Tautan-tautan Akses

Tertular Ebola, Warga Inggris Dievakuasi dari Sierra Leone


Petugas keamanan menjaga rumah sakit Connaught tempat perawatan penderita ebola di Freetown, Sierra Leone (15/8).

Petugas keamanan menjaga rumah sakit Connaught tempat perawatan penderita ebola di Freetown, Sierra Leone (15/8).

Seorang warga negara Inggris yang tertular virus Ebola di Sierra Leone dievakuasi ke Inggris hari Minggu (24/8).

Pejabat-pejabat kesehatan Inggris mengatakan warga negara Inggris yang juga petugas kesehatan itu sedang diterbangkan dengan menggunakan pesawat Royal Air Force ke sebuah pangkalan udara di Inggris. Dari lokasi itu ia akan dibawa ke unit isolasi di Royal Free Hospital di London.

Ada beberapa rincian lain yang diumumkan tetapi para pejabat mengatakan warga negara Inggris tersebut saat ini tidak berada dalam kondisi kritis.

Pejabat Inggris mengatakan setiap langkah pencegahan akan diambil untuk memastikan agar virus itu tidak menyebar.

Awal bulan ini dua petugas kesehatan Amerika yang juga tertular Ebola di Liberia diterbangkan ke Amerika untuk menjalani perawatan. Keduanya sembuh dari virus mematikan itu. Dr. Kent Brantly dan Nancy Writebol menerima obat eksperimen ZMapp, yang menurut beberapa dokter belum diketahui keefektifannya untuk melawan virus Ebola.

Pekan lalu Sierra Leone mengadopsi sebuah undang-undang yang mencakup pemberian sanksi berupa hukuman penjara kepada siapapun yang menyembunyikan pasien Ebola.

WHO hari Jumat (22/8) melaporkan 1.427 orang telah meninggal dan 2.615 lainnya dipastikan tertular Ebola di empat negara Afrika barat – yaitu Guinea, Liberia, Sierra Leone dan Nigeria.

Sementara hari Minggu (24/8) Kementerian Kesehatan Kongo memastikan dua korban tewas akibat Ebola di negara itu. Pejabat Kongo, Felix Kabange Numbi mengatakan beberapa contoh dua dari delapan orang di Kongo yang diuji, terbukti positif mengidap virus mematikan itu.

Ebola menular lewat kontak langsung dengan darah atau cairah tubuh penderita.

Ebola menimbulkan demam, muntah-muntah, diare dan pendarahan yang tidak bisa dihentikan lewat saluran tubuh yang terbuka – termasuk mata, telinga dan hidung. Wabah sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat Ebola mencapi 90 persen, meski tingkat kematian dalam wabah kali ini mendekati 50 persen.

XS
SM
MD
LG