Tautan-tautan Akses

Warga Liberia Rayakan Hari Kemerdekaan ke-168


Warga Liberia di Washington merayakan hari kemerdekaan Liberia

Warga Liberia di Washington merayakan hari kemerdekaan Liberia

Liberia merayakan 168 tahun kemerdekaan mereka, hari Minggu (26/7) dengan perasaan campur aduk mengenai kondisi kemajuan di negara mereka, seperti pada bidang ekonomi. Dalam survei informal yang dilakukan oleh surat kabar independen dari Liberia "FrontPage Afrika", sebagian warga Liberia mengatakan terjadi kemunduran di negara dari sisi pendidikan, perawatan kesehatan, perang melawan korupsi, lapangan kerja, dan tata pemerintahan yang baik.

Di Washington, ratusan warga Liberia berkumpul di Kedutaan Liberia, Sabtu (25/7) untuk berpartisipasi dalam sebuah festival budaya untuk merayakan hari kemerdekaan.

Duta Besar Yeremia Sulunteh mengatakan, meskipun Liberia menghadapi beberapa tantangan yang sulit, warga masih memiliki alasan untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan mereka yang ke-168.

"Setahun lalu ketika Ebola melanda Liberia dan seluruh kawasan Afrika Barat, Liberia tidak bisa merayakan kemerdekaan seperti yang kita lakukan hari ini. Kita berduka untuk mereka yang tewas, termasuk 4.700 orang, termasuk 192 petugas kesehatan, yang membantu mencoba menyelamatkan nyawa. Tapi hari ini, kita berterima kasih kepada Tuhan bahwa kita memiliki keberanian, kesempatan untuk merayakan kemerdekaan negara kita," katanya.

Pada resepsi diplomatik Hari Kemerdekaan pada hari Jumat, Duta Besar Liberia memberikan penghargaan dan penghormatan kepada beberapa orang yang berjasa membantu Liberia selama krisis Ebola, terutama para petugas kesehatan.

Dokter Samuel Brisbane, Abraham Borbor dan Michel du Cille, yang meninggal saat berperang penyakit Ebola, dihormati secara anumerta. Dr John T. Wulu dan Gereja United Church of Christ juga dihormati untuk memberikan dukungan material untuk memerangi Ebola.

Sulunteh juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, untuk apa yang mereka sebut "dukungan kuat dan luar biasa."

"Kita ingat mereka yang menderita, kita mengingat mereka yang meninggal, kita mengingat mereka yang bekerja keras untuk mengantar kita ke saat ini," kata Sulunteh.

Deputi Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Afrika Bisa Williams mengatakan ikatan khusus lama antara Liberia dan Amerika Serikat akan tetap kokoh.

Ia mengatakan Liberia telah mengatasi banyak tantangan sejak kemerdekaan dan akan tetap gigih dalam menghadapi epidemi Ebola. Ia berjanji AS akan terus mendukung Liberia dan seluruh Afrika Barat.

"Kami akan tetap terlibat penuh dalam kemitraan dengan Afrika Barat untuk membangun kapasitas seluruh wilayah untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi wabah masa depan sebelum mereka menjadi epidemi. Sebagai mitra Liberia tak tergoyahkan, kami juga akan tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan Liberia dan pasca-Ebola rencana pemulihan, " kata Williams.

Olivia Shannon, mantan direktur Sistem Penyiaran Liberia, yang mengunjungi Amerika Serikat, memiliki pesan bagi para orang tua Liberia. Ia mengatakan mereka harus mengajar anak-anak mereka dengan baik tentang negara kelahiran mereka.

"Kita punya banyak hal untuk diajarkan warga di dalam dan di luar negeri. Ada seorang anak kecil yang datang ke meja tempat saya duduk yang berbicara tentang pendidikan di Liberia. Ia melihat gambar gadis-gadis kecil dengan [komputer] tablet dan ia bertanya apa yang mereka ketahui tentang tablet? Ia mengatakan ke saya, ia diberitahu di rumah, anak-anak di Liberia tidak tahu apa-apa. Jadi, menurut saya orang tua di Amerika sendiri harus diajarkan tentang Liberia dan apa yang terjadi di sana sehingga mereka dapat memberikan anak-anak mereka informasi yang benar tentang negara mereka, " kata Shannon.

Mantan penyiar Liberia Jerry Wion mengatakan bahwa ia dan warga Liberia lainnya bersyukur bahwa tidak ada perang lagi di Liberia. Tapi, dia mengatakan pemerintah telah gagal mewujudkan pembangunan yang dijanjikan Liberia 10 tahun yang lalu.

"ami bersyukur ada perdamaian, tidak ada lagi pertempuran kecuali bahwa presiden Sirleaf belum mewujudkan janji-janjinya untuk warga Liberia. Sudah 10 tahun, dan masih belum ada air dan listrik," kata Wion.

Despite their misgivings, Liberians danced to the music of various Liberian artists as vendors sold all a variety of Liberian food, clothes and artifacts.

Meskipun was-was dengan masa depan negara mereka, Liberia merayakan kemerdekaan mereka dengan musik dan tarian yang dibawakan oleh para seniman Liberia sementara beberapa penjual menyajikan berbagai makanan Liberia, pakaian dan karya-karya seni.

XS
SM
MD
LG