Tautan-tautan Akses

Warga Kristen Melarikan Diri Dari Islamabad


Warga Kristen di sebuah daerah di Islamabad bersiap meninggalkan rumah mereka. (Foto: Dok)
Warga Kristen di sebuah daerah di Islamabad bersiap meninggalkan rumah mereka. (Foto: Dok)

Khawatir akan keselamatan mereka, warga Kristen melarikan diri dari daerah di Islamabad tempat seorang gadis telah dituduh menodai agama.

Shaqila Bibi, yang beragama Kristen, sedang berkemas-kemas. Ia cemas warga Muslim di daerah tempat tinggalnya akan menyerangnya bila ia tetap tinggal.

“Kami sangat takut,” ujar Bibi. “Mereka bisa menyerang kita kapan saja, membakar rumah kita, dan pemilik rumah telah meminta kita perggi agar mereka tidak terkena bahaya.”

David Masih mengatakan bahwa sejumlah keluarga telah meninggalkan daerah tersebut setelah sekelompok orang berkumpul di depan rumah Rimsha Masih, 14, yang dituduh membakar kertas-kertas bertuliskan ayat Quran. Di bawah Undang-Undang penodaan agama di Pakistan, tindakan tersebut merupakan kejahatan yang bisa dikenai hukuman mati atau seumur hidup.
Meski presiden Pakistan bertekad menyelidiki kasus gadis tersebut, banyak warga Kristen yang tidak mau mengambil risiko.

Masih, yang tidak memiliki hubungan dengan Rimsha Mashi, mengatakan bahwa para pemilik rumah memberikan mereka waktu sampai 1 September untuk angkat kaki. Warga Kristen yang dituduh menodai agama sebelumnya telah diserang dan dibakar sampai tewas.

“Kami sangat khawatir,” ujar Masih. “Kami ingin pemerintah melindungi kami. Ke mana orang miskin seperti kami bisa pergi? Jika tenggat waktu sampai lewat, mereka akan melukai kami.”

Aktivis hak asasi manusia Farzana Bari mengatakan bahwa tidak ada cukup tindakan yang telah dilakukan untuk melawan intoleransi yang makin meningkat dan didorong oleh kemiskinan dan pengaruh luar, serta aturan penodaan agama yang terlalu luas.

“Saya kira pemerintah tidak memiliki keinginan untuk menindak kelompok agama tersebut, dan juga karena secara umum, lembaga dan struktur penegakan hukum sangat lemah,” ujar Bari.

Mohammad Ali mengatakan bahwa pemilik rumah dan tokoh masyarakat telah sampai pada kesimpulan sendiri.

“Mereka takut atau tidak, itu adalah buku Tuhan. Kita harus menghormatinya. Dan semua orang telah memutuskan bahwa [warga Kristen] harus pergi,” ujar Ali.

Bagi kelompok minoritas Kristen, yang sekarang membangun kembali hidup mereka di tanah yang dijamin pemerintah di pusat kota Islamabad, keputusan itulah yang mereka takutkan.
XS
SM
MD
LG