Jumat, 19 September 2014 Waktu UTC: 07:47

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

DK PBB Adakan Pertemuan Darurat soal Ebola

Kepala WHO Margaret Chan (kiri) dan pejabat PBB David Nabarro memberikan keterangan mengenai kondisi Ebola di Afrika Barat, dalam konferensi pers di Washington DC (3/9).

18.09.2014
Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat tentang bagaimana membendung penyebaran virus Ebola, yang telah menewaskan hampir 2.600 orang di Afrika Barat. Selengkapnya

Tes Darah Dapat Diagnosa Depresi

Depresi adalah salah satu kelainan jiwa yang paling umum, dan WHO memperkirakan setiap tahun ada 350 juta orang yang menderita depresi setiap tahun.

Pekerja Medis Perancis Terjangkit Ebola

Pekerja medis perempuan Perancis itu adalah petugas medis asing terbaru yang terjangkit ketika merawat para pasien Ebola di Liberia.

Ban Ki-moon: PBB Pimpin Usaha Berantas Ebola

Ban dan Direktur WHO Margaret Chan akan memberi garis besar rencana internasional Kamis dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB.

Video Terapi Air dengan Treadmill untuk Warga Difabel

Tim riset di Human Performance Lab Middle Tennessee State University, tengah mengembangkan terapi air guna membantu mobilitas warga difabel. Pasien yang melakukan terapi ini melaporkan peningkatan mobilitas yang signifikan. Selengkapnya ikuti laporan Patsy Widakuswara dari Washington D.C.

Militer AS akan Bangun Pusat Komando Ebola di Liberia

Presiden Barack Obama terus meningkatkan respons pemerintah AS terhadap krisis Ebola di Afrika Barat.

AS Tingkatkan Tanggapan Hadapi Krisis Ebola

Dalam kunjungan ke kantor federal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Atlanta, Georgia, hari Selasa (16/9), presiden diperkirakan akan mengumumkan pengiriman 3.000 tentara Amerika ke kawasan yang terimbas Ebola.

Obama Akan Umumkan Langkah untuk Bantu Lawan Wabah Ebola

Amerika juga akan membangun dan menyediakan staf pusat-pusat pengobatan Ebola, dan mendirikan sarana untuk melatih 500 pekerja perawat kesehatan seminggu.

Perusahaan AS-India Sepakat Produksi Obat Generik Hepatitis C

Hepatitis C, yang dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati, menginfeksi hampir 180 juta orang di negara berkembang, termasuk di India.

Malaysia Pantau Pria Zimbabwe terkait Ebola

Beberapa media Senin melaporkan seorang siswa asal Zimbabwe saat ini sedang dipantau karena dugaan Ebola di Sarawak, Malaysia.

Sierra Leone Usahakan Evakuasi Dokter yang Terkena Ebola

Sierra Leone berharap bisa mengevakuasi seorang dokter yang terkena virus mematikan Ebola agar bisa dirawat di luar negeri.

WHO: Perlu Lebih Banyak Tenaga Medis Untuk Berantas Ebola

Dr. Margaret Chan, dalam sebuah konferensi pers di Jenewa hari Jumat (12/9), mengatakan jumlah korban tewas akibat wabah Ebola telah naik melampaui 2.400, dan jumlah kasus meningkat menjadi 4.784.

Pendiri Microsoft Donasikan $9 Juta untuk Upaya Lawan Ebola

Donasi dari Yayasan Keluarga Paul G. Allen itu akan membantu CDC membentuk pusat-pusat operasi darurat di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Presiden Baru Indonesia Diminta Tingkatkan Dana HIV

Kesenjangan pendanaan terkait HIV/AIDS saat ini diestimasi sekitar $30 juta, dan diperkirakan akan naik menjadi sekitar $175 juta pada 2020.

Yayasan Gates Janjikan 50 Juta Dolar untuk Atasi Ebola

Yayasan Bill and Melinda Gates berkomitmen menyediakan 50 juta dollar untuk ikut mengatasi wabah Ebola yang meluas di Afrika Barat.

Rumah Sakit AS Rawat Pasien Ebola Ketiga

Sebuah rumah sakit Amerika sedang bersiap untuk merawat orang Amerika ketiga yang tertular virus Ebola di Afrika Barat.

WHO: Ebola Menyebar Sangat Cepat di Liberia

Liberia sudah mempunyai kira-kira separuh dari semua penderita dan kematian akibat Ebola di Afrika Barat.

Ilmuwan Sarankan Perempuan Periksa Mutasi Gen Penyebab Kanker

Dr. Mary-Claire King mengatakan setiap perempuan berusia lebih dari 30 tahun perlu dites untuk melihat mutasi genetis penyebab kanker.

WHO: Liberia akan Hadapi Ribuan Kasus Baru Ebola

Sejauh ini lebih dari 3.500 orang telah tertular virus ebola yang mematikan, di mana hampir separuhnya adalah warga di Liberia.

Angka Kematian Akibat Bunuh Diri Lebih Besar dari Perang, Bencana Alam

Bunuh diri merupakan sebab utama kedua untuk kematian pada kelompok usia 15 dan 29 tahun dan 75 persen bunuh diri terjadi di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook