Tautan-tautan Akses

Yahudi Ultra-Ortodoks Serang Pawai Gay di Yerusalem


Yahudi Ultra-Ortodoks Yishai Schlissel di tengah pawai Gay Pride di Yerusalem, sebelum menarik pisau dari dalam mantelnya dan menikami orang-orang (30/7). (AP/Sebastian Scheiner)

Yahudi Ultra-Ortodoks Yishai Schlissel di tengah pawai Gay Pride di Yerusalem, sebelum menarik pisau dari dalam mantelnya dan menikami orang-orang (30/7). (AP/Sebastian Scheiner)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta para pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks mengutuk penikaman tersebut.

Seorang Yahudi Ultra-Ortodoks menikam enam orang, dua diantaranya sekarang dalam keadaan kritis, dalam pawai 'Gay Pride' hari Kamis (30/7) di Yerusalem.

Para saksi mengatakan si penikam, Yishai Schlissel, melompat dari khalayak ramai dan mulai menikami orang walaupun banyak polisi yang hadir. Polisi Israel mengatakan Schlissel dibebaskan dari penjara baru tiga minggu lalu karena serangan pisau serupa terhadap pawai gay tahun 2005.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji keadilan akan ditegakkan.

“Di negara Israel, kebebasan perorangan untuk memilih adalah satu nilai negara yang paling mendasar,” katanya. “Kitalah yang memastikan bahwa setiap laki-laki dan perempuan dapat hidup dengan aman sepanjang waktu dengan cara apapun yang mereka pilih untuk hidup.”

Politisi lain Israel dan pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks juga mengutuk penikaman itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG