Tautan-tautan Akses

Protes Pembunuhan Ulama Radikal di Kenya, 3 Orang Tewas


Para pemuda muslim di Mombasa, Kenya melakukan protes atas terbunuhnya ulama Aboud Rogo Mohammed yang diduga pendukung militan al-Shabab di Somalia (27/8).

Para pemuda muslim di Mombasa, Kenya melakukan protes atas terbunuhnya ulama Aboud Rogo Mohammed yang diduga pendukung militan al-Shabab di Somalia (27/8).

Para demonstran di Mombasa, Kenya turun ke jalan untuk hari kedua Selasa (28/8) memprotes pembunuhan ulama Muslim radikal, Aboud Rogo Mohammed.

Para demonstran di kota pelabuhan Kenya, Mombasa, turun ke jalan untuk hari kedua hari Selasa ini (28/8), memprotes pembunuhan seorang ulama Muslim radikal.

Kelompok pemuda yang melempar batu bentrok dengan polisi yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di pusat bisnis kota. Beberapa toko-toko ditutup karena kerusuhan itu.

Polisi mengatakan seorang perwira tewas Selasa dalam serangan granat oleh salah seorang pengunjuk rasa. Sebelumnya, polisi menembakkan gas air mata dalam upaya membubarkan para pemuda yang melempar batu.

Menurut warga Mombasa, mereka berlindung sementara sekelompok pemuda mengamuk di jalan-jalan. Seorang wartawan VOA (Siaran Swahili) mengatakan para pemuda itu menjarah toko dan membakar dua gereja Selasa. Para pemimpin Muslim meminta agar masyarakat tenang.

Pada hari Senin, polisi Mombasa mengatakan kepada VOA bahwa setidaknya dua orang tewas ketika para demonstran melawan polisi, membakar beberapa gereja dan memblokade jalan-jalan utama di kota wisata yang populer itu.

Para pengunjuk rasa itu berdemonstrasi menentang kematian Aboud Rogo Mohammed. Saksi mata mengatakan orang-orang bersenjata tak dikenal menembak dan membunuh ulama itu hari Senin saat ia mengendarai mobil van yang membawa keluarga.

Aboud Rogo Mohammed masuk dalam daftar orang yang dikenai sanksi oleh Amerika bulan lalu karena diduga merekrut para militan dan menggalang dana untuk kelompok militan Somalia, al-Shabab.

Dewan Keamanan PBB memberlakukan larangan berpergian dan membekukan aset ulama itu dengan mengatakan ia menggunakan kelompok ekstremis, Al Hijra, sebagai cara untuk merekrut orang-orang Afrika berbahasa Swahili untuk berperang di Somalia.
XS
SM
MD
LG