikasi penggunaannya sangat luas. Orang mengemukakan berbagai gagasan mengenai penggunaan data ini. Terus terang, ada gagasan yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sebelumnya.”

Gambar-gambar itu menunjukkan rincian topografi bumi sampai kawasan seluas lapangan sepakbola. Michael Kobrick mengatakan, nantinya, NASA akan meningkatkan mutu grafis peta ini sehingga dapat menunjukkan benda sebesar mobil. Tujuannya nanti adalah memasang radar pada satelit, untuk mengetahui perubahan ketinggian permukaan bumi.

Kobrick menjelaskan: “Yang kita miliki sekarang ini adalah peta planet bumi pada suatu pekan di awal tahun 2000. Kita dapat membandingkan data itu dengan data yang diperoleh kemudian dengan menggunakan satelit. Terutama kalau kita dapat memasang radar pencitraan lagi pada satelit yang mengorbit bumi, untuk mengamati perubahan di bumi. Kita dapat mendeteksi perubahan pada permukaan bumi, meskipun itu hanya beberapa sentimeter saja. Ini sangat penting karena gerakan tanah pada wilayah yang luas, mungkin menandai akan terjadinya gempa bumi atau letusan gunung berapi. Jadi, kemungkinan penggunaan teknologi ini pada masa depan sangat luar biasa.”

Peta tiga dimensi ini dapat dibeli dalam bentuk CD dari Dinas Survai Geologi Amerika Serikat. (VOA/Djoko Santoso)

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda