Senin, 22 Desember 2014 Waktu: 02:23

Berita / Ekonomi

'Quantitative Easing' Stabilkan Ekonomi AS di Tahun 2014

Ketua Bank Sentral AS atau Federal Reserve, Janet Yellen (foto: dok). Kebijakan 'Quantitave Easing' Bank Sentral AS membantu menstabilkan ekonomi AS sepanjang 2014.

19.12.2014
Putaran terakhir “Quantitave Easing” Bank Sentral Amerika – atau disebut QE3 – berakhir Oktober tahun ini. Tetapi stimulus keuangan bank sentral itu kemungkinan akan menimbulkan dampak pada ekonomi dunia tahun 2015. Selengkapnya

Perdagangan AS-Kuba akan Berkembang

Perdagangan dan perekonomian antara Amerika dan Kuba bisa berkembang baik dengan diakhirinya kerenggangan diplomatik antara kedua negara selama separuh abad ini, tapi mungkin akan makan waktu.

Industri Pariwisata Thailand Terpukul akibat Krisis Ekonomi Rusia

Anjloknya nilai tukar mata uang Rusia menyebabkan kecemasan serius bagi industri pariwisata Thailand, yang sudah sengsara setahun ini akibat pergolakan politik yang berujung pada kudeta militer Mei lalu.

Presiden Putin Optimis Ekonomi Rusia Akan Bangkit Kembali

Mata uang Rubel mencapai rekor terendah pada hari Selasa (16/12) sehingga mendorong bank sentral Rusia untuk meyakinkan kembali bank-bank dan perusahaan-perusahaan keuangan bahwa negara akan menyediakan modal tambahan jika perlu.

Kepala USAID Rajiv Shah Mengundurkan Diri

USAID dikecam oleh para pembuat kebijakan Amerika karena program-programnya di Kuba.

FAO: Ebola Picu Kerawanan Pangan di Afrika

Jumlah warga dengan kerawanan pangan akibat wabah Ebola di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone diperkirakan bisa melampaui satu juta orang menjelang Maret 2015.

Presiden Obama Sahkan RUU Anggaran Belanja 2015

Para pemimpin Partai Republik membatasi pendanaan bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS agar Presiden menarik perintah eksekutifnya yang meniadakan ancaman deportasi bagi jutaan imigran gelap di AS.

Kemerosotan Ekonomi Rusia Jadi Ancaman Global

PDB Rusia telah berkurang setengahnya dalam nilai dolar, menjadi setara dengan Meksiko dan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-15 dunia.

Rubel Jatuh ke Tingkat Terendah Baru, Meski Suku Bunga Naik

Mata uang Rusia itu kehilangan hampir 60 persen nilainya terhadap mata-mata uang utama Barat tahun ini.

Rubel Capai Nilai Terendah Baru

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Senin malam (15/12), Bank Sentrral Moskow secara dramatis meningkatkan suku bunga menjadi 17 persen dari 10,5 persen.

PM Ukraina: Perlu $10 Miliar untuk Cegah Kebangkrutan

EU demands Ukraine implement economic reforms in exchange for financial aid

Rupiah Merosot ke Tingkat Terendah Sejak 1998

Bank Indonesia mengatakan melakukan tindakan atas mata uang asing dan pasar obligasi untuk membantu menstabilkan harga.

Serikat Perdagangan Belgia Luncurkan Mogok Nasional

A Brussels airport spokesperson said 600 flights have been canceled, affecting 50,000 passengers

Google Akan Bayar Pajak Lebih Tinggi di Inggris

Pajak 25 persen akan diberlakukan pada perusahaan-perusahaan multinasional yang cenderung memindahkan laba yang diperoleh di Inggris ke tempat-tempat yang memberi keringanan pajak.

Ribuan Buruh Demo Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Ribuan buruh melakukan unjuk rasa Rabu (10/12), menuntut kenaikan upah minimum. Pemerintah juga diminta untuk merevisi upah minimum provinsi dan kota agar buruh dapat hidup layak.

Putin Bertolak ke India, Perluas Kerjasama Perdagangan

India akan mencari cara bagaimana Rusia dapat membantu perekonomian Asia Selatan yang baru mencuat itu untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Bank Indonesia Perkirakan Kredit Macet Naik Akhir Tahun

Kredit macet diperkirakan naik karena penurunan tajam pertumbuhan ekonomi dan terkait harga-harga komoditas.

Kesenjangan di Negara-negara Maju Makin Meningkat

OECD menyatakan Selasa (9/12), bahwa 10 persen orang terkaya di 34 negara anggota OECD berpenghasilan 9,5 kali lebih banyak dari kelompok 10 persen penduduk termiskin.

Jepang Alami Resesi, PDB Anjlok

Kenaikan pajak penjualan dari 5 persen menjadi 8 persen dianggap sebagai alasan utama lesunya ekonomi Jepang setelah pulih dari resesi akhir 2012.

Harga Minyak Merosot, Prospek Kredit Arab Saudi Turun

Harga minyak berkurang lebih dari sepertiga nilainya sejak Juni karena produksi berlimpah, permintaan yang lemah dan kuatnya nilai mata uang dollar.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook