Tautan-tautan Akses

WikiLeaks Bocorkan 3 Pidato Hillary Clinton di Wall Street


Capres partai Demokrat Hillary Clinton, didampingi mantan Wapres AS Al Gore (kiri) berbicara dalam acara kampanye di Miami, Florida (11/10).

Capres partai Demokrat Hillary Clinton, didampingi mantan Wapres AS Al Gore (kiri) berbicara dalam acara kampanye di Miami, Florida (11/10).

WikiLeaks hari Sabtu (15/10) merilis tranksrip tiga pidato yang disampaikan oleh Capres AS Hillary Clinton di hadapan para eksekutif Goldman Sachs pada tahun 2013.

WikiLeaks telah merilis tranksrip tiga pidato yang disampaikan Hillary Clinton di hadapan para eksekutif Goldman Sachs tahun 2013, bersama komentar-komentar oleh tim kampanyenya tentang bagaimana mengatasi isu-isu kampanye yang sulit ini.

WikiLeaks telah merilis bahan-bahan yang diretasnya dari akun email manajer kampanye Clinton – John Podesta – pekan lalu.

Menurut email-email itu, sejumlah staf Clinton mengkhawatirkan potensi masalah – termasuk pernyataan Clinton pada para eksekutif bank yang menjadi “faktor politik” lolosnya undang-undang tentang reformasi perbankan, dan juga pernyataan Clinton yang mengatakan bahwa orang-orang dalam industri perbankan tahu isu-isu regulasi lebih baik dibanding siapa pun.

Dinilai Terlalu Dekat dengan Wall Street, Clinton Dikecam

Clinton telah dikritisi sejumlah tuduhan dari pesaing terdekatnya dalam Partai Demokrat – yaitu Senator Bernie Sanders – dan para pengecam lain yang menilainya terlalu dekat dengan Wall Street dan para elit keuangan.

Email lainnya berisi seruan tentang bagaimana ia seharusnya lebih mendekatkan diri dengan kelompok kelas pekerja dengan menghabiskan waktu selama satu hari bersama para pembersih hotel atau pekerja di tempat-tempat penitipan anak. Seorang tokoh kunci Clinton – mantan gubernur Michigan Jennifer Granholm –mengatakan kepada seorang pembantu Clinton bahwa jika ia melakukan hal itu maka “pendukung kita di Partai Demokrat akan langsung berpihak pada kita”.

Trump Usulkan Uji Kesehatan bagi Capres Sebelum Debat Terakhir

Sementara itu calon presiden Partai Republik Donald Trump mengatakan bahwa Clinton mungkin di bawah pengaruh obat dalam debat hari Minggu lalu (9/10) dan menyarankan supaya kedua calon presiden menjalani uji narkoba sebelum debat terakhir hari Rabu mendatang (19/10).

“Kita seperti atlet khan?, ujar Trump kepada para hadirin dalam kampanyenya hari Sabtu (15/10). “Saya bersedia melakukannya”.

Trump juga menuduh media mempengaruhi pemilu presiden 8 November mendatang supaya lebih berpihak pada Clinton, sementara ia sendiri berupaya menyangkal berbagai tuduhan pelecehan seksual yang dilakukannya pada sejumlah perempuan.

“Ini semua tuduhan palsu, tidak ada saksi atau apapun”, ujar Trump dalam kampanye di Portsmouth, New Hampshire.

Trump Kembali Tweet Kecam Clinton

Sabtu pagi Trump memasang pesan di Twitter-nya “Hillary Clinton seharusnya diadili dan dipenjara. Sebaliknya ia malah bertarung dalam pemilu yang tampaknya diwarnai kecurangan”.

Trump telah berulangkali mengatakan bahwa Clinton seharusnya dipenjara karena menggunakan server email pribadi ketika menjabat sebagai menteri luar negeri. Setelah melakukan penyelidikan, Direktur FBI James Comey Juli lalu mengumumkan bahwa tuntutan terhadap Clinton tidak tepat.

Pernyataan terbaru Trump itu disampaikan sehari setelah dua lagi perempuan menuduh bahwa bilyuner real-estate itu melakukan tindakan-tindakan seksual yang tidak diinginkan terhadap mereka. [em]

XS
SM
MD
LG