Rabu, 29 April 2015 Waktu: 02:49

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Penyintas Gempa di Nepal Kekurangan Air, Makanan

Warga duduk dengan barang-barang miliknya di luar sebuah kuil yang hancur di Alun-alun Bashantapur Durbar setelah gempa di Kathmandu, Nepal (25/4). (Reuters/Navesh Chitrakar)

28.04.2015
Para pejabat kesehatan memperingatkan akan risiko penyakit karena kekurangan air bersih dan sangat banyak orang berjubel di tempat terbuka. Selengkapnya

Kapten Kapal Feri Korea Selatan Dipenjara Seumur Hidup

Tindakan Lee “sangat merusak citra nasional kita, dan tidak dapat dimaafkan dengan alasan apapun,” demikian menurut pernyataan pengadilan.

Cara Beri Bantuan Korban Bencana Nepal

Sementara pemerintah-pemerintah menyediakan paket dana besar untuk Nepal, cara terbaik bagi individu untuk menyumbang adalah fokus pada lembaga-lembaga amal.

9 Terpidana Tunggu Eksekusi Saat Harapan Penangguhan Hukuman Mati Pupus

Menteri Luar Negeri Australia mengatakan telah menerima surat dari Menlu Retno Marsudi yang tidak memberi indikasi bahwa Presiden Joko Widodo akan mengubah pikirannya dan memberi pengampunan.

Terpidana Hukuman Mati Asal Australia Nikahi Tunangannya

Andrew Chan bertukar sumpah setia dengan tunangannya Febyanti Herewila di penjara Nusakambangan. Sekelompok keluarga dan teman menghadiri upacara tersebut.

Harapan Pupus Temukan Korban Selamat Gempa Nepal

Di Nepal harapan untuk menemukan korban selamat telah pupus ketika negara kecil itu terus berjuang mengatasi dampak pasca gempa yang telah menewaskan lebih dari 3.700 orang.

Facebook, Google Bantu Cari Ribuan Orang yang Hilang setelah Gempa Nepal

Banyak orang di seluruh dunia berpaling ke media online seperti Facebook dan Google untuk mencari kerabat yang hilang dan meneruskan berita mengenai mereka yang selamat di Nepal.​

AS Bantu 10 Juta Dolar bagi Bencana Gempa Nepal

USAID mengatakan dana bantuan tersebut akan digunakan untuk bantuan darurat termasuk upaya-upaya pencaharian dan penyelamatan korban gempa.

Keprihatinan soal Laut China Selatan Dominasi KTT ASEAN

Para pemimpin ASEAN diminta dengan damai mengelola sengketa wilayah dengan China tanpa meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Serangan Taliban Tunda Kunjungan Presiden Afghanistan ke India

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani terpaksa menunda sebentar perjalanannya ke India setelah terjadinya serangan Taliban di provinsi Kunduz, Senin (27/4).

Presiden Kazakhstan Nazarbayev Terpilih Kembali

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun dalam pemilu Minggu (26/4).

Bantuan Internasional Mulai Berdatangan di Nepal

Tim-tim tanggap bencana dari berbagai negara, termasuk AS, telah ditempatkan di kawasan itu untuk membantu upaya pencarian, penyelamatan dan pemulihan.

Thailand Sita 3 Ton Gading Gajah Selundupan dari Kenya

Gading-gading itu dikirim dari Kenya tanggal 24 Maret, melalui pelabuhan-pelabuhan Sri Lanka, Malaysia dan Singapura, sebelum tiba di Thailand.

Parlemen Sri Lanka Debat Kekuasaan Presiden

RUU Baru Srilanka akan mencopot kekuasaan presiden dalam mengangkat para hakim, polisi dan pejabat pemerintah, dan menyerahkan kekuasaan itu kepada komisi-komisi independen.

Pemimpin Lama Kazakhstan Menangkan Pemilu

Nursultan Nazarbavev, hanya menghadapi dua saingan, dan media pemerintah selama bertahun-tahun telah memupuk pengkultus-individuan sosok Nazarbavev.

Mengapa Nepal Tertimpa Gempa Besar?

Gempa dahsyat berkekuatan 7,8 Skala Richter hari Sabtu merupakan yang terburuk yang menimpa Nepal dalam 80 tahun terakhir.

Australia Klaim Ada Korupsi dalam Persidangan Terpidana Hukuman Mati di Indonesia

Menteri Luar Negeri Australia mengklaim hakim-hakim persidangan telah meminta puluhan ribu dollar untuk hukuman kurang dari 20 tahun penjara bagi kedua terpidana.

Takut Gempa Susulan, Warga Nepal Tidur di Udara Terbuka

Penduduk di kota Kathmandu, ibukota Nepal mencari perlindungan di udara terbuka Minggu (26/4) malam.

PM Pakistan Kutuk Pembunuhan Aktivis Perempuan

Meskipun para penyelidik menolak memberikan rincian mengenai kemungkinan motif pembunuhan Mahmud, teman-teman dan sejawatnya menyebut kematiannya sebagai pembunuhan terarah.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook