<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">     
    <channel>      
        <title>Gaya Hidup - Voice of America</title>     
        <link>https://www.voaindonesia.com/z/318</link>
        <description>Berita mengenai berbagai aspek gaya hidup seperti kesehatan, pendidikan, isu sosial, religi, seni dan hiburan di website VOA Indonesia, termasuk berita terkini artis, aktor, aktris, penyanyi, musisi, bintang film, selebriti dan pelaku industri hiburan lai</description>
        <image>
            <url>https://www.voaindonesia.com/Content/responsive/VOA/id/img/logo.png</url>
            <title>Gaya Hidup - Voice of America</title>
            <link>https://www.voaindonesia.com/z/318</link>
        </image>
        <language>id</language>
        <copyright> </copyright>   
        <ttl>60</ttl>        
        <lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 18:55:48 +0700</lastBuildDate> 
        <generator>Pangea CMS – VOA</generator>        
        <atom:link href="https://www.voaindonesia.com/api/zvjqieoyop" rel="self" type="application/rss+xml" />
    		<item>
            <title>Laporan: Populasi Burung di Amerika Menurun</title>
            <description>Lebih dari 100 spesies yang diteliti telah mencapai &quot;titik kritis&quot;, kehilangan lebih dari setengah populasi mereka dalam 50 tahun terakhir.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-populasi-burung-di-amerika-menurun/8011120.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-populasi-burung-di-amerika-menurun/8011120.html</guid>            
            <pubDate>Sat, 15 Mar 2025 05:47:50 +0700</pubDate>
            <category>Dunia Fauna</category><category>Amerika Serikat</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/251f6130-15c4-4100-08bb-08dd5c8b1668_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Trump Minta MA Campur Tangan soal Hak Kewarganegaraan Berdasar Kelahiran</title>
            <description>Washington, DC — Donald Trump memperjuangkan upayanya untuk membatasi kewarganegaraan AS berdasarkan kelahiran secara otomatis ke Mahkamah Agung pada hari Kamis (13/3). Pemerintahan presiden dari Partai Republik tersebut meminta para hakim agung mempersempit rintangan yudisial yang berlaku pada elemen kunci dari pendekatan garis kerasnya terhadap imigrasi.
Departemen Kehakiman mengajukan permintaan tersebut untuk menantang cakupan tiga perintah pengadilan nasional (nationwide injunction) yang dikeluarkan terhadap instruksi Trump oleh pengadilan federal di negara bagian Washington, Massachusetts, dan Maryland.
Pemerintah mengatakan cakupan kekuatan perintah pengadilan tersebut harus dikurangi dari penerapannya secara universal dan dibatasi hanya pada para penggugat yang mengajukan kasus dan &quot;benar-benar berada dalam kewenangan pengadilan.&quot;
&quot;Perintah-perintah universal (universal injunction) telah digunakan dengan begitu meluas sejak awal pemerintahan saat ini,&quot; kata Departemen Kehakiman dalam pengajuan tersebut. &quot;Mahkamah Agung harus menyatakan bahwa ini sudah cukup sebelum ketergantungan pengadilan distrik pada perintah universal semakin mengakar.&quot;
Perintah universal, yang juga dikenal sebagai perintah nasional, adalah perintah pengadilan yang mencegah pemerintah untuk menegakkan hukum atau kebijakan terhadap siapa pun, tidak hanya pada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
Instruksi Trump, yang ditandatangani pada hari pertamanya kembali menjabat pada tanggal 20 Januari, mengarahkan lembaga-lembaga federal untuk menolak mengakui kewarganegaraan anak-anak kelahiran AS yang tidak memiliki setidaknya satu orang tua yang merupakan warga negara Amerika atau penduduk tetap yang sah.
Instruksi tersebut sedianya diberlakukan mulai 19 Februari, tetapi telah diblokir secara nasional oleh beberapa hakim federal.
Tindakan Trump telah memicu serangkaian gugatan hukum dari penggugat termasuk 22 jaksa agung negara bagian dari Partai Demokrat, para pendukung hak-hak imigran, dan para ibu hamil. Mereka berpendapat antara lain bahwa instruksi Trump melanggar hak yang diabadikan dalam Amendemen ke-14 Konstitusi AS yang menyatakan bahwa siapa pun yang lahir di Amerika Serikat adalah warga negara.
Klausul kewarganegaraan Amendemen ke-14 menyatakan bahwa semua &quot;orang yang lahir atau dinaturalisasi di Amerika Serikat, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara Amerika Serikat dan negara bagian tempat mereka tinggal.&quot;
Pemerintah berpendapat bahwa Amendemen ke-14, yang telah lama dipahami memberikan kewarganegaraan kepada hampir semua orang yang lahir di Amerika Serikat, tidak berlaku bagi imigran yang berada di negara tersebut secara ilegal atau bahkan bagi imigran yang kehadirannya sah tetapi sementara, seperti mahasiswa atau mereka yang memiliki visa kerja.
Permintaan pemerintah kepada para hakim agung tersebut menandai seruan terbarunya ke badan peradilan tertinggi AS itu untuk membela tindakan Trump. Komposisi hakim agung di Mahkamah Agung AS kini adalah 6 hakim konservatif dan 3 hakim liberal. Tiga dari enam yang konservatif ditunjuk oleh Trump selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden.
Dorongan Trump untuk membatasi kewarganegaraan berdasarkan kelahiran merupakan bagian dari tindakan keras imigrasi dan perbatasan yang lebih luas, termasuk menugaskan militer AS untuk membantu keamanan perbatasan dan mengeluarkan larangan pemberian suaka secara luas.
Para hakim yang memutuskan menentang instruksi Trump menyatakan langkah itu bertentangan dengan Konstitusi.
Putusan Mahkamah Agung AS tahun 1898 dalam kasus yang disebut Amerika Serikat v. Wong Kim Ark itu telah lama ditafsirkan sebagai jaminan bahwa anak-anak yang lahir di Amerika Serikat dari orang tua nonwarga negara berhak atas kewarganegaraan Amerika. [ab/uh]
</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/trump-minta-ma-campur-tangan-soal-hak-kewarganegaraan-berdasar-kelahiran/8010419.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/trump-minta-ma-campur-tangan-soal-hak-kewarganegaraan-berdasar-kelahiran/8010419.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2025 08:29:43 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Isu Sosial</category><category>Pemerintahan Baru Donald Trump</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/2f7945e4-1ee7-4e6a-bbfb-4ffe320028a9_cx0_cy7_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>‘One Hundred Years of Solitude’ Lewati Perjalanan Epik sampai Diangkat ke Layar Kaca</title>
            <description>Musim pertama dari novel mahakarya penulis Kolombia Gabriel García Márquez, One Hundred Years of Solitude telah diangkat ke layar kaca. Sekarang ini Netflix sedang menggarap musim keduanya. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/one-hundred-years-of-solitude-lewati-perjalanan-epik-sampai-diangkat-ke-layar-kaca/8010389.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/one-hundred-years-of-solitude-lewati-perjalanan-epik-sampai-diangkat-ke-layar-kaca/8010389.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2025 07:31:19 +0700</pubDate>
            <category>Seni &amp; Hiburan</category><category>Amerika Lainnya</category><category>Dunia</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/d6844480-09da-41f9-b48d-d661348e93ea_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Perempuan Gaza Daur Ulang Kardus untuk Hiasan Ramadan</title>
            <description>Sebagian orang di Jalur Gaza berusaha membawa kegembiraan bagi warga yang lelah oleh perang di sana sambil mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sejak menjelang Ramadan. </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-gaza-daur-ulang-kardus-untuk-hiasan-ramadan/8010381.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-gaza-daur-ulang-kardus-untuk-hiasan-ramadan/8010381.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2025 07:20:24 +0700</pubDate>
            <category>Timur Tengah</category><category>Religi</category><category>Konflik Israel-Hamas</category><category>Kiprah Perempuan</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/268c98f9-5b9b-4914-923f-08dd4a843460_cx0_cy10_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sekjen PBB Kunjungi Kamp Pengungsi Rohingnya</title>
            <description>Bangladesh  — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres melihat langsung situasi lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya di Bangladesh sementara kekhawatiran meningkat terkait pemotongan bantuan yang serius di seluruh dunia, menyusul keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk menutup operasional USAID.
Penasihat urusan luar negeri Bangladesh, Touhid Hossain, menyambut Guterres di bandara utama Dhaka pada Kamis. Kunjungan empat hari Guterres - yang kedua ke Bangladesh - dipandang penting setelah pengumuman kemungkinan pemotongan bantuan oleh Program Pangan Dunia (WFP) dan lembaga lainnya setelah penutupan USAID.
Pemerintah sementara Bangladesh - yang berkuasa Agustus lalu setelah demonstrasi massal menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina - berharap kunjungan tersebut akan meningkatkan upaya internasional untuk memobilisasi bantuan bagi para pengungsi Rohingya dan menarik perhatian global baru terhadap krisis mereka.
Sepucuk surat dari badan pangan PBB awal bulan ini mengatakan pemotongan jatah makanan mungkin diterapkan mulai bulan depan di Cox&apos;s Bazar, tempat puluhan kamp pengungsi Rohingya berada. WFP mengatakan jatah makanan dapat dikurangi menjadi $6 (Rp98 ribu), dari yang berlaku saat ini $12,50 (Rp205 ribu) per bulan - kecuali jika pendanaan yang memadai tersedia kembali.
Menurut Kun Li, juru bicara WFP, jika WFP tidak dapat memperoleh pendanaan yang cukup - $81 juta (Rp1,3 triliun) untuk mempertahankan operasi hingga akhir tahun, termasuk $15 juta (Rp 246 miliar) yang dibutuhkan untuk April - maka tidak ada pilihan selain mengurangi jatah mulai April.
Menjelang kunjungan Guterres, Amnesty International mendesak masyarakat internasional untuk segera bergerak maju dan memberikan dukungan yang diperlukan guna menghindari dampak yang menghancurkan bagi para pengungsi Rohingya di Bangladesh.
“Kekurangan dana hanya akan memperburuk kekurangan pasokan dan layanan penting yang sudah ada di kamp-kamp tersebut,” kata Smriti Singh, direktur Amnesty International untuk wilayah Asia Selatan.
“Komunitas Rohingya di Cox&apos;s Bazaar tidak punya banyak pilihan selain bergantung pada bantuan WFP,&quot; kata Singh. Ia menambahkan bahwa pemerintah Bangladesh melarang para pengungsi meninggalkan kamp dan mencari pekerjaan.
Guterres dan pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, akan mengunjungi distrik Cox&apos;s Bazar pada Jumat. Pada Sabtu, keduanya akan mengadakan pembicaraan di kantor Yunus di Dhaka, ibu kota negara tersebut, dan setelah itu berbicara bersama dengan para jurnalis.
Pemerintah sementara Bangladesh mengatakan bahwa dihentikannya bantuan USAID akan menghentikan proyek-proyek lain di negara tersebut, tetapi pendanaan untuk pengungsi Rohingya akan terus mengalir.
AS telah menjadi donor utama bagi Bangladesh untuk pengungsi Rohingya, dengan menyediakan bantuan pangan dan gizi darurat bagi PBB. AS biasanya menyediakan hampir setengah dari dana bantuan yang dihabiskan untuk tanggap kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh, di mana dana disediakan sekitar $300 juta (Rp4,9 triliun) pada 2024.
