Tautan-tautan Akses

Zimbabwe Larang Pengumuman Hasil Tidak Resmi Pilpres


Para pemilih membaca pengumuman yang dipasang di luar sebuah TPS di Harare, Kamis (1/8).

Para pemilih membaca pengumuman yang dipasang di luar sebuah TPS di Harare, Kamis (1/8).

Polisi Zimbabwe memperingatkan mereka akan menangkap siapapun yang mengeluarkan hasil tidak resmi hasil penghitungan suara pemilihan presiden yang baru saja berlangsung.

Pemilu yang baru saja berlangsung di Zimbabwe mengajukan dua kandidat yang bersaing sengit dalam perolehan suara, Presiden Robert Mugabe dan Perdana Menteri Morgan Tsvangirai.

Para pejabat pemilu Zimbabwe mengatakan mereka memperkirakan akan mengumumkan hari Kamis hasil sebagian dari pemilu yang mereka sebut “bebas dan adil.”

Baik Presiden Robert Mugabe maupun Perdana Menteri Morgan Tsvangirai telah menyatakan keyakinan mereka akan memenangkan pemilu presiden hari Rabu. Partai MDC pimpinan Tsvangirai telah menuduh Mugabe mencurangi pemilu tersebut, tuduhan yang telah dibantah presiden itu.

Rita Makarau, ketua Komisi Pemilu Zimbabwe, mengatakan surat suara sedang dihitung dan ia yakin pemilu itu berlangsung adil. Komisi Pemilu mempunyai waktu sampai Senin depan untuk mengeluarkan hasil akhir pemilhan umum tersebut.

Polisi di Zimbabwe telah memperingatkan mereka akan menangkap siapa saja yang mengeluarkan hasil pemilu tidak resmi.

Dalam pemilu yang lalu, organisasi-organisasi pemantau pemilu di Zimbabwe mengeluarkan hasil penghitungan independen yang didasarkan pada hasil setelah penghitungan awal. Tetapi, Rabu malam, polisi berjanji untuk melakukan penindakan yang juga berlaku terhadap media online apabila mereka mengeluarkan hasil pemilu sebelum komisi pemilu melakukannya.

Hanya beberapa jam setelah TPS tutup, tidak jelas apa dampak ancaman polisi itu terhadap organisasi-organisasi masyarakat yang secara tradisional mengumumkan hasil sementara sebelum pemerintah mengeluarkannya.

Mugabe yang berusia 89 tahun dan Perdana Menteri Tsvangirai yang berusia 61 tahun merupakan calon-calon utama dalam pemilihan dengan lima calon itu, yang diperkirakan akan mengakhiri pemerintahan yang berbagi kekuasaan rapuh yang dengan terpaksa dibentuk oleh kedua calon utama tahun 2009.
XS
SM
MD
LG