Sabtu, 01 Agustus 2015 Waktu: 14:47

Berita / Dunia / Asia Pasifik

China Pecat Pimpinan Militer atas Tuduhan Korupsi

Guo Boxiong dalam sesi Kongres Rakyat Nasional tahun 2012 di Beijing.

01.08.2015
Guo Boxiong adalah tokoh militer paling senior yang dipecat akibat gerakan luas anti korupsi yang dicetuskan Presiden Xi Jinping. Selengkapnya

WikiLeaks: AS Memata-matai Pemerintah dan Perusahaan-perusahaan Jepang

WikiLeaks menerbitkan daftar 35 perusahaan, pejabat pemerintah dan individu yang diidentifikasi sebagai target pengamatan NSA.

Korea Utara: Misionaris Kanada yang Dipenjara Akui Tindakan Subversif

Korea Utara mempunyai sejarah menangkapi misionaris dan memberi mereka hukuman penjara yang lama.

Para Pakar 'Semakin Yakin' Puing Pesawat Berasal dari MH370

Potongan sepanjang 2 meter, bagian pesawat yang disebut flaperon itu, diperkirakan tiba di Toulouse, Perancis, hari Sabtu untuk diselidiki lebih jauh.

Inggris Keluarkan Visa Bisnis bagi Pembangkang China

Kementerian Dalam Negeri Kamis (30/7) mengatakan pembangkang China, Ai Weiwei telah diberi visa untuk melakukan perjalanan ke Inggris sesuai permohonannya.

Filipina Desak Transparansi Latihan Militer China di Laut China Selatan

Media China melaporkan selain puluhan kapal angkatan laut yang terlibat dalam latihan penembakan dengan meriam di Laut China Selatan hari Selasa (28/7), juga ambil bagian puluhan pesawat dan "beberapa batalyon peluncur rudal".

Tanah Longsor Timbun 3 Desa di Nepal

Keberangkatan regu penyelamat tertunda karena cuaca buruk dan tertutupnya jalan utama menuju lokasi tanah longsor di wilayah pegunungan tersebut.

Beijing Bebaskan Keponakan Aktivis Chen dari Tahanan

Chen Kegui, 35 tahun, menjalani hukuman selama tiga tahun tiga bulan yang secara luas dilihat sebagai pembalasan atas keberanian pamannya, aktivis Chen Guangcheng, untuk melarikan diri dari tahanan rumah.

Myanmar Bebaskan Hampir 7000 Napi, Termasuk 155 Warga China

Kementerian Penerangan Myanmar mengatakan ke-6.966 orang itu akan dibebaskan “atas dasar kemanusiaan dan untuk rekonsiliasi nasional.”

India Eksekusi Pelaku Pemboman Mumbai Tahun 1993

Yakub Memon, 53, dihukum gantung di sebuah penjara di kota Nagpur, India barat, setelah permohonannya akan pengampunan ditolak.

Pihak Berwenang Selidiki Puing Pesawat yang Diduga Bagian dari MH370

Potongah sepanjang kurang lebih 2 meter dari sayap Boeing 777 ditemukan di sebuah pantai di Pulau Reunion, dekat Madagaskar.

Pariwisata Melonjak, Jepang Ubah Perkantoran Jadi Hotel

Lonjakan turis sudah menekan pasokan akomodasi yang ada di Tokyo, yang memiliki sekitar 100.000 kamar hotel.

Afghanistan Konfirmasi Kematian Mullah Omar, Taliban Menyangkal

Pemerintah Afghanistan hari Rabu (29/7) mengkonfirmasi kematian Mullah Omar, pemimpin Taliban yang lama mengucilkan diri.

Tolak Perjanjian Nuklir, Korea Utara Andalkan China untuk Longgarkan Sanksi

Penolakan Korea Utara terhadap perjanjian nuklir seperti Iran menunjukkan rejim Kim Jong Un mengandalkan China untuk berunding dengan Amerika mengenai sanksi-sanksi berat ekonomi yang diberlakukan terhadap Pyongyang.

Taliban Bantah Laporan soal Tewasnya Mullah Omar

Seorang juru bicara kelompok Taliban di Afghanistan pekan ini menyangkal laporan bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar telah meninggal.

Pemimpin Demokrasi Myanmar Daftarkan Diri untuk Pemilu 8 November

Pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi mendaftarkan diri Rabu untuk pemilu November untuk mempertahankan kursinya di parlemen dan menantang partai berkuasa yang didukung militer.

Persiapan Almaty sebagai Tuan Rumah Olimpiade, Proyek Mercusuar Nazarbayev

Banyak negara di Asia Tengah menilai penawaran Almaty sebagai tuan rumah olimpiade musim dingin 2022, merupakan proyek 'mercusuar' penguasa Kazakhstan, Presiden Nursultan Nazarbayev.

MA Bangladesh Pertahankan Hukuman Mati bagi Pemimpin Oposisi

Hukuman tersebut terkait dakwaan pembunuhan massal yang terjadi selama perang untuk merebut kemerdekaan melawan Pakistan pada tahun 1971.

Pemimpin Kelompok Militan Pakistan Tewas

Malik Ishaq adalah pemimpin Lashkar-e-Jhangvi, yang telah mengaku bertanggung jawab atas banyak pembunuhan para pemimpin Syiah dan warga sipil di Pakistan.

Mahkamah Agung Bangladesh Dukung Hukuman Mati untuk Tokoh Oposisi

Hukuman mati itu sehubungan dengan pembunuhan massal pada masa perang kemerdekaan negara itu dari Pakistan tahun 1971.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook