Tautan-tautan Akses

Wartawan-Wartawan Asing Dibebaskan di Libya


Para wartawan yang bertahan di hotel Rixos, Tripoli akibat terjadi baku tembak hebat di luar hotel (21/8).

Para wartawan yang bertahan di hotel Rixos, Tripoli akibat terjadi baku tembak hebat di luar hotel (21/8).

Sekitar 35 wartawan dibebaskan hari Rabu, setelah ditahan selama sekitar empat hari di dalam Hotel Rixos, di ibukota Tripoli.

Sejumlah wartawan asing yang ditahan oleh pasukan yang loyal kepada pemimpin Libya Moammar Gaddafi secara tiba-tiba dibebaskan. Sekitar 35 wartawan dibebaskan hari Rabu, setelah ditahan selama sekitar empat hari di dalam Hotel Rixos – Tripoli.

Kondisi pembebasan mereka masih belum jelas. Namun hal itu terjadi beberapa saat setelah wakil-wakil Palang Merah Internasional tiba di hotel yang berada di bawah kontrol pasukan pro-Gaddafi.

Koresponden CNN Matthew Chance, seorang dari 35 wartawan yang ditahan dalam kondisi yang menurutnya “mengerikan”. Matthew mengatakan pada CNN, situasi berubah ketika pasukan pro-Gaddafi yang menguasai hotel menyadari rejim pemimpin Libya itu “sudah berakhir”. Para wartawan mengatakan mereka disambut wakil-wakil Palang Merah Internasional di luar hotel, yang membawa mereka ke lokasi lain.

Sebelum mereka dibebaskan, beberapa wartawan telah memasang spanduk di luar jendela hotel mereka, dengan tulisan “TV” dan “jangan tembak”. Mereka mengatakan ada penembak jitu di dekat hotel tersebut. Beberapa wartawan juga mengatakan air bersih dan cadangan pokok lain di hotel itu sudah sangat menipis.

Sementara itu, negara-negara kuat di dunia sedang mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya terkait dengan Libya, di mana Moammar Gaddafi telah kehilangan kendali di ibukota Tripoli, dan kota-kota utama lainnya.

Setelah tumbangnya rezim Gaddafi di Tripoli, negara-negara NATO harus memikirkan langkah berikutnya bagi Libya pasca Gaddafi.

Setelah tumbangnya rezim Gaddafi di Tripoli, negara-negara NATO harus memikirkan langkah berikutnya bagi Libya pasca Gaddafi.

Amerika mengatakan akan memberlakukan sebuah resolusi di Dewan Keamanan PBB hari Rabu, yang akan mencairkan sekitar 1,5 milyar aset Libya bagi kebutuhan kemanusiaan. Aset-aset tersebut diblokir lewat sanksi-sanksi PBB sebelumnya.

Perancis mengatakan pihaknya bekerjasama dengan sekutu-sekutu di Dewan Keamanan PBB untuk membebaskan aset-aset Libya, sementara Inggris mengatakan sedang mencari cara untuk membantu Libya.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev secara terpisah hari Rabu mengatakan negaranya akan mempertimbangkan menjalin hubungan dengan pasukan anti-Gaddafi. Dalam komentar publik pertamnya sejak para pemberontak menguasai Tripoli, Presiden Medvedev mengatakan Rusia mungkin akan melakukan hal tersebut jika kelompok itu dapat “menyatukan negara tersebut”.

Para pejabat Nikaragua hari Selasa mengatakan negara mereka mempertimbangkan untuk menawarkan suaka kepada Moammar Gaddafi, tetapi ia belum mengajukan permintaan semacam itu.

Pemerintah Tiongkok hari Selasa juga mengatakan pihaknya meminta PBB untuk memimpin upaya-upaya pasca konflik untuk menciptakan ketertiban di Libya. Menteri Luar Negeri Tiongkok Yang Jiechi mendesak Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk memainkan peran utama dan bekerjasama dengan kelompok-kelompok lain untuk memulihkan ketertiban.

XS
SM
MD
LG