Rabu, 26 Nopember 2014 Waktu UTC: 20:15

Berita / Politik

India Usahakan Pengaruh Lebih Besar di Asia Selatan

PM Pakistan Nawaz Sharif memberikan pidato pada KTT Asia Selatan di Kathmandu, Nepa (26/11).

26.11.2014
Para pemimpin Asia Selatan bertemu di Nepal hari Rabu (26/11), dengan India yang berusaha memperluas pengaruh dagang dan investasinya. Selengkapnya

NATO Khawatirkan Aktivitas Rusia di Ukraina Timur

NATO menuduh sejumlah besar pasukan Rusia masih beroperasi di Ukraina timur untuk memberikan dukungan kepada separatis di sana.

Anggota Dewan Pertanyakan Langkah Jokowi Larang Menteri Rapat dengan DPR

Presiden Joko Widodo melarang menterinya untuk menghadiri rapat di DPR karena dia menilai dewan itu belum bersatu, langkah yang dianggap sebagai perlawanan terhadap parlemen.

Jammu dan Kashmir Langsungkan Pemungutan Suara

Satu-satunya negara bagian di India yang mayoritas penduduknya Muslim, Jammu dan Kashmir mulai melaksanakan pemungutan suara Selasa (25/11) untuk memilih pemerintahan baru negara bagian.

Pihak Berwenang Hong Kong Tangkap 80 Demonstran

Pihak berwenang Hong Kong telah menangkap 80 orang ketika menyingkirkan sejumlah barikade di lokasi dimana demonstran pro demokrasi tinggal selama dua bulan.

Mantan PM Portugis Dikenai Tuduhan Korupsi

Hakim Portugis, Carlos Alexandre hari Senin (24/11) mengatakan ada cukup bukti mengenai penipuan pajak dan pencucian uang untuk menahan mantan PM Jose Socrates.

Masih Banyak Hambatan Legislatif terhadap Kebijakan Imigrasi Obama

Keputusan Presiden yang akan membebaskan jutaan imigran gelap dari ancaman deportasi disambut gembira oleh para pengacara dan aktivis imigran AS, termasuk di di New York.

Perancis Tangguhkan Pengiriman Kapal Perang Rusia

Perancis menangguhkan “hingga pemberitahuan lebih lanjut” pengiriman sebuah kapal perang ke Rusia karena krisis di Ukraina.

China Tuntut Filipina Bebaskan 9 Nelayan Tanpa Syarat

China menuntut agar Filipina membebaskan sembilan nelayan China yang ditangkap di kawasan Laut China Selatan yang diklaim oleh kedua negara tersebut.

Perundingan Nuklir Iran Diperpanjang Hingga Juni 2015

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Teheran akan menjadi pemenang pada akhirnya perundingan ini, yang sekarang menghadapi batas waktu 30 Juni.

Rusia Rugi Miliaran Akibat Sanksi, Kejatuhan Harga Minyak

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov memproyeksikan kerugian tahunan mencapai US$130 miliar-$140 miliar.

Korea Utara Ancam Negara Pendukung Resolusi HAM PBB

Korea Utara telah memperingatkan konsekuensi gawat bagi Amerika dan negara-negara lain yang menyokong resolusi PBB yang mengutuk pelanggaran HAM di Korea Utara.

Pendiri 'Occupy Hong Kong' akan Menyerah kepada Polisi

Rencananya ketiga pendiri Gerakan Occupy Hong Kong akan menyerahkan diri kepada polisi pada atau setelah 5 Desember mendatang.

Rusia Sepakati Perjanjian Baru dengan Republik Abkhazia

Perjanjian ditandatangani Senin (24/11) oleh Presiden Vladimir Putin dan Presiden Abkhazia Raul Khajimba di Sochi, resor di Laut Hitam Rusia.

Filipina, AS Cemaskan Proyek Reklamasi China di Laut China Selatan

Foto satelit baru yang memperlihatkan proyek reklamasi lahan China di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, mengundang kekhawatiran AS dan Filipina.

Pembicaraan Nuklir Iran Diperpanjang Sampai Juni

Para diplomat Iran dan negara-negara Barat Senin (24/11) di Wina, Austria, sepakat pembicaraan mengenai program nuklir Iran akan diperpanjang sampai Juni tahun depan.

Menteri Pertahanan AS Mengundurkan Diri

Menurut laporan The New York Times, Presiden Obama meminta Menteri Pertahanan Chuck Hagel untuk mengajukan pengunduran dirinya.

Suu Kyi: Oposisi Myanmar akan Dorong Amandemen Konstitusi

Pasal-pasal dalam konstitusi Myanmar yang berlaku sekarang, melarang Aung San Suu Kyi bertarung dalam pemilu presiden tahun depan.

Iran Bebaskan Perempuan Inggris dengan Jaminan

Pemerintah Iran telah membebaskan seorang perempuan Inggris keturunan Iran, Ghoncheh Ghavami, dengan uang jaminan hampir 30 ribu dolar.

Obama Desak Faksi Republik Loloskan RUU Imigrasi

Presiden Obama mengatakan ia terpaksa bertindak mengeluarkan kebijakan imigrasi sepihak, karena DPR AS tidak mau membahas RUU yang diloloskan Senat.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook