Tautan-tautan Akses

Yanukovych Klaim Dirinya Tetap Presiden Ukraina


Presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovych mengatakan bahwa dirinya tetap Presiden yang sah Ukraina, Selasa (11/3).

Presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovych mengatakan bahwa dirinya tetap Presiden yang sah Ukraina, Selasa (11/3).

Presiden Ukraina yang terguling, Viktor Yanukovych, hari Selasa (11/3) mengatakan bahwa dirinya tetap Presiden yang sah dan komandan militer tertinggi negara itu.

Presiden tersingkir Ukraina Viktor Yanukovych hari Selasa (11/3) menyalahkan lawan-lawannya atas tindakan Krimea untuk memisahkan diri dari Ukraina dan mengatakan ia masih tetap presiden dan panglima tertinggi negara itu.

Yanukovych berbicara dari Rostov-on-Don di Rusia dalam penampilan publiknya yang kedua sejak melarikan diri dari Kyiv bulan lalu setelah demonstrasi anti pemerintah merebak selama berbulan-bulan.

Pemimpin tersingkir itu mengecam pemerintah interim Ukraina sebagai “ekstremis” dan menyebut rencana pemerintah interim mengadakan pemilu tanggal 15 Mei “tidak sah” dan “ilegal”.

Ia juga menyalahkan pemerintah interim itu atas ketegangan di Krimea dan tempat-tempat lainnya di Ukraina selatan dan timur.

Yanukovych melontarkan kata-kata keras kepada Amerika dan tawaran jaminan kredit satu miliar dolar kepada pemerintah interim Ukraina dengan mengatakan pemerintah Amerika tidak berhak “memberi uang kepada para bandit”.

Sementara itu DPRD Krimea hari Selasa mengesahkan “deklarasi kemerdekaan” dengan mengatakan semenanjung itu akan mengumumkan diri sebagai negara jika penduduk Krimea hari Minggu memilih kawasan itu bergabung dengan Rusia sebagai salah satu republik Rusia. Pemerintah nasional Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa seluruh warga Ukraina harus memberikan suara dalam referendum untuk memungkinkan Krimea bergabung dengan Rusia.

Presiden interim Oleksandr Turchynov mengumumkan pembentukan Garda Nasional baru sebagai tanggapan atas konflik dengan Rusia. Para pemimpin interim Ukraina menyalahkan salah urus pemerintahan Viktor Yanukovych atas lemahnya pasukan Ukraina. Pemerintah interim mengatakan Ukraina saat ini hanya memiliki sekitar 6.000 tentara siap tempur.

Rusia dan pihak Barat terlibat kebuntuan terkait pengambilalihan semenanjung Ukraina oleh pasukan pro Rusia. Krisis di Krimea berawal bulan lalu setelah Yanukovych tersingkir.

Menlu Amerika John Kerry hari Selasa berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengenai situasi yang berlangsung di Ukraina.

Juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan Kerry mengatakan kepada Lavrov bahwa adalah “tidak bisa diterima” pasukan Rusia dan “kawanan bersenjata” terus mencampuri urusan Ukraina. Kerry mengatakan Amerika menghormati fakta bahwa Rusia punya kepentingan di Krimea tapi menambahkan hal itu tidak membenarkan intervensi militer di kawasan itu terutama penggunaan kekerasan.

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius hari Selasa mengatakan kepada Inter Radio Perancis, pihak Barat bisa memberlakukan sanksi terhadap Rusia sedini minggu ini jika Rusia tidak menanggapi secara positif proposal untuk meredakan krisis di Krimea.
XS
SM
MD
LG