Kamis, 31 Juli 2014 Waktu UTC: 13:30

Penjarahan Tanah Pertanian Kembali Terjadi Di Zimbabwe - 2001-09-09

Para petani kulitputih di Zimbabwe mengatakan tanah pertanian kembali diserang oleh kaum militan kulithitam meskipun pemerintah telah berjanji akan menghentikan penjarahan tanah. Seorang jurubicara serikat petani mengatakan sekitar 150 kulithitam militan menyerbu sebuah tanah pertanian dekat ibukota Harare Sabtu kemarin, mengancam pimpinan dan pegawainya dan membakar gedung-gedung. Dalam pertemuan negara-negara Persemakmuran di Nigeria hari Kamis, Zimbabwe telah setuju menghentikan pendudukan tidak sah tanah-tanah pertanian dengan imbalan bantuan keuangan untuk melaksanakan program pembagian tanah.

Sementara itu, masih belum ada berita, apakah Presiden Robert Mugabe akan menandatangani perjanjian pemerintahnya dengan Persemakmuran untuk mengakhiri krisis pembagian tanah. Menteri Luar Negeri Nigeria ada di Harare untuk menjelaskan kepada Mugabe mengenai perjanjian itu, namun tidak ada jaminan pertemuan itu akan benar-benar diadakan. Sesuai dengan perjanjian yang ditengahi Nigeria, Zimbabwe berjanji akan menghentikan perebutan tanah-tanah milik orang kulit putih, dengan imbalan Inggris dan negara-negara Persemakmuran akan memikul sebagian besar biaya "land-reform". Robert Mugabe pernah mengatakan, kelompok kecil minoritas kulit putih harus menyerahkan tanah pertaniannya untuk kepentingan para petani kulit hitam yang miskin.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda