Tautan-tautan Akses

Yoga Hibrida Fokus pada Pelatihan Otot


Peserta kelas yoga massal di New York, 2012. Saat ini ada bentuk yoga yang dinamai DDP dan lebih fokus pada kalistenik dan teknik rehabilitasi. (Foto: Dok)

Peserta kelas yoga massal di New York, 2012. Saat ini ada bentuk yoga yang dinamai DDP dan lebih fokus pada kalistenik dan teknik rehabilitasi. (Foto: Dok)

Bentuk yoga yang dinamai DDP menggabungkan latihan kekuatan tubuh (kalistenik) dan teknik rehabilitasi dengan pose-pose tradisional.

Suatu bentuk yoga yang menggabungkan latihan kekuatan tubuh (kalistenik) dan teknik-teknik rehabilitasi meningkat popularitasnya di Amerika Serikat.

Para ahli kebugaran mengatakan bahwa Yoga DDP mungkin kurang memiliki manfaat relaksasi dari praktik yoga yang lebih tradisional, namun ia dapat menjadi latihan olahraga yang seimbang dan efektif.

Shirley Archer, seorang juru bicara Dewan Olahraga Nasional, mengatakan Yoga DDP menampilkan postur-postur yoga dalam format non-tradisional.

"Gayanya berorientasi pada latihan petarung," ujar ahli kebugaran dari Singer Island, negara bagian Florida itu.

Program tersebut menggabungkan semua aspek dari latihan kardiologi, kekuatan dan ketahanan otot, kelenturan dan keseimbangan namun tidak menyertakan manfaat meditatif atau relaksasi dari yoga tradisional.

"Jika Anda tidak memasukkan aspek meditatif dari yoga", ujar Archer, "manfaat penyeimbangan sistem syaraf dan pendorongan perbaikan menjadi hilang."

Pegulat profesional Diamond Dallas Page mengatakan ia mengembangkan DDP untuk orang-orang yang tidak senang melakukan praktik pikiran-tubuh tradisional.

"Pada akhir 1999 saya mengalami cedera punggung parah," ujar Page, juara tiga kali kompetisi gulat dunia (WCW).

"Istri saya menyarankan yoga dan saya pikir, 'Itu untuk perempuan.' Tapi saya mencobanya dan terpukau dengan bagaimana praktik itu telah membantu saya."

Yoga DDP menggabungkan postur-postur tradisional yoga dengan apa yang Page sebut "teknik rehabilitasi dan kalistenik yang sudah lama ada." Di tengah kelas, ia akan melakukan satu set pushup dalam situasi yang dibuat seperti sedang latihan militer.

Postur-postur yang dilakukan mirip dengan apa yang ada di kelas-kelas yoga namun Page memadankan nama-nama gerakan dalam bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Inggris.

Pose bulan sabit dalam yoga, misalnya, dinamai superstar, sementara pose berdiri atau gunung, disebut "touchdown" dan pose bayi diganti menjadi zona keamanan.

"Ada perbedaan dalam nuansa dan perilaku," ujar Page, yang telah mengadakan lokakarya di seluruh Amerika dan akan membawa Yoga DDP ke Skotlandia pada bulan Juni. Ia juga akan mempraktikkan latihan ini bersama pasukan AS di Irak dan Afghanistan.

Terri Lange, seorang pensiunan perawat berusia 61 tahun, mempraktikkan baik yoga tradisional dan Yoga DDP.

"Saya cinta kelenturan yang diberikan yoga. Menurut saya yoga membuat awet muda," ujar Lange, warga Woodstock, Georgia.

Namun ia mengatakan menyukai Yoga DDP untuk tambahan gerakan kardio dalam latihannya.

"Yoga tradisional lebih sunyi. Dalam Yoga DDP ada teriakan-teriakan perintah dan latihan dengan tenaga besar," ujarnya.

Archer yakin jika Yoga DDP menarik pria yang tidak aktif, maka itu adalah bonus.

"Karena program ini tidak memiliki komponen spiritual, ia menarik orang-orang yang mungkin tidak tertarik pada yoga yang lebih tradisional," ujarnya.

Lange mengatakan ada perasaan berbeda yang diberikan oleh Yoga DDP yang membuat tertarik pria-pria yang tidak ingin "masuk ke dalam studio yoga dengan celana ketat."

"Ini adalah cara agresif melakukan yoga," ujarnya. (Reuters)
XS
SM
MD
LG