Ratusan ribu warga Rohingya telah tinggal di Bangladesh selama beberapa dekade dan sekitar 70 ribu orang menyeberangi perbatasan dari Myanmar pada 2024. Dalam pertempuran dengan junta militer, pasukan oposisi yang dikenal sebagai Tentara Arakan secara efektif mengambil alih negara bagian Rakhine, tempat warga Rohingya mengungsi dan berlindung di Bangladesh.
Bangladesh mengatakan pemulangan para pengungsi ke Myanmar, yang dituduh pengadilan internasional tetlah melakukan genosida terhadap Rohingya, adalah solusi utama dari krisis tersebut. Tetapi kerumitan dalam verifikasi dan masalah diplomatik dan politik lainnya telah membuat masa depan bagi para pengungsi kian suram. [ns/ka]
</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sekjen-pbb-kunjungi-kamp-pengungsi-rohingnya/8010069.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sekjen-pbb-kunjungi-kamp-pengungsi-rohingnya/8010069.html</guid>            
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2025 05:41:35 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Isu Sosial</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/3e4a3bc4-9904-45f8-33fb-08dd5c897904_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan</title>
            <description>Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/pm-inggris-bubarkan-badan-kesehatan-untuk-hemat-anggaran-dan-tingkatkan-pelayanan/8009428.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/pm-inggris-bubarkan-badan-kesehatan-untuk-hemat-anggaran-dan-tingkatkan-pelayanan/8009428.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 13 Mar 2025 22:40:00 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Berita</category><category>Kesehatan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Reuters)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/68fcd5b5-b8ae-4bdb-bc3a-8804d6274f24_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih</title>
            <description>Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/who-kasus-campak-di-eropa-naik-2-kali-lipat-tahun-2024-tertinggi-dalam-25-tahun-lebih/8009404.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/who-kasus-campak-di-eropa-naik-2-kali-lipat-tahun-2024-tertinggi-dalam-25-tahun-lebih/8009404.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 13 Mar 2025 21:28:29 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Berita</category><category>Kesehatan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Reuters)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0a00-0242-9997-08dbf65625e6_w800_h450.jpeg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Genap 12 Tahun Paus Fransiskus Pimpin Gereja Katolik, Masa Depan Kepimpinannya Tak Pasti</title>
            <description>Paus Fransiskus itu sempat sakit kritis saat berjuang melawan pneumonia di kedua paru-parunya saat di rumah sakit Gemelli di Roma, tempat ia dirawat sejak 14 Februari.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/genap-12-tahun-paus-fransiskus-pimpin-gereja-katolik-masa-depan-kepimpinannya-tak-pasti/8009137.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/genap-12-tahun-paus-fransiskus-pimpin-gereja-katolik-masa-depan-kepimpinannya-tak-pasti/8009137.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 13 Mar 2025 18:30:02 +0700</pubDate>
            <category>Religi</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/b660e3c7-8ac8-4279-33ae-08dd5c897904_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Geng-geng di Haiti Lancarkan Serangan Baru di Ibu Kota</title>
            <description>Port-au-Prince, Haiti  — Koalisi geng yang berpengaruh telah melancarkan serangan baru di ibu kota Haiti, Rabu (12/3).  Aksi mereka mendorong puluhan keluarga lari meninggalkan rumah-rumah mereka.
Pihak berwenang mengevakuasi para siswa di sebuah sekolah Katolik di Port-au-Prince bagian barat saat baku tembak hebat terus berlanjut di daerah dekat Hotel Oloffson yang terkenal, yang sering dikunjungi para  selebriti internasional pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Sementara itu, seruan-seruan minta tolong muncul di media sosial untuk sekelompok pastor yang terjebak di dalam sebuah gereja di lingkungan Carrefour-Feuilles, yang mengalami banyak serangan oleh koalisi geng Viv Ansanm yang dimulai Selasa malam.
&quot;Mereka berusaha untuk menguasai lebih banyak wilayah, tetapi polisi ada di sana, memastikan itu tidak terjadi,&quot; kata Lionel Lazarre, wakil juru bicara Kepolisian Nasional Haiti, pada konferensi pers.
Dia mengatakan polisi memiliki rencana baru untuk memerangi geng yang telah menguasai 85% ibu kota Haiti tersebut, tetapi menolak untuk memberikan rincian, dengan alasan keamanan.
Lazarre mencatat bahwa polisi baru-baru ini menyita 10.000 peluru, senjata, dan narkoba dari sebuah minibus di kota Mirebalais, timur laut Port-au-Prince. Ia mengatakan dua dari empat orang yang membawa amunisi itu dihakimi massa pada hari Minggu, sementara yang lainnya melarikan diri.
Serangan terbaru terjadi beberapa hari setelah William O’Neill, pakar PBB urusan HAM di Haiti, mengunjungi negara Karibia yang sedang dilanda masalah itu.
“Risiko ibu kota jatuh di bawah kendali geng sangat nyata,&quot; kata O’Neill pada hari Selasa, bahkan saat polisi Haiti bekerja sama dengan misi yang didukung PBB yang dipimpin oleh polisi Kenya untuk membantu meredakan kekerasan geng.
O’Neill dan yang lainnya telah menyerukan penguatan misi tersebut, yang menurut AS kekurangan dana dan personel.
Tahun lalu, lebih dari 5.600 orang dilaporkan tewas di seluruh Haiti. Kekerasan geng telah menyebabkan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal dalam beberapa tahun terakhir. [ab/lt]
 
