Minggu, 25 Januari 2015 Waktu: 17:13

Berita / Dunia / Eropa

Pemberontak Pro-Rusia Serang Ukraina Timur, 30 Tewas

Seorang perempuan melewati rumah yang terbakar akibat serangan roket di Mariupol, Ukraina timur (24/1). (AP/Sergey Vaganov)

25.01.2015
NATO dan Uni Eropa mendesak Rusia agar berhenti memasok pemberontak dengan dukungan militer dan keuangan. Selengkapnya

Pembunuh Berantai Jerman Dikremasi Setelah 89 Tahun

Setelah kematiannya, kepala Haarmann yang diawetkan dengan formalin disimpan untuk tujuan penelitian.

Pemimpin Pemberontak Ukraina Hentikan Pembicaraan Damai

Pemimpin separatis pro-Rusia di Donetsk, Ukraina timur mengatakan tidak akan ada lagi pembicaraan damai dengan pemerintah Ukraina.

Kim Jong Un akan Berkunjung ke Rusia Bulan Mei

Rusia mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berkunjung ke Moskow Mei untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Menlu AS Jabarkan Strategi Lawan Ekstremisme di Swiss

Menlu AS John Kerry hari Jumat (23/1) di Davos, Swiss, menjabarkan strategi jangka panjang untuk melawan ekstremisme kekerasan.

Organisasi HAM Desak Rusia Bebaskan Blogger

Organisasi-organisasi HAM dan seluruh dunia menyerukan pembebasan wartawan investigasi dan blogger Rusia, Sergei Reznik, yang dinyatakan bersalah menghina pejabat.

Belgia Cari Tersangka Penyerangan Museum Yahudi

Polisi Belgia menyatakan sedang mencari orang yang diduga kaki tangan lelaki bersenjata yang dituduh membunuh empat orang dalam penyerangan terhadap sebuah museum Yahudi Mei lalu.

Ukraina, Rusia Saling Tuduh dalam Serangan di Donetsk

Sebuah tembakan artileri menghantam bis troli di Donetsk, Ukraina timur, menewaskan sedikitnya 13 orang hari Kamis (22/1).

Ukraina Ajukan Permohonan Dana Talangan Baru dari IMF

Pemerintah Ukraina hari Rabu (21/1) telah meminta Dana Moneter Internasional (IMF) paket talangan yang baru dan lebih luas.

Perancis Anggarkan Dana Tambahan $490 Juta untuk Kontra Terorisme

Dua minggu setelah serangan teroris di Paris, pemerintah Perancis telah mengumumkan langkah-langkah anti-terorisme baru dan meningkatkan pengeluaran untuk membiayai kegiatan-kegiatan itu.

Menlu Rusia Nilai AS Agresif dalam Isu Dunia

Menlu Rusia Sergei Lavrov menilai pidato kenegaraan Presiden Barack Obama hari Selasa (20/1) malam, mencerminkan keinginan AS untuk mendominasi urusan dunia.

Perancis Pangkas Personil Militer untuk Perangi Terorisme

Perancis akan menciptakan 2.680 pekerjaan baru di bidang keamanan selama tiga tahun mendatang untuk membantu mengatasi ancaman ekstrimisme Islamis.

Ukraina Tuduh Militer Rusia Serang Pasukannya di Luhansk

Ukraina hari Selasa (20/1) mengklaim pasukan Rusia menyerang tentaranya yang sedang melawan separatis di Luhansk, bagian timur negara itu.

Penangkapan Terbaru di Perancis Tak Terkait Radikalisme Agama

Kelima warga Chechnya ditangkap di kota Montpelier dan Beziers, Perancis selatan hari Selasa (20/1) atas dugaan merencanakan serangan.

Polisi Jerman Lakukan Beberapa Penggerebekan Tersangka Militan

Polisi di negara-negara Eropa dalam kesiagaan yang lebih tinggi sejak serangan-serangan teroris di Perancis awal bulan ini.

Ukraina dan Pemberontak Klaim Kuasai Bandara Donetsk

Pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia terus berlangsung di Donetsk, Ukraina timur hari Senin (19/1).

Eropa Ingin Arab Bantu Perangi Terorisme

Uni Eropa mengusahakan kerjasama baru dengan dunia Arab untuk memerangi terorisme Islamis.

Ancaman Terorisme akan Dominasi Pembicaraan Uni Eropa

Para Menlu Uni Eropa bertemu di Brussels hari Senin (19/1), setelah berlangsungnya serangan maut di Perancis dan penggerebekan anti-teror di Belgia.

Ukraina Tolak Rencana Perdamaian Putin

Seorang juru bicara Putin mengatakan Presiden Poroshenko menolak rencana perdamaian Putin dan Ukraina kembali melanjutkan tembak menembak dengan pemberontak.

2 Penyerang Charlie Hebdo Dimakamkan di Perancis

Pemerintah Perancis memakamkan dua penyerang Charlie Hebdo secara terpisah, di mana kuburannya tidak diberi tanda sehingga tidak menjadi tempat ziarah pendukung kelompok radikal.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook