Tautan-tautan Akses

AS

Warga New York Keluhkan Tikus yang Merajalela


Meski tampak megah dengan gedung-gedung bertingkat, kota New York diganggu masalah tikus.

Meski tampak megah dengan gedung-gedung bertingkat, kota New York diganggu masalah tikus.

Kota itu telah menghabiskan anggaran US$2,9 juta untuk mengembangkan program perintis untuk membasmi "reservoar tikus."

Ketika warga New York melihat hewan berkelebatan, mereka melaporkannya, membuat jumlah keluhan akan tikus ke nomor hotline 311 kota itu mencapai angka tertinggi yaitu lebih dari 24.000 sejauh ini tahun ini, menurut pihak berwenang Kamis (22/10).

"Tikus telah mengambil alih," menurut Scott Stringer dari Kantor Pengawas Kota New York kepada Reuters.

"Saya tinggal di New York seumur hidup saya dan tidak pernah melihat situasi seburuk ini...Saya lihat tikus ke jalan menuju rumah, berdiri tegak dan mengatakan 'Selamat pagi, Tuan Pengawas'."

Tahun 2015 masih tersisa dua bulan lagi, dan keluhan akan tikus telah mencapai 24.375 pada hari Rabu, menurut juru bicara Walikota Bill de Blasio, Natalie Grybauskas. Jumlah itu naik dari 20.545 tahun 2014 dan 19.321 tahun 2013.

Dan itu baru tikus yang ada di permukaan tanah. Keluhan mengenai hewan pengerat di stasiun bawah tanah dialihkan ke Otoritas Transportasi Metropolitan dan tidak dicatat oleh saluran 311, menurut Grybauskas.

Ahli hewan pengerat dari Dinas Kesehatan Kota, Carolyn Bragdon, menyalahkan hal itu sebagian dari aplikasi ponsel 311 yang baru sejak Februari 2014, membuat laporan tentang tikus lebih mudah ke saluran 311 yang telah beroperasi sejak 2003.

"Setiap ada peluncuran saluran baru untuk menyampaikan keluhan, biasanya ada peningkatan. Lebih dari 90 persen peningkatan keluhan adalah karena ada aplikasi itu," ujar Bragdon.

Sepanjang tahun ini, keluhan mengenai tikus mencapai 17.356 panggilan telepon, 2.347 komentar daring dan 4.672 laporan lewat aplikasi ponsel, menurut statistik. Tahun lalu ada 16.964 panggilan telepon, 2.361 komentar daring dan 1.220 laporan lewat aplikasi ponsel.

"Seolah-olah tidak ada yang tahu mengenai hal ini sebelum adanya aplikasi tersebut, yang tentu saja tidak benar," ujar Stringer. "Ini masalah kurang penanganan dari departemen kesehatan kota."

Kota itu telah menghabiskan anggaran US$2,9 juta untuk mengembangkan program perintis untuk membasmi "reservoar tikus," menyerang mereka di koloni-koloni yang ada di taman, stasiun bawah tanah dan got, ujar Bragdon.

Para pembasmi memasang umpan, menutup lubang-lubang dan bekerja dengan komunitas untuk menemeukan praktik-praktik terbaik untuk menghindari munculnya tikus di masa yang akan datang.

"Dari program perintis ini kami tahu bahwa kami memiliki kemampuan untuk mengurangi populasi tikus sampai 80-90 persen," ujar Bragdon.

Pemerintah kota tidak memiliki data resmi mengenai jumlah perkiraan tikus, ujarnya.

Tahun lalu, seorang peneliti dari Columbia University memperkirakan populasi tikus mencapai sekitar dua juta, jauh lebih sedikit dari perkiraan tradisional yang mencapai delapan juta, atau satu tikus untuk setiap warga kota terpadat di AS itu. [hd/dw]

XS
SM
MD
LG