Tautan-tautan Akses

WHO Serukan Pengobatan Dini untuk Semua Pasien HIV


Seorang pria berjalan melewati spanduk "World AIDS Day" di Johannesburg, Afrika Selatan, 1 Desember 2014 (Foto: dok).

Seorang pria berjalan melewati spanduk "World AIDS Day" di Johannesburg, Afrika Selatan, 1 Desember 2014 (Foto: dok).

WHO merekomendasikan bahwa semua orang – tidak hanya pria homoseksual -- yang beresiko besar tertular virus itu harus mendapat akses ke tindakan pencegahan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, siapapun yang terbukti positif tertular HIV, virus penyebab AIDS, harus segera diberi pengobatan anti-retrovirus. WHO mengumumkan pedoman baru penanggulangan HIV/AIDS itu hari Rabu (30/9).

WHO menyatakan, uji-uji klinik mengukuhkan bahwa perlakuan dini pengobatan anti-retrovirus (ART) mempertahankan hidup para pengidap HIV, membuat mereka lebih sehat dan menurunkan resiko penularan virus itu ke pasangan mereka.

Badan PBB itu sebelumnya menganjurkan agar pasien HIV diobati setelah jumlah sel kekebalan mereka jatuh hingga batas tertentu.

WHO mengatakan, rekomendasi baru itu meningkatkan jumlah orang yang layak mendapatkan ART dari 28 juta orang saat ini menjadi 37 juta orang yang terbukti mengidap HIV di berbagai penjuru dunia.

Juga hari Rabu, WHO merekomendasikan bahwa semua orang – tidak hanya pria homoseksual yang beresiko besar tertular virus itu harus mendapat akses ke tindakan pencegahan.

Badan PBB itu mengatakan, perluasan akses ke pengobatan HIV merupakan fokus dalam serangkaian target yang ditujukan untuk menghentikan wabah AIDS sebelum tahun 2030. Target-target itu mencakup 90 persen pengidap HIV mengetahui status mereka; 90 persen dari jumlah yang mengetahui status mereka itu mendapatkan pengobatan anti-retrovirus; dan 90 persen yang menjalani pengobatan mendapati bahwa virus itu tidak lagi terdeteksi pada darah mereka.

WHO mengatakan memperluas pengobatan dan pencegahan penularan HIV bisa mencegah munculnya 21 hingga 28 juta kasus baru HIV sebelum tahun 2030. [ab]

XS
SM
MD
LG