</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/geng-geng-di-haiti-lancarkan-serangan-baru-di-ibu-kota/8009059.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/geng-geng-di-haiti-lancarkan-serangan-baru-di-ibu-kota/8009059.html</guid>            
            <pubDate>Thu, 13 Mar 2025 09:09:38 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Lainnya</category><category>Isu Sosial</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/79560169-8d90-4546-accd-dffb0c965091_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Militer Pakistan Selamatkan Hampir 200 Penumpang Setelah Serangan Kereta</title>
            <description>Sumber-sumber keamanan, Rabu (12/3) mengatakan sebuah operasi militer Pakistan telah menyelamatkan 190 penumpang dan menewaskan 30 teroris, sehari setelah sebuah serangan terhadap sebuah kereta di Balochistan, provinsi di Pakistan barat daya yang bergolak.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/militer-pakistan-selamatkan-hampir-200-penumpang-setelah-serangan-kereta/8008045.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/militer-pakistan-selamatkan-hampir-200-penumpang-setelah-serangan-kereta/8008045.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 12 Mar 2025 21:19:25 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Berita</category><category>Isu Sosial</category><author>voaindonesia@voanews.com (Sarah Zaman)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/a1642250-3b39-4fc6-8f72-00ccca9eebe4_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika</title>
            <description>Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kasus-campak-meningkat-di-negara-negara-bagian-di-barat-daya-amerika/8007753.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kasus-campak-meningkat-di-negara-negara-bagian-di-barat-daya-amerika/8007753.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 12 Mar 2025 12:44:19 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Kesehatan</category><category>VOA Headline News</category><author>voaindonesia@voanews.com (Associated Press)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/95742521-9524-4dec-af81-2841b60779fb_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS</title>
            <description>VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS

Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-kasus-campak-meningkat-di-negara-negara-bagian-di-barat-daya-as/8007740.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-headline-news-kasus-campak-meningkat-di-negara-negara-bagian-di-barat-daya-as/8007740.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 12 Mar 2025 11:19:37 +0700</pubDate>
            <category>VOA Headline News</category><category>Audios</category><category>Amerika Serikat</category><category>Kesehatan</category><author>voaindonesia@voanews.com (Arif Budiman)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/1E91440D-F600-40D7-9E26-3C9FF9D77EE2_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Tren Kuliner Halal di Amerika Serikat: Truk Makanan Berkonsep “Bawa Bungkus Snack Sendiri”</title>
            <description>Meski baru setahun beroperasi, truk makanan halal Flavor Hive telah mencuri perhatian di media sosial lewat konsep yang terinspirasi dari &quot;walking tacos&quot; dan cita rasa dari kombinasi berbagai budaya. Tim VOA mengajak Anda mengenal bisnis kuliner yang tengah viral di Amerika Serikat itu.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/tren-kuliner-halal-di-amerika-serikat-truk-makanan-berkonsep-bawa-bungkus-snack-sendiri-/8007122.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/tren-kuliner-halal-di-amerika-serikat-truk-makanan-berkonsep-bawa-bungkus-snack-sendiri-/8007122.html</guid>            
            <pubDate>Wed, 12 Mar 2025 01:57:45 +0700</pubDate>
            <category>Cakrawala Ramadan</category><category>Ekonomi</category><category>Seni &amp; Hiburan</category><category>Amerika Serikat</category><author>voaindonesia@voanews.com (Banny Rahayu)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/98a25690-dd57-49bf-0c59-08dd5c8d307c_cx0_cy7_cw85_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kelompok Militan Sandera 450 Penumpang Kereta di Pakistan</title>
            <description>Para militan melukai masinis saat mereka merebut kendali atas kereta di wilayah pegunungan terpencil di Provinsi Balochistan, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kelompok-militan-sandera-450-penumpang-kereta-di-pakistan/8006695.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kelompok-militan-sandera-450-penumpang-kereta-di-pakistan/8006695.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 22:02:43 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Isu Sosial</category><category>Dunia</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0a00-0242-e188-08dc5ec1c034_cx0_cy6_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Laporan PBB: Hak-hak Perempuan Afghanistan Makin Berkurang</title>
            <description>PBB mengatakan hak-hak perempuan di Afghanistan semakin berkurang di bawah kekuasaan Taliban --  sesuatu  yang menjadi perhatian dunia saat memperingati Hari Perempuan Internasional.


&quot;Setelah tiga setengah tahun di bawah kekuasaan Taliban, rakyat Afghanistan memang menyambut baik tidak adanya konflik dan stabilitas serta kebebasan bergerak yang lebih besar, setidaknya bagi penduduk laki-laki,&quot; kata Roza Otunbayeva, kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA).


Laporan terbaru Sekretaris Jenderal PBB tentang UNAMA mencakup perkembangan sejak Desember lalu termasuk dekrit Taliban baru-baru ini dan dampaknya terhadap hak-hak perempuan dan anak perempuan.




&quot;Ini bukanlah perdamaian yang memungkinkan mereka hidup bermartabat dengan hak asasi manusia yang dihormati dan dengan keyakinan akan masa depan yang stabil,&quot; kata Otunbayeva.


Ia menambahkan bahwa penarikan bantuan internasional berdampak &quot;signifikan&quot; pada rakyat Afghanistan.


&quot;Tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini tidak dapat mengimbangi penurunan bantuan asing dan pertumbuhan populasi,&quot; katanya.


Otunbayeva mengatakan laporan tersebut juga menyoroti situasi hak asasi manusia, dengan mengatakan tidak ada pelonggaran pembatasan signifikan terhadap perempuan, meskipun ada seruan global dan seruan dari banyak warga Afghanistan.  [ab/ka]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-pbb-hak-hak-perempuan-afghanistan-makin-berkurang/8006223.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/laporan-pbb-hak-hak-perempuan-afghanistan-makin-berkurang/8006223.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 07:31:06 +0700</pubDate>
            <category>Asia Pasifik</category><category>Isu Sosial</category><category>Kiprah Perempuan</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/32fc2127-8823-4afd-a706-a2f69c30b6fc_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Dokter: Paus Tak Lagi dalam Bahaya Besar Akibat Pneumonia</title>
            <description>Roma, Italia  — Tim dokter mengatakan pada hari Senin (10/3) bahwa Paus Fransiskus tidak lagi dalam bahaya besar akibat pneumonia yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama hampir sebulan. Tetapi mereka telah memutuskan untuk tetap merawatnya di rumah sakit selama beberapa hari lagi.


Mereka mengatakan bahwa paus berusia 88 tahun itu tetap stabil dan telah mengalami perbaikan dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dipastikan oleh tes darah dan respons positif terhadap perawatan obat.


Vatikan mengatakan para dokter telah mencabut prognosis &quot;waspada&quot; mereka sebelumnya, yang berarti mereka memastikan bahwa ia tidak lagi dalam bahaya besar akibat infeksi pernapasan awal yang dideritanya pada tanggal 14 Februari. Namun, kehati-hatian mereka tetap ada.


Sebagai tanda kesehatannya membaik, Fransiskus mengikuti retret rohani Vatikan selama seminggu melalui video konferensi pada hari Senin dalam sesi pagi dan sore.




Paus, yang menderita penyakit paru-paru kronis dan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru ketika masih muda, menderita bronkitis parah saat dirawat di rumah sakit bulan lalu. Infeksi tersebut berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang kompleks dan pneumonia ganda yang telah membuat Fransiskus absen selama periode terpanjang dari 12 tahun masa kepausannya dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depannya.


Pada hari Kamis, Vatikan akan memperingati ulang tahun ke-12 keterpilihan Fransiskus sebagai  Paus tanpa kehadirannya secara langsung.


Fransiskus terpilih sebagai Paus ke-266, Paus Jesuit pertama dan yang pertama dari Amerika Latin pada tanggal 13 Maret 2013, setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI. [ab/ka]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/dokter-paus-tak-lagi-dalam-bahaya-besar-akibat-pneumonia/8006222.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/dokter-paus-tak-lagi-dalam-bahaya-besar-akibat-pneumonia/8006222.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 07:27:14 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Religi</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/5b3060ae-b036-4ea7-0a17-08dd5c8d307c_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Kematian Tragis Remaja Penduduk Asli Amerika Picu Kemarahan</title>
            <description>Phoenix, Arizona  — Kematian tragis Emily Pike menimbulkan perasaan campur aduk, dari kesedihan hingga kemarahan. Kasus itu menyoroti krisis yang telah sejak lama menyelimuti komunitas penduduk asli Amerika, di mana sejumlah orang telah dibunuh atau hilang.


Dalam kasus Emily Pike, remaja San Carlos Apache ini menghilang dari rumah komunitasnya di pinggiran kota Phoenix pada akhir Januari. Pihak berwenang mengunggah fotonya di media sosial dan mengatakan ia hilang, kemungkinan besar melarikan diri dari rumah. Hampir sebulan kemudian, para deputi sheriff di wilayah tetangga melaporkan telah menemukan dan mengidentifikasi jenazah Pike lebih dari 129 kilometer dari tempat di mana dia terakhir kali terlihat.


Sejak saat itu, berita tentang kematiannya bergema di seluruh Indian Country dan sekitarnya. Kerumunan orang berkumpul di sebuah persimpangan di Mesa, dekat rumah kelompoknya, pada hari Kamis lalu (6/3) untuk menghormati kehidupan Pike dan mendesak perubahan yang dapat membantu meredam tindak kekerasan.


Puluhan orang dari segala usia dan berbagai suku menyaksikan acara peringatan itu melalui proyektor layar lebar. Dengan mengenakan pakaian merah, mereka saling berpelukan, melindungi nyala lilin di malam yang berangin, dan memegang poster bertuliskan &quot;Jangan Ada Lagi Saudara Perempuan yang Diculik&quot; dan &quot;Keadilan untuk Emily Pike.&quot;


Empat sepupu Pike, yang semuanya seusia dengannya, menceritakan kenangan tentang seorang gadis yang mereka kenal sebagai orang yang lucu, baik, dan ceria yang mencintai binatang, K-Pop, dan Roblox. Jadyn Palmer, 15 tahun, mengatakan bahwa dia dan Tyraya Steele, sepupu lainnya yang berusia 15 tahun, tumbuh bersama Pike di kawasan khusus suku Indian San Carlos Apache. Ketiganya adalah trio dan selalu berada di sisi satu sama lain dan tertawa, kata Palmer. Dia mengatakan Pike akan meneleponnya sesekali, dan terakhir kali mereka berbicara hanya beberapa minggu sebelum dia menghilang. Dalam percakapan terakhir mereka, Pike mengatakan dia akan kembali ke kawasan itu dalam waktu satu bulan. Palmer dan Steele menjadi bersemangat tentang perjalanan yang ingin mereka rencanakan.




Para pendukung mengatakan krisis ini bermula dari penjajahan dan pemindahan paksa, yang meminggirkan masyarakat pribumi dengan menghapus budaya dan identitas mereka. Dana yang terbatas, kurangnya staf di departemen kepolisian setempat, dan aturan main yang menghalangi pihak berwenang untuk bekerja sama hanya memperburuk masalah ini.


Kematian Emily Pike Menarik Perhatian Luas di Media Sosial


Kasus Pike telah menarik perhatian di media sosial. Beberapa orang telah membagikan foto diri mereka sendiri dengan mulut mereka ditutupi dengan cetakan tangan merah yang telah menjadi lambang gerakan untuk mengakhiri kekerasan. Unggahan itu menyertakan tagar #NoMoreStolenSisters, #SayHerName, dan #JusticeforEmily.


Di Wisconsin, pihak penyelenggara merencanakan acara peringatan dengan menyalakan lilin. Selebaran di Colorado menganjurkan orang-orang untuk mengenakan pakaian merah. Daisy Bluestar, anggota suku Southern Ute di “Gugus Tugas Keluarga Adat yang Hilang &amp; Dibunuh” di Colorado, mengunggah video tentang Pike. Tim basket putri di Miami High School di Arizona mengenakan kaus bertuliskan &quot;MMIW&quot; dan cetakan tangan merah di bagian belakang. &quot;Kita tidak akan memiliki trio lagi,&quot; kata Palmer kepada kantor berita The Associated Press, dengan suara tercekat meskipun Steele ada di sampingnya.


Kantor Sheriff Gila County mengatakan mayat Pike ditemukan di timur laut Globe, Arizona. Sebagaimana banyak kasus lainnya, penyelidikan kematian Emily Pike melibatkan banyak lembaga. Gila County bekerja sama dengan kepolisian Mesa, Biro Urusan Indian dan Biro Penyidik Federal FBI.




Kepolisian Mesa biasanya tidak menyelidiki laporan pelarian, tetapi institusi itu mencantumkan Pike sebagai orang hilang di halaman Facebook-nya dua hari setelah rumak kelompok tempat tinggal Pike melaporkan bahwa dia hilang. Departemen Keamanan Anak Arizona mengharuskan pemberitahuan status anak hilang dilakukan dalam waktu satu hari setelah menerima informasi tersebut.


Namun menurut Anika Robinson, presiden kelompok advokasi pengasuhan anak nirlaba ASA Now, persyaratan itu tidak berlaku untuk layanan sosial suku. Pike berada dalam penjagaan Layanan Sosial Suku Apache San Carlos, dan pemimpin kelompok itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, pada saat ia hilang dari rumah kelompok di Mesa. Polisi Mesa melaporkan Pike hilang ke Pusat Informasi Kejahatan Nasional pada malam tanggal 27 Januari. Polisi mengatakan pimpinan kelompok itu yang akan menghubungi pihak yang menyelidiki, dan kemudian akan menghubungi keluarga atau suku Pike.


Dalam sebuah wawancara, ibu Pike, Steff Dosela, mengatakan dia tidak mendengar tentang hilangnya putrinya sampai seminggu kemudian.


Tingkat Penghilangan Paksa dan Pembunuhan Penduduk Asli AS Masih Tinggi


Gubernur Arizona Katie Hobbs pada tahun 2023 membentuk satuan tugas untuk mengidentifikasi kebijakan dalam menangani tingginya tingkat penghilangan dan pembunuhan penduduk asli Amerika. Laporan akhir akan dibuat pada tahun 2026.


Washington, New Mexico, Michigan, Wisconsin, dan Wyoming telah membentuk satuan tugas serupa.


Presiden Donald Trump pada masa jabatan pertamanya telah membentuk satuan tugas pertama di AS untuk mulai menyelidiki masalah ini. Operasi penyelidikan itu disebut “Operasi Lady Liberty.”


Pemerintahan Biden kemudian membentuk unit khusus di dalam Biro Urusan Indian. Sementara kantor-kantor jaksa AS di daerah-daerah penting mulai mencermati kasus-kasus yang belum terpecahkan. Sejumlah pejabat tinggi melangsungkan sesi dengar pendapat di seluruh negeri.


Bulan lalu, pemerintah federal meluncurkan inisiatif untuk membantu memecahkan kasus-kasus orang hilang dan orang tak dikenal. Direktur Eksekutif Koalisi untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan Pribumi, Tiffany Jiron, mengatakan pelatihan penegakan hukum yang lebih komprehensif yang membahas tantangan yurisdiksi, peningkatan pendanaan untuk program suku yang menyediakan tempat berlindung, sumber daya kesehatan mental, dan bantuan hukum bagi keluarga dan penyintas yang terdampak, serta penguatan sistem peringatan merupakan beberapa solusi kebijakan yang harus terus diperjuangkan oleh para aktivis.


“Sebagai masyarakat Pribumi, kami bukan orang yang tidak terlihat,” katanya.


Ia menambahkan, “Kami juga berhak mendapatkan perhatian yang sama dari penegak hukum. Kasus-kasus kami melibatkan orang-orang nyata, keluarga nyata, dan anak-anak nyata.” [em/lt]

</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/kematian-tragis-remaja-penduduk-asli-amerika-picu-kemarahan/8005954.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/kematian-tragis-remaja-penduduk-asli-amerika-picu-kemarahan/8005954.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 06:03:00 +0700</pubDate>
            <category>Amerika Serikat</category><category>Isu Sosial</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/23458efc-1fbb-41cc-a62b-e4a5a9ea2023_cx0_cy1_cw0_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Creative Talk: Musisi M BLOC, Musisi Independen Menembus Industri Musik di Indonesia</title>
            <description>Brian, Virdania, dan Milka, tiga solois yang mengikuti program Emerging Showcase, bercerita bagaimana berkarir menjadi musisi independen dan menciptakan lagu dengan cara yang unik. Ikuti obrolannya bersama host Naratama.

 </description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-creative-talk-musisi-m-bloc-musisi-independen-menembus-industri-musik-di-indonesia/8005418.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-creative-talk-musisi-m-bloc-musisi-independen-menembus-industri-musik-di-indonesia/8005418.html</guid>            
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 00:14:11 +0700</pubDate>
            <category>Creative Talk Podcast</category><category>Audios</category><category>Gaya Hidup</category><author>voaindonesia@voanews.com (Naratama Rukmananda, Tri Yogha Pujalaksono)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/01000000-0aff-0242-1b6c-08dbc447048f_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>Sumber Vatikan: &quot;Terlalu Dini&quot; Bahas Kepulangan Paus</title>
            <description>Vatikan mengatakan Paus menghabiskan malam dengan tenang di kamarnya di lantai 10 RS Gemelli dan menghabiskan siangnya untuk menjalani terapi fisik dan pernapasan.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/sumber-vatikan-terlalu-dini-bahas-kepulangan-paus/8005275.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/sumber-vatikan-terlalu-dini-bahas-kepulangan-paus/8005275.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 10 Mar 2025 22:51:38 +0700</pubDate>
            <category>Eropa</category><category>Kesehatan</category><category>Dunia</category><category>Religi</category><author>voaindonesia@voanews.com (AFP)</author><enclosure url="https://gdb.voanews.com/042d6295-ae86-430d-970b-c599de3a992d_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        <item>
            <title>VOA Plus: Budaya Automotif Unik Komunitas Hispanik di Amerika</title>
            <description>Mengulas budaya unik komunitas keturunan Hispanik di Amerika yang dijadikan cara bagi mereka untuk mengekspresikan dalam masyarakat. Ada pula informasi tentang pelajaran Bahasa Mandarin yang diadakan di kalangan pesantren di Indonesia.</description>
            <link>https://www.voaindonesia.com/a/voa-plus-budaya-otomotif-unik-komunitas-hispanik-di-amerika/8004111.html</link> 
            <guid>https://www.voaindonesia.com/a/voa-plus-budaya-otomotif-unik-komunitas-hispanik-di-amerika/8004111.html</guid>            
            <pubDate>Mon, 10 Mar 2025 12:00:00 +0700</pubDate>
            <category>VOA Plus</category><category>Radio</category><category>Gaya Hidup</category><enclosure url="https://gdb.voanews.com/E53A84E8-E8EE-4550-8ACD-062955D0AD8E_w800_h450.jpg" length="0" type="image/jpeg"/>
        </item>		
        </channel></rss>