Tautan-tautan Akses

WHO akan Sediakan Vaksin Demam Kuning Darurat


Seorang periset tengah mengamati nyamuk Aedes aegypti dalam tabung di Institur Biomedical Sciences, Universitas Sao Paulo, Brazil (Foto: dok).

Seorang periset tengah mengamati nyamuk Aedes aegypti dalam tabung di Institur Biomedical Sciences, Universitas Sao Paulo, Brazil (Foto: dok).

Tahap awal gerakan ini akan dimulai bulan Juli, dan akan berfokus pada daerah-daerah di perbatasan yang paling banyak aktivitas dan perdagangannya dalam upaya mencegah penyebaran internasional demam kuning.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan meluncurkan gerakan vaksinasi darurat untuk Demam Kuning di perbatasan antara Angola dan Republik Demokratik Kongo, sebut organisasi itu hari Kamis.

WHO menekankan bahwa mencegah penyebaran penyakit itu hingga ke jauh ke luar negeri merupakan prioritas sekarang ini.

Dokter Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO wilayah Afrika mengatakan, sementara WHO bekerjasama dengan mitra-mitra dan para produsen vaksin untuk meningkatkan produksi vaksin dan mengisi lagi cadangan darurat yang sekarang digunakan untuk wabah ini, penting sekali menghentikan penularan, terutama di wilayah-wilayah lintas perbatasan, untuk membuat wabah ini segera diatasi dan dihentikan penyebarannya lebih jauh.

Tahap awal gerakan ini akan dimulai bulan Juli, dan akan berfokus pada daerah-daerah di perbatasan yang paling banyak aktivitas dan perdagangannya dalam upaya mencegah penyebaran internasional demam kuning lebih jauh.

Bekerja di daerah yang membentang sepanjang 75-100 kilometer di perbatasan Angola-Kongo dan menarget daerah-daerah seperti ibukota Kinshasa akan menciptakan penyangga kekebalan untuk mencegah penyebaran internasional virus itu, sebut WHO.

Hingga 13 Juni, tiga negara, China, Kenya dan Kongo, telah melaporkan adanya penderita Demam Kuning yang terkait dengan wabah di Angola.

Sejauh ini, lebih dari 15 juta dosis vaksin Demam Kuning telah dikirim ke Angola dan Kongo. Tetapi kurangnya dana, kebutuhan darurat dan kesulitan memproduksi vaksin itu menyebabkan kelangkaan vaksin yang signifikan.

WHO baru pekan lalu merilis pernyataan bahwa sedikitnya 1/5 dosis dapat digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit itu.

Tiga ratus tiga puluh lima orang telah tewas akibat Demam Kuning di Angola, wabah terburuk penyakit itu dalam beberapa dekade ini. Kongo menyatakan berlangsungnya epidemi Demam Kuning di Kinshasa dan dua provinsi lainnya pada hari Senin, setelah melaporkan 75 orang meninggal dan lebih dari seribu orang diduga mengidap penyakit itu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG