Tautan-tautan Akses

Warga Kathmandu Berharap Menara Dharahara Dibangun Kembali


Reruntuhan menara Dharahara di Basantpur, pasca hantaman gempa bumi 7.9 SR di Kathmandu (Foto: Bikas Rauniar)

Reruntuhan menara Dharahara di Basantpur, pasca hantaman gempa bumi 7.9 SR di Kathmandu (Foto: Bikas Rauniar)

Menara Dharahara adalah bangunan terkenal yang terbuka untuk pengunjung selama 10 tahun terakhir dan memiliki balkon untuk melihat pemandangan.

Dua minggu setelah gempa besar melanda Nepal, yang mengakibatkan bangunan runtuh dan ribuan orang tewas, warga kota Kathmandu hari Sabtu (9/5) berharap melihat bangunan ikonik kota itu dibangun kembali.

Salah satu bangunan terkenal ibukota yang hancur akibat gempa bumi adalah Menara Dharahara setinggi 60 meter, dibangun tahun 1832 untuk ratu Nepal. Puluhan orang tewas ketika menara itu runtuh.

Seorang warga, Shiva Hari Pudasain, berharap menara itu akan dibangun kembali dengan bahan yang lebih baik agar terlindung dari gempa bumi berikutnya.

"Ini adalah ikon negara kita dan kini saya merasa sangat sedih akibat bencana ini. Saya berharap menara ini dibangun kembali menggunakan bahan yang baik,” ujar Pudasain.

Menara Dharahara adalah bangunan terkenal yang terbuka untuk pengunjung selama 10 tahun terakhir dan memiliki balkon untuk melihat pemandangan. Reruntuhan setinggi 10 meter merupakan sisa-sisa bangunan menara yang menyerupai mercusuar tersebut. Menara yang terletak di daerah yang padat penduduk tersebut rusak akibat gempa bumi sebelumnya tahun 1934 dan kemudian dibangun kembali.

Perdana Menteri Nepal hari Jumat berjanji memperbaiki bangunan-bangungan umum, sekolah-sekolah dan infrastruktur dalam waktu dua tahun setelah gempa 7,8 SR melanda negara itu bulan lalu. Ia juga mengatakan, pemerintah akan memberi pinjaman hingga $ 25 ribu dengan bunga dua persen bagi pembangungan kembali rumah-rumah pribadi.

Sedikitnya 7.903 orang tewas, hampir 18 ribu luka-luka, dan lebih dari 541 ribu bangunan rusak.

Pemerintah mengatakan biaya tahap pertama pembangunan kembali akan membutuhkan $ 2 miliar dan pemerintah telah menyiapkan dana sebesar $ 200 juta. Untuk menutupi kekurangan, pemerintah meminta sumbangan dari negara-negara asing, lembaga-lembaga bantuan dan rakyat Nepal.

XS
SM
MD
LG