Tautan-tautan Akses

Warga Sipil Mosul Khawatirkan Penahanan dan Layanan Kesehatan


Warga yang baru mengungsi membawa paket bantuan kemanusiaan setelah mereka melompati dinding, sementara asap kebakaran mengepul dari kilang minyak di Qayyara, selatan Mosul, Irak, 25 Oktober 2016. (Foto: REUTERS/Zohra Bensemra)

Warga yang baru mengungsi membawa paket bantuan kemanusiaan setelah mereka melompati dinding, sementara asap kebakaran mengepul dari kilang minyak di Qayyara, selatan Mosul, Irak, 25 Oktober 2016. (Foto: REUTERS/Zohra Bensemra)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan badan kesehatan PBB itu dan pejabat kesehatan Irak sedang mempercepat respons untuk warga yang keluar Mosul, termasuk mengerahkan 46 klinik keliling ke daerah-daerah prioritas di seluruh Irak.

Sementara pasukan-pasukan bergerak menuju kota Mosul, Irak, para saksi mata melaporkan ISIS menggunakan warga sipil dari desa-desa terpencil sebagai perisai manusia sementara kelompok militan itu berupaya mempertahankan daerah kota besar terakhir yang mereka kuasai di Irak.

Sejauh ini, operasi yang dipimpin Irak itu telah berhasil merebut kembali beberapa desa dalam pergerakan mereka menuju Mosul dari arah selatan, timur dan utara. PBB menyatakan lebih dari 10 ribu warga sipil telah meninggalkan rumah di Mosul dan sekitarnya, sehingga meningkatkan keprihatinan mengenai kesejahteraan mereka dan ketersediaan bantuan kemanusiaan.

Human Rights Watch (HRW), Kamis (27/10) juga menyatakan kekhawatirannya mengenai pasukan Kurdi, yang berperan penting dalam ofensif ini, dan apa yang disebut organisasi HAM itu sebagai penahanan sewenang-wenang terhadap lelaki dewasa dan remaja yang meninggalkan Mosul.

HRW menyatakan menurut para pengungsi lainnya, lelaki dan remaja berusia 15 tahun ke atas dipisahkan dari keluarga mereka untuk pemeriksaan ekstra guna memastikan mereka tidak terkait dengan ISIS. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Laporan HRW menyebutkan para petinggi Kurdi telah menekankan tentang upaya-upaya serius untuk mematuhi standar-standar internasional dalam pemeriksaan keamanan.

Lama Fakih, direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, kebutuhan untuk pemeriksaan itu dapat dipahami, tetapi menahan semua lelaki berusia 15 tahun ke atas karena mereka tinggal di daerah yang dikuasai ISIS adalah diskriminatif.

“Mengingat apa yang telah dialami kaum lelaki dewasa dan remaja ini, pemeriksaan harus dilakukan dengan cepat dan dengan menghargai hak-hak individu,” katanya.

Juga Kamis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan badan kesehatan PBB itu dan pejabat kesehatan Irak sedang mempercepat respons untuk warga yang keluar Mosul, termasuk mengerahkan 46 klinik keliling ke daerah-daerah prioritas di seluruh Irak.

WHO menyatakan obat dan pasokan kesehatan lainnya bagi 350 ribu orang telah disiapkan, dan lebih banyak lagi yang dikirim. Para pejabat PBB memperingatkan pada awal ofensif Mosul bahwa hingga 200 ribu orang mungkin mengungsi pada minggu-minggu pertama serangan, dan dalam skenario terburuk hingga 1 juta orang akan meninggalkan rumah mereka.

Militan ISIS merebut Mosul pada pertengahan 2014 sewaktu mereka menyerbu kawasan yang luas di bagian utara dan barat Irak. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG