Tautan-tautan Akses

WHO Desak Pengobatan Percobaan Dilakukan untuk Pasien Ebola


Seorang petugas medis menyemprot mayat seorang pria yang dicurigai sekarat akibat virus Ebola, dengan cairan diinfektan kimia di Monrovia, Liberia, Kamis, 4 September 2014.

Seorang petugas medis menyemprot mayat seorang pria yang dicurigai sekarat akibat virus Ebola, dengan cairan diinfektan kimia di Monrovia, Liberia, Kamis, 4 September 2014.

WHO mengatakan pihaknya akan mempercepat pengerahan pengobatan percobaan dari virus Ebola sementara angka kematian dari epidemi itu di Afrika Barat telah mencapai lebih dari 2000 korban tewas.

WHO mengatakan Jumat, darah mereka yang sembuh bisa dipakai segera untuk mengobati mereka yang terinfeksi dengan virus itu. Studi menunjukkan transfusi darah dari mereka yang sembuh dari Ebola bisa membantu pasien yang masih mengidap penyakit itu.

Badan itu juga mengatakan dua vaksin yang menjanjikan untuk Ebola akan diprioritaskan untuk pengembangan klinis dan bisa tersedia pada akhir tahun ini. Asisten Direktur Jendral WHO Marie Paule Kieny mengatakan uji preliminer dari vaksin akan selesai pada November.

Sebelumnya Jumat, sebuah laporan situasi dari WHO mengatakan perebakan Ebola mengalami eskalasi di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Laporan itu mengatakan Liberia menyaksikan lebih dari 200 kasus Ebola baru per minggu, sementara Sierra Leone 150, dan Guinea lebih dari 100.

WHO menghitung jumlah kasus di ketiga negara itu sedikit dibawah 4000, meskipun pejabat kesehatan mengatakan angka sebenarnya lebih tinggi.

XS
SM
MD
LG