Tautan-tautan Akses

Warga Kurdi Gembira Turki Bantu Milisi Masuki Kobani


Pejuang Kurdi Irak atau Peshmerga siap membantu milisi Kurdi di Kobani untuk melawan ISIS (foto: dok).

Pejuang Kurdi Irak atau Peshmerga siap membantu milisi Kurdi di Kobani untuk melawan ISIS (foto: dok).

Warga Kurdi menyambut gembira keputusan pemerintah Turki mengijinkan milisi Kurdi Irak untuk melalui wilayah Turki, guna memperkuat pertahanan kota Kobani di perbatasan Suriah yang dikepung ISIS.

Seorang juru bicara Kurdi Suriah yang sedang memerangi kelompok Negara Islam (ISIS) di kota Kobani mengatakan, belum ada kesepakatan mengenai pasukan Kurdi Irak -- atau Peshmerga – untuk membantu mereka berperang.

Idriss Nassan mengatakan kepada VOA bahwa para pemimpin Kurdi sedang bertemu di kawasan Kurdistan Irak, namun menyebutkan bahwa setiap pasukan yang datang ke Kobani harus berkoordinasi dengan para pejabat setempat di sana. Ia mengatakan, jika para pejabat tersebut menyepakati bantuan dari Peshmerga, pasukan Kurdi Irak itu akan disambut di Kobani.

Turki sebelumnya pekan ini mengumumkan, negara itu mengizinkan para pejuang Peshmerga dari Irak melintas masuk ke Kobani, salah satu terobosan penting dalam usaha internasional menghalau kelompok ISIS.

Asap hitam terlihat mengepul di atas wilayah Kobani, Rabu (22/10), akibat bentrokan terbaru dalam konflik yang telah berlangsung berpekan-pekan antara Kurdi dan para militan.

Nassan mengatakan, serangan-serangan udara pimpinan Amerika sangat bermanfaat dan bahwa para pejuang Kurdi berhasil menahan desakan kelompok militan pekan ini untuk merebut pusat kota Kobani.

Amerika dan beberapa negara Eropa telah mendesak pemerintah Turki agar membantu kota Kobani di Suriah yang dikepung oleh kelompok militan ISIS.

Ada semacam perasaan di kalangan warga Kurdi Turki dan pengungsi dari Kobani bahwa peluang menang bergeser ke fihak yang bertahan disana dan pengepungan yang dilancarkan oleh militan ISIS akan gagal.

Juga ada beberapa tindak bantuan untuk pasukan pertahanan Kurdi di Kobani, serangan udara oleh Amerika minggu lalu telah menimbulkan korban besar di fihak ISIS, dan juga bantuan senjata dan amunisi yang dijatuhkan dari udara telah menyemangati kembali milisi pertahanan Kobani.

Pengumuman pemerintah Turki Senin (20/10), bahwa pihaknya mengijinkan milisi Peshmerga dari Irak transit di Turki dan membantu milisi pertahanan Kobani semakin meninggikan moral mereka.

Warga Kurdi di perbatasan Turki Suriah sama sekali tidak terganggu oleh fakta bahwa Peshmerga dikendalikan oleh saingan dari partai Kurdi yang dominan di Suriah, Partai Persatuan Demokratik Kurdi.

Adar warga etnis Kurdi yang berasal dari Urfa di dekat Kobani, dan selama empat minggu terakhir menempuh perjalanan sejauh 35 kilometer untuk menyaksikan pertempuran memperebutkan Kobani.

Menurut Adar, tidak jadi soal dari mana warga Kurdi itu berasal, ini baik untuk seluruh bangsa Kurdi. Katanya, pertahanan Kobani mempersatukan semua warga Kurdi terlepas dari ideologi atau afiliasi politik masing-masing.

Serangan udara Amerika terhadap posisi jihadis meningkat minggu lalu dan mendorong ISIS mundur ke barat dari Kobani. Tetapi pertempuran masih berlangsung untuk mempertahankan timur dan selatan kata komandan Kurdi ketika dihubungi VOA lewat Skype.

Pada malam hari pertempuran sengit berlangsung dan militan meluncurkan mortir dan roket.

Di dalam kota Kobani milisi dan warga sipil yang cedera sangat menyedihkan. Lebih dari sepuluh dokter dan jururawat mengobati yang cedera dalam kondisi sangat memprihatinkan. RS utama hancur oleh serangan roket militan sepuluh hari yang lalu. Yang paling parah dipindahkan ke Turki di mana masih terjadi penundaan di perbatasan.

XS
SM
MD
LG