Tautan-tautan Akses

Yoga Bisa Ringankan Sebagian Gejala Menopause


Melakukan latihan relaksasi dengan beryoga bisa mengurangi insomnia yang dirasakan perempuan yang memasuki fase menopause (foto: ilustrasi).

Melakukan latihan relaksasi dengan beryoga bisa mengurangi insomnia yang dirasakan perempuan yang memasuki fase menopause (foto: ilustrasi).

Kursus yoga 12-minggu dan berlatih di rumah bisa mengurangi insomnia yang dirasakan banyak perempuan yang memasuki fase menopause.

Namun, latihan relaksasi dengan yoga itu tidak secara signifikan mengurangi ruam dan keringat pada malam hari, dua keluhan umum lainnya yang dialami perempuan pada akhir masa subur.

Percobaan yang dilakukan beberapa institusi itu merekrut hampir 250 perempuan sehat, yang sebelumnya jarang berolahraga, untuk mempelajari apakah yoga dan pendekatan alami lainnya bisa membantu mengurangi keluhan menopause. Selain yoga, peneliti juga membandingkan latihan aerobik moderat dan potensi manfaat dari suplemen minyak ikan.

Yoga dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik dan kurangnya depresi, tetapi tidak ada perbaikan yang signifikan secara statistik dalam gejala ruam dan keringat pada malam hari di kalangan perempuan dalam kelompok yoga itu. Sebagai perbandingan, latihan aerobik moderat sedikit meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi depresi. Asam lemak omega-3 dalam minyak ikan tidak terkait dengan pengurangan gejala menopause.

Temuan ini merupakan bagian dari uji coba Amerika yang disebut "Strategi Menopause: Mencari Jawaban Abadi bagi Gejala dan Studi Kesehatan," mencari alternatif bagi terapi hormon tambahan.

Terapi pengganti hormon, atau HRT, saat ini merupakan satu-satunya pengobatan yang disetujui untuk meredakan gejala menopause. Namun peneliti Katherine Newton dari Group Health di Seattle, Washington mencatat hanya sedikit perempuan yang memilih melakukan HRT. Jadi, para peneliti sedang mencari alternatif yang sehat untuk mengurangi keluhan menopause.
XS
SM
MD
LG