Tautan-tautan Akses

Warga Tiongkok Bangga Pernah Jadi Tuan Rumah Olimpiade

  • Stephanie Ho

Warga Tiongkok lebih memilih berkunjung ke situs-situs Olimpiade 2008 daripada tujuan wisata lain di Beijing. (Photo: VOA)

Warga Tiongkok lebih memilih berkunjung ke situs-situs Olimpiade 2008 daripada tujuan wisata lain di Beijing. (Photo: VOA)

Warga Tiongkok terus merasa bangga menjadi tuan rumah Olimpiade 2008, yang disebut mereka sebagai warisan penting dan kebanggaan nasional.

Seiring makin dekatnya perhelatan Olimpiade 2012 di London, warga Tiongkok yang mengunjungi situs-situs Olimpiade 2008 di Beijing mengatakan bahwa untuk mereka, warisan terpenting dari kompetisi olahraga tersebut adalah rasa kebanggaan nasional.

Warga Tiongkok merayakan Olimpiade Beijing 2008 sebagai pesta perkenalan negara mereka. Hampir empat tahun kemudian, semangat itu masih membara sampai sekarang dan terlihat pada pengunjung situs-situs Olimpiade.

”Lihat tempat ini. Banyak orang datang berkunjung. Inilah cara Tiongkok mempresentasikan diri mereka, dan bagaimana negara ini menjadi sebuah kekuatan besar dan memperlihatkannya pada dunia,” ujar Xu Jing, agen real estate dari Guangxi.

Sama halnya dengan semua perhelatan Olimpiade, para kritik menunjukkan bagaimana negara-negara tuan rumah menghabiskan miliaran dolar dan sesudahnya memiliki struktur-struktur bangunan yang tidak membuat biaya kembali.

Tiongkok bukan pengecualian. Dua bangunan utama Olimpiade 2008 – stadion nasional yang dikenal dengan Sarang Burung dan pusat akuatik nasional, atau lebih dikenal dengan Kubus Air – merupakan dua contoh.

Kubus Air sekarang terbuka untuk umum sebagai taman bermain air. Sarang Buruk menarik wisatawan dan menjadi tempat diadakannya beberapa acara, namun selebihnya kosong.

Gao, seorang perawat dari Anhui, tidak berargumen soal biaya tersebut, namun ia merasa bangga karena Tiongkok mampu mengeluarkan uang sebanyak itu.

“Hal yang paling penting adalah ekonomi. Tiongkok berkembang sangat cepat. Kami bahkan bisa menjadi tuan rumah Olimpiade,” ujarnya.

Jiang Xaioyu, dari Dinas Pengembangan Kota Olimpiade Beijing, mengatakan Olimpiade tersebut telah meninggalkan warisan materi yang besar.

“And adapt melihat tempat-tempat olahraga seperti Sarang Burung atau Kubus Air. Lalu ada perbaikan dalam hal transportasi publik, termasuk bandara dan jalan-jalan layang,” kata Jiang.

Dukungan warga Tiongkok untuk Olimpiade masih sangat kuat sampai beberapa wisatawan merasa situs-situs Olimpiade lebih pantas dikunjungi daripada tujuan wisata nomor satu di Beijing, Kota Terlarang (Forbidden City).

“Jika waktu Anda mendesak dan Anda harus memilih, lebih baik tidak pergi ke Kota Terlarang. Datang saja ke sini dan melihat tempat-tempat ini. Mereka dibangun pada periode yang lebih dekat dengan kita,” kata Qu, pengusaha dari Gansu.

Ada juga warisan lain dari Olimpiade. Hong, seorang pengusaha dari kota di bagian timur Tiongkok, Ningbo, mengatakan bahwa Olimpiade telah meningkatkan minat terhadap olahraga atletik di negara tersebut.

“Sebelumnya, di beberapa tempat, terutama kota-kota kecil, di mana orang-orang tidak terlalu suka berolahraga. Sekarang, lebih banyak orang melakukannya,” ujarnya.

Hong mengatakan ia telah melihat Olimpiade sebelumnya, tapi selalu dari televise. Sekarang, ia berencana pergi ke London untuk melihat perhelatan itu secara langsung karena ia punya cukup uang sekarang.
XS
SM
MD
LG