Tautan-tautan Akses

WFP Perlu 92 Juta Dolar untuk Antisipasi Bencana Kelaparan di Sudan Selatan

  • Lisa Schlein

Warga Sudan antri pembagian makanan dari Program Pangan PBB (WFP) di Wanjak di negarabagian Bahr el Ghazal, Sudan selatan (foto: dok).

Warga Sudan antri pembagian makanan dari Program Pangan PBB (WFP) di Wanjak di negarabagian Bahr el Ghazal, Sudan selatan (foto: dok).

Program Pangan PBB atau WFP melaporkan akan meningkatkan operasi bantuan kemanusiaan di Sudan Selatan tahun depan bagi 2.7 juta orang yang terkena dampak kelaparan dan konflik. WFP mengatakan kegagalan panen yang disebabkan rendahnya curah hujan tahun ini memperparah kekerangan pangan di negara yang baru saja merdeka ini.

Perang berkecamuk di sepanjang perbatasan Sudan Selatan dan Sudan. Hal ini menambah penderitaan yang sudah dirasakan hampir delapan juta orang yang tinggal di negara yang baru saja merdeka ini.

Program Pangan PBB (WFP) mengatakan, harga bahan pangan melonjak karena hasil panen yang buruk. Lembaga itu mengatakan perdagangan antara Sudan dan Sudan Selatan terganggu karena penutupan daerah perbatasan. Hal itu diperburuk lagi dengan jumlah pengungsi yang besar yang semakin menguras cadangan pangan negara, yang memang sudah terbatas itu.

Jurubicara WFP, Gaelle Sevenier mengatakan pada VOA kekurangan pangan menyebabkan meningkatnya jumlah anak-anak yang kurang gizi. Jadi sebagai bagian dari peningkatan bantuan, katanya, WFP akan menyediakan bahan makanan yang dilengkapi suplemen bagi satu setengah juta anak lebih, wanita-wanita hamil dan ibu-ibu menyusui.

Ia mengatakan, “WFP sangat prihatin mengenai memburuknya situasi kemanusiaan di Sudan Selatan. Harga pangan dan BBM sangat tinggi disana. Kemiskinan semakin meningkat, situasi semakin tidak aman dan ini mendorong sepertiga dari jumlah penduduk ke jurang kelaparan. Jadi sepertiga dari jumlah penduduk di Sudan Selatan mengalami kelaparan.”

Penilaian yang dilakukan WFP dan Badan Pangan dan Pertanian PBB menemukan 3.7 juta orang di Sudan Selatan mengalami kekurangan pangan dalam skala sedang hingga parah. Angka ini 12 persen lebih besar dibandingkan dengan tahun 2010. Penilaian yang sama memperkirakan defisit gandum nasional tahun 2012 akan mencapai 400.000 metrik ton.

Sevenier mengatakan WFP sudah mulai menyimpan cadangan pangan di Sudan Selatan, sebelum musim hujan pada bulan Maret mendatang.

“Ketika musim hujan tiba, 60 persen wilayah negara ini terputus hubungan. 60 persen dari wilayah negara ini tidak bisa dijangkau. Kita tidak bisa membagikan makanan kepada 60 persen penduduk Sudan Selatan kecuali lewat udara. Kalau kami harus membawa makanan ini dengan pesawat, harganya akan sangat mahal. Jadi kami merencanakan lebih awal. Ada waktu empat bulan lagi untuk membawa sebanyak mungkin makanan ke berbagai tempat," ujar Sevenier.

WFP membutuhkan sekitar 92 juta dolar untuk mengatasi ancaman kelaparan di Sudan Selatan dalam empat bulan pertama tahun 2012. Selain bantuan darurat, WFP juga mendukung program-program lain yang bertujuan membantu masyarakat dan keluarga menjadi lebih mandiri dan produktif.

WFP mengatakan lembaganya juga membangun fondasi bagi proyek-proyek lain yang bertujuan untuk membangun ketahanan jangka panjang.

XS
SM
MD
LG