Tautan-tautan Akses

WHO: Penyebaran Ebola di Afrika Melambat


Petugas kesehatan membersihkan bekas tempat jenazah seorang pria yang meninggal akibat ebola di pusat perawatan ebola di Monrovia, Liberia (28/11).

Petugas kesehatan membersihkan bekas tempat jenazah seorang pria yang meninggal akibat ebola di pusat perawatan ebola di Monrovia, Liberia (28/11).

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) hari Senin (1/12) mengatakan, penyebaran penyakit Ebola yang telah menewaskan lebih dari 6.000 orang di Afrika Barat, melambat.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengatakan usahanya mengisolasi dan mengobati 70 persen penderita di Liberia, Sierra Leone dan Guinea sebelum 1 Desember sebagian besar berhasil.

Asisten Direktur Jenderal WHO, Bruce Aylward kepada wartawan di Jenewa mengatakan akibatnya kesenjangan antara penyakit dan usaha penanganannya mulai mengecil. Tetapi ia menambahkan masih banyak yang perlu dilakukan sebelum salah satu dari ketiga negara itu bisa dinyatakan bebas penderita Ebola.

PBB dua bulan lalu meluncurkan program untuk memastikan bahwa setidaknya 70 persen korban Ebola dikuburkan dengan aman, dan 70 persen orang yang diduga menderita Ebola ditempatkan dalam isolasi.

Aylward mengatakan, meskipun ada kemajuan itu, orang masih perlu menyesuaikan perilaku, termasuk mencuci tangan dan menggunakan ember klorin untuk membersihkan kaki mereka dari kuman.

WHO hari Senin (1/12) merevisi jumlah korban tewas untuk wilayah itu, dengan mengatakan sekitar 1.000 kematian di Liberia telah keliru dilaporkan sebagai terkait Ebola.

Akhir November, WHO mengatakan hanya Guinea yang berhasil memenuhi target pengendalian penyakit yang cepat menular itu. Menurut WHO, tingkat kematian rata-rata akibat tertular Ebola adalah 50 persen.

XS
SM
MD
LG