Tautan-tautan Akses

Yordania Pelopori Upaya Baru Proses Perdamaian Timur Tengah

  • Robert Berger

Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara pada Sidang Umum PBB (foto: dok). Abbas mengingatkan waktu bagi perundingan damai Israel-Palestina makin habis.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara pada Sidang Umum PBB (foto: dok). Abbas mengingatkan waktu bagi perundingan damai Israel-Palestina makin habis.

Setelah terhenti sekian lama, Yordania memelopori upaya baru menggerakkan kembali proses perdamaian Timur Tengah dengan menjadi tuan rumah pertemuan perunding Israel dan Palestina.

Untuk pertama kali dalam lebih dari setahun para perunding utama Israel dan Palestina hari Selasa bertemu di Amman, Yordania. Walaupun bukan untuk perundingan resmi, para pejabat akan mengusahakan rumus untuk membuka kembali pembicaraan damai yang selama ini macet, karena berlangsungnya pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Para perunding akan bertemu dengan delegasi Kuartet Penengah Timur Tengah yang terdiri dari Amerika, PBB, Uni Eropa dan Rusia. Kuartet memberi waktu sampai tanggal 26 Januari kepada Israel dan Otoritas Palestina untuk mengajukan usul tentang soal wilayah dan keamanan yang dapat merintis jalan untuk membuka kembali pembiaraan damai. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa waktu semakin habis.

Mahmoud Abbas juga mengingatkan, jika batas waktu Januari itu tidak terpenuhi maka Kuartet telah gagal dan Palestina akan bertindak sesuai keadaan. Ia menambahkan, meskipun menentang kekerasan namun suara-suara semakin santer di kalangan bangsa Palestina untuk melancarkan pemberontakan yang ketiga terhadap Israel.

Hal yang menjadi ganjalan utama masih tetap: yaitu Palestina mengatakan pihaknya tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum Israel menghentikan semua pembangunan permukiman.

Pemerintah Israel menolak permintaan ini. Menteri kabinet Israel, Yuval Steinitz mengatakan, Israel selamanya mendukung pembukaan kembali pembicaraan damai tetapi tanpa prasyarat.

Namun demikian, kedua pihak tetap menyambut baik pertemuan di Yordania dengan mengatakan mereka siap memberi kesempatan bagi perdamaian. Tetapi, jurang perbedaan antara keduanya masih tetap lebar sehingga harapan dapat dicapai suatu terobosan masih tetap kecil.

XS
SM
MD
LG