Tautan-tautan Akses

Stan Wawrinka Tak Kejar Target Peringkat Satu Dunia


Petenis Swiss, Stanislas Wawrinka dengan trophy juara Australia Terbuka saat melakukan konferensi pers di Melbourne, Australia hari Minggu (26/1).

Petenis Swiss, Stanislas Wawrinka dengan trophy juara Australia Terbuka saat melakukan konferensi pers di Melbourne, Australia hari Minggu (26/1).

Meskipun baru menjuarai gelar grand slam Australia Terbuka, petenis Swiss Stanislas Wawrinka belum merasa sejajar dengan para pemain top dunia lainnya.

Hari Senin (27/1), petenis Stan Wawrinka meragukan ia akan meraih prestasi ke tingkat yang sama dengan keempat petenis putra yang mendominasi Grand Slam selama satu dekade terakhir ini, meskipun baru merebut gelar Grand Slam pertama dalam Australia Terbuka di Melbourne sehari sebelumnya.

Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic dan Andy Murray meraih 34 gelar juara dari 35 Grand Slam terakhir, dan walaupun Wawrinka mengalahkan Djokovic dan Nadal dalam dua pertandingan terakhirnya di Melbourne, ia tidak menempatkan dirinya sejajar dengan kedua petenis itu.

Sambil memegang piala Australia Terbuka sehari setelah sesi pemotretan, Wawrinka hari Senin mengatakan ketika “petenis meraih gelar Grand Slam, wartawan berharap kita mengatakan, “Kini saya ingin menjadi petenis nomor satu.”

Namun Wawrinka mengatakan bahwa dirinya tidak merasa seperti itu, dan menambahkan, "Terlalu jauh (menjadi peringkat satu dunia) bagi petenis tingkat saya. Karenanya, itu bukanlah tujuan saya.''

Sementara itu, WTA memindahkan lokasi kejuaraan akhir musimnya dari Istanbul ke Singapura dan akan menampilkan acara itu selama 10-hari dengan musik, hiburan dan simposium tentang tenis.

Berbicara hari Senin menjelang pengumuman resmi peluncuran turnamen itu, ketua WTA Stacey Allaster mengatakan “kita sebenarnya masuk dalam kategori bisnis hiburan dan berupaya memperluas jangkauan'' dan “memperluas basis penggemar kami.”

Acara ini akan diselenggarakan tanggal 17-26 Oktober tahun ini di stadion tertutup Sports Hub Singapura yang berkapasitas 7.500 kursi, dan total hadiah bertambah dari setengah juta dolar menjadi $ 6,5 juta.

Stacey Allaster mengatakan dalam turnamen Singapura WTA akan menambah biaya “300 persen lebih” dibandingkan turnamen sebelumnya.

Singapura terpilih, mengalahkan dua finalis penyelenggara lain: Monterrey di Meksiko, dan Tianjin di Tiongkok.
XS
SM
MD
LG