Tautan-tautan Akses

Warga RI di London Ikut Bantu Kontingen Olimpiade Indonesia


Kontingen olimpiade Indonesia berfoto bersama Presiden SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono saat pelepasan di Jakarta (15/7). 22 atlet Indonesia dari tujuh cabang olah raga telah siap berjuang dalam Olimpiade 2012 di London kali ini.

Kontingen olimpiade Indonesia berfoto bersama Presiden SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono saat pelepasan di Jakarta (15/7). 22 atlet Indonesia dari tujuh cabang olah raga telah siap berjuang