Tautan-tautan Akses

Warga Korea Utara, Selatan Hadiri Reuni Pertama dalam Setahun Lebih


Lim Ok Rye, 82, asal Korea Utara (ketiga dari kanan) bertemu dengan sanak saudara dari Korea Selatan dalam reuni di resor Diamond Mountain di Korea Utara (20/10).

Lim Ok Rye, 82, asal Korea Utara (ketiga dari kanan) bertemu dengan sanak saudara dari Korea Selatan dalam reuni di resor Diamond Mountain di Korea Utara (20/10).

Para peserta tampak emosional, sebagian karena menyadari ini mungkin satu-satunya kesempatan bertemu. Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, tidak satupun peserta bisa ikut reuni lagi.

Air mata mengalir ketika seorang laki-laki Korea Utara berkursi roda memeluk seorang perempuan remaja yang sejak usia dua tahun telah terpisah dengan ayahnya itu.

Di sudut lain, seorang perempuan Korea Selatan berusia 88 tahun tampak terkesima memandangi suaminya yang warga Korea Utara dalam pertemuan pertama sejak 60 tahun lebih lalu.

Itulah pemandangan di tempat wisata Diamond Mountain di Korea Utara, tempat keluarga-keluarga yang terpisah akibat Perang Korea tahun 1950-1953 melakukan reuni singkat.

Sekitar 390 warga Korea Selatan berangkat hari Selasa (20/10) ke sana untuk bertemu keluarga mereka selama tiga hari. Pada putaran kedua, hari Sabtu akhir pekan ini hingga Senin, ada 250 lagi warga Korea Selatan yang akan reuni dengan keluarga mereka di Korea Utara.

Reuni semacam ini selalu menarik perhatian warga dan media. Foto-foto reuni ditayangkan luas di Korea Selatan, sedangkan Korea Utara cemas penampilan warga Korea Selatan yang tampak makmur akan memicu kegelisahan diantara rakyatnya, kata para analis.

Kantor berita resmi Korea Utara menerbitkan laporan yang mengatakan warganya yang ikut reuni menjelaskan kepada keluarga mereka di Korea Selatan bahwa mereka hidup “bahagia” dan “bermakna” di bawah rezim sosialis itu.

Para peserta reuni itu tampak emosional, sebagian karena menyadari ini mungkin satu-satunya kesempatan bertemu. Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, tidak satupun peserta bisa ikut reuni lagi.

Reuni ini, yang pertama setelah lebih dari setahun, menjadi pengingat bahwa kedua negara itu secara teknis masih berperang karena Perang Korea berakhir hanya dengan gencatan senjata.

Korea Utara dan Selatan saling melarang warganya mengunjungi keluarga di sisi lain perbatasan, bahkan untuk mengirim surat, berhubungan lewat telepon ataupun mengirim email tanpa izin.

Kedua negara sepakat bulan Agustus untuk kembali melakukan reuni keluarga guna mengakhiri perselisihan akibat ledakan ranjau darat yang melukai dua tentara Korea Selatan.

Korea Selatan memakai sistem lotere untuk memilih peserta reuni, sementara Korea Utara dilaporkan memilih berdasarkan kesetiaan terhadap pemerintah.

Hampir separuh dari 130.410 warga Korea Selatan yang pernah mendaftar untuk reuni kini telah meninggal. Pemerintah Korea Selatan telah lama menuntut penambahan jumlah peserta dan frekuensi reuni, tetapi Korea Utara jarang menyetujui permintaan reuni. [th]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG