Tautan-tautan Akses

Warga Muslim Bantu Warga Non-Muslim Ketika Ekstrimis Serang Bis di Kenya


Pasukan keamanan Kenya dan lainnya mengelilingi bis yang diserang, sekitar 50 kilometer di luar kota Mandera, dekat perbatasan Somalia di timur laut Kenya, 22 November 2014. Hari Senin (21/12) penembakan serupa kembali terjadi. (Foto: dok.)

Pasukan keamanan Kenya dan lainnya mengelilingi bis yang diserang, sekitar 50 kilometer di luar kota Mandera, dekat perbatasan Somalia di timur laut Kenya, 22 November 2014. Hari Senin (21/12) penembakan serupa kembali terjadi. (Foto: dok.)

Sejumlah warga Muslim membantu para penumpang non-Muslim mengenakan pakaian Muslim agar tidak bisa dikenali dalam serangan terhadap sebuah bis di bagian utara Kenya.

Koordinator Kawasan Timur Utara Kenya Mohamud Saleh mengatakan kepada kantor berita Associated Press, dua orang tewas dalam serangan hari Senin (21/12) di bagian utara distrik Mandera ketika beberapa orang bersenjata yang diyakini sebagai pemberontak Al Shabab Somalia menembaki bis dan truk yang menuju ke kota Mandera.

Beberapa saksi mata mengatakan bis berpenumpang 60 orang itu sedang dalam perjalanan dari ibukota Nairobi ketika dihentikan di Papa City oleh sekelompok militan Islamis yang menembaki kaca-kaca.

Beberapa penumpang Muslim memberikan selendang kepada penumpang non-Muslim untuk menyembunyikan identitas mereka ketika bis dihentikan, tampaknya penumpang-penumpang Muslim ini mengingat serangan sebelumnya di kawasan yang sama tahun lalu ketika sekelompok laki-laki bersenjata membunuh 28 penumpang non-Muslim, demikian penuturan Abdirahman Hussein, seorang guru berusia 28 tahun.

Ditambahkannya seorang ekstrimis memasuki bis dan memerintahkan semua orang keluar dan memisahkan para penumpang menjadi dua kelompok, Muslim dan non-Muslim. Seorang penumpang non-Muslim yang lari, ditembak dari belakang dan tewas. Sementara beberapa penumpang non-Muslim lain berhasil bergabung dengan kelompok penumpang Muslim.

Sebelum para ekstrimis mulai memisahkan dan membunuh penumpang non-Muslim, seorang penumpang mengecoh penyerang dengan mengatakan satu truk polisi yang menjaga bis itu tidak jauh dari tempat mereka berada, demikian ujar seorang polisi yang memberikan pernyataan tanpa menyebut identitasnya.

Mendengar hal itu para ekstrimis memerintahkan semua penumpang kembali ke bis dan melanjutkan perjalanan, ujar polisi itu. Ekstrimis itu kemudian menyerang sebuah truk di jalan yang sama dan menanyakan kepada supir apakah ia melihat satu truk polisi. Mereka menembak seorang penumpang, seorang polisi berpakaian sipil yang menumpang truk itu, yang berupaya melarikan diri.

Kenya telah mengalami sejumlah serangan Al Shabab yang terkait Al Qaeda sejak mengirim pasukan ke Somalia untuk memerangikelompok ekstrimis tahun 2011.

Pada 22 November 2014 Al Shabab memisahkan penumpang Muslim dan non-Muslim sebuah bis, menewaskan 28 penumpang non-Muslim. Pada bulan Desember 2014, 36 pekerja tambang non-Muslim juga tewas. [em]

XS
SM
MD
LG