Tautan-tautan Akses

Yunani Lantik Perdana Menteri Sementara


Perdana Menteri Sementara Yunani, Lucas Papademos, di istana kepresidenan usai pertemuan dengan Pemimpin Politik Yunani di Athena (10/11).

Perdana Menteri Sementara Yunani, Lucas Papademos, di istana kepresidenan usai pertemuan dengan Pemimpin Politik Yunani di Athena (10/11).

Yunani akan melantik Lucas Papademos, Jum’at (11/11) sebagai Perdana Menteri Sementara menggantikan George Papandreou hingga pelaksanaan pemilihan umum mendatang.

Lucas Papademos, Perdana Menteri Sementara Yunani mengatakan negaranya kini berada di persimpangan penting dan bahwa tidak akan mudah menyelesaikan masalah besar yang dihadapi ekonomi Yunani.

Para pemimpin politik Yunani yang berseteru hari Kamis mengangkat Lucas Papademos, mantan wakil presiden Bank Sentral Eropa, untuk menjadi pemimpin sementara negara itu hingga pemilu nasional yang kemungkinan akan diselenggarakan tahun depan. George Papandreou, perdana menteri yang mengundurkan diri, menyerahkan kepada Lucas Papademos tanggungjawab untuk melaksanakan langkah-langkah penghematan yang tidak populer di Yunani.

Lucas Papademos, yang akan dilantik hari Jum’at (11/11) mengatakan arah yang akan ditempuh tidak mudah. Tetapi ia mengatakan penggunaan mata uang euro merupakan jaminan stabilitas moneter dan bahwa Yunani harus optimistis tentang hasil akhirnya jika mereka tetap bersatu.

Ekonom lulusan Amerika itu tidak pernah mencalonkan diri dan dipandang sebagai sosok yang tidak memihak partai mana pun juga. Para analis mengatakan ia punya koneksi banyak di hampir semua ibukota Eropa.

Pengangkatannya terjadi sewaktu Uni Eropa menyuarakan keprihatinan baru tentang ekonomi benua itu, dengan mengatakan Eropa dapat jatuh ke dalam resesi yang dalam dan berkepanjangan.

Olli Rehn, Komisioner Urusan Ekonomi Uni Eropa mengatakan pertumbuhan telah terhenti di Eropa dan ada resiko terjadinya resesi baru.

Uni Eropa memperkirakan pertumbuhan ekonomi di ke-17 negara zona euro hanya akan mencapai lima per sepuluh persen tahun depan, anjlok dari proyeksi sebelumnya yaitu sebesar 1,8 persen.

XS
SM
MD
LG