Tautan-tautan Akses

WHO Akui Terlambat Tanggulangi Ebola

  • Lisa Schlein

Margaret Chan, direktur jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Margaret Chan, direktur jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO).

WHO terus dikritik karena respon yang lambat dan mengabaikan peringatan-peringatan dari organisasi-organisasi seperti Dokter Tanpa Batas mengenai skala wabah Ebola di Afrika Barat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengaku terlalu lambat dalam menanggulangi krisis Ebola di Afrika Barat, membuat epidemi penyakit itu tak terkendali.

Para ahli kesehatan di seluruh dunia sedang memperdebatkan langkah-langkah untuk mereformasi respon lembaga tersebut terhadap situasi darurat kesehatan masyarakat global dalam sesi satu hari khusus mengenai Ebola.​

WHO terus dikritik atas tanggapannya yang lambat dan mengabaikan peringatan-peringatan dari organisasi-organisasi seperti Dokter Tanpa Batas mengenai skala wabah Ebola di Afrika Barat.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan mengakui pada delegasi-delegasi yang menghadiri sesi khusus Ebola bahwa lembaganya tidak merespon dengan gencar seperti seharusnya.

"Dunia, termasuk WHO, terlalu lambat untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ebola adalah tragedi yang mengajarkan pada dunia, termasuk WHO, banyak pelajaran mengenai bagaimana mencegah peristiwa serupa terjadi di masa depan... Jangan pernah lagi dunia terkejut dan tidak siap," ujar Chan.

WHO mengatakan Ebola telah menewaskan lebih dari 8.600 nyawa dan menginfeksi lebih dari 21.700 orang, terutama di Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

Virus mematikan itu beredar selama tiga bulan sebelum didiagnosa pada akhir Maret 2014 di Guinea. Pada saat itu, Afrika Barat sudah dihantam wabah Ebola terburuk dan paling kompleks sepanjang sejarah.

​Utusan Khusus PBB untuk Ebola, David Nabarro mengatakan, sistem PBB harus disiapkan untuk merespon secara cepat dan teknik-teknik kesehatan masyarakat dasar harus diadopsi.

"Pengalaman saya sampai saat ini menunjukkan bahwa agar berhasil dengan baik, respon-respon harus strategis, kuat dan cepat. Mereka harus didasarkan pada peran-peran dan tanggung jawab yang sudah diatur sebelumnya dan mereka harus menggunakan sistem-sistem yang sudah mapan," ujar Nabarro.

"Sangat sulit membentuk cara-cara bekerja yang baru dari nol di tengah situasi darurat dan kita mengalaminya pada wabah terakhir ini," tambahnya.

Nabarro mengatakan masyarakat lokal harus ada di pusat tanggap darurat kesehatan,dan otoritas nasional yang berwenang atas respon ini dan koordinasi adalah vital bagi upaya-upaya internasional untuk mencegah pandemi.

WHO mengatakan wabah Ebola menyoroti keperluan membangun kembali dan memperkuat kesiapan dan tanggap darurat nasional dan internasional.

XS
SM
MD
LG