Tautan-tautan Akses

Turki Ingatkan Warganya di AS Agar Hindari Protes Anti-Trump


Warga memprotes terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS di Berlin, Jerman (12/11). (Reuters/Axel Schmidt)

Warga memprotes terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS di Berlin, Jerman (12/11). (Reuters/Axel Schmidt)

Pemerintah Turki secara berkala mengutuk kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap Muslim di Amerika dan Eropa.

Turki memperingatkan warganya yang tinggal di atau bepergian ke Amerika agar menghindari "ketegangan sosial" di kota-kota besar Amerika, seperti protes kemarahan atas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.

Kepada mereka yang sedang berkunjung, pemerintah Turki juga menyarankan agar berhati-hati terhadap kemungkinan mengalami komentar "rasis," yang banyak dilihat orang Amerika sebagai tindakan ekstremis yang mungkin timbul karena komentar Trump yang kritis terhadap imigran.

Turki tidak secara khusus menyebut kekacauan politik pasca-pemilu di Amerika sehubungan peringatannya.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki yang dirilis hari Sabtu (12/11) mendesak warga Turki agar "waspada akan risiko terkait peristiwa yang terjadi dan ketegangan sosial."

Turki, yang sering menjadi subyek peringatan perjalanan oleh pemerintah Barat dalam beberapa bulan ini, juga mencatat "peningkatan, dalam beberapa hari ini, agresi verbal dan fisik bersifat xenofobia atau rasis di seantero Amerika."

Turis Turki dan mereka yang tinggal di Amerika diberitahu agar mengamati kemungkinan pemberitahuan di situs kedutaan Turki di Washington.

Pemerintah Turki secara berkala mengutuk kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap Muslim di Amerika dan Eropa, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan hari Sabtu memperingatkan tentang intoleransi, yang dikatakannya "menyebar seperti wabah di beberapa negara Eropa." [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG