Tautan-tautan Akses

Warga Muslim Ethiopia Protes Pemilihan Dewan Islam


Banyak warga Muslim Ethiopia marah karena menuduh pemerintah berusaha campur tangan dalam pemilihan Dewan Islam (foto: Dok).

Banyak warga Muslim Ethiopia marah karena menuduh pemerintah berusaha campur tangan dalam pemilihan Dewan Islam (foto: Dok).

Warga Muslim Ethiopia di ibukota Addis Ababa berdemonstrasi menentang pemilihan Dewan Islam hari Minggu karena dugaan warga bahwa pemerintah berusaha mempengaruhi Dewan itu.

Warga Muslim Ethiopia melakukan pemilihan Dewan Islam hari Minggu. Namun, pemilihan itu memicu protes di kalangan warga Muslim karena mereka yakin pemerintah berusaha mempengaruhi Dewan itu.

Demonstrasi pecah setelah shalat Jumat di masjid Anwar, yang terbesar di ibukota Addis Ababa. Warga melambai-lambaikan kertas-kertas kuning, yang melambangkan kartu peringatan untuk pemerintah. Massa berteriak-teriak sekitar 20 menit.

Massa meneriakkan kata-kata, seperti “izinkan suara kami didengar” dan “bebaskan para tahanan.” Puluhan demonstran dibawa ke kantor polisi selama dan setelah demonstrasi itu.

Kemarahan yang menyebabkan demonstrasi itu dimulai awal tahun ini, ketika sebagian warga Muslim menuduh pemerintah campur tangan dalam urusan agama dengan berusaha mempromosikan bentuk-bentuk pengajaran Islam yang lebih liberal dari Lebanon, yang dikenal sebagai al-Abhash. Lebih dari 100 orang ditahan dalam demonstrasi-demonstrasi sebelumnya dan kebanyakan dari mereka katanya masih dipenjara.

Juru bicara pemerintah Shimelis Kemal mengatakan bahwa kebanyakan demonstran mendapat informasi keliru mengenai situasi itu.

“Banyak orang yang bingung atau mendapat informasi keliru, ikut dalam demonstrasi ini. Pemerintah tidak punya hak berdasarkan konstitusi untuk mengadakan pemilihan Dewan Islam atau campur tangan dalam urusan agama apa pun,” papar Kemal.

Shimelis juga mengatakan tuduhan bahwa pemerintah berusaha campur tangan dalam urusan agama dibuat-buat oleh kelompok-kelompok ekstremis.

“Kelompok-kelompok ekstremis di Ethiopia ini menggunakan situasi itu untuk memajukan agenda-agenda terselubung mereka. Mereka memulai semua jenis tuduhan, mengatakan bahwa pemerintah menggunakan lembaga-lembaganya untuk memaksa dan secara sistematis menghapus agama Islam dari Ethiopia. Mereka bahkan menyatakan bahwa semua kegiatan pembangunan dimaksudkan untuk mengurangi warga Muslim di Ethiopia. Ini tuduhan gila,” ujarnya lebih jauh.

Sebagian warga Muslim Ethiopia menyebutkan bahwa mereka merasa tertekan untuk pergi memberi suara hari Minggu karena orang-orang dari pemerintahan setempat mendatangi rumah demi rumah. Untuk pertama kali, warga Muslim harus melakukan pemilihan di distrik-distrik mereka dan bukan di masjid-masjid. Wakil-wakil distrik katanya mengatakan kepada warga Muslim bahwa jika tidak ikut pemilihan ada akibatnya.

Anggota-anggota komite Dewan Islam memilih tidak berkomentar mengenai masalah itu.

Ethiopia sering dipuji sebagai negara damai dengan beragam agama. Menurut data pemerintah, mayoritas warga Ethiopia beragama Kristen dan sekitar sepertiga penduduk beragama Islam.
XS
SM
MD
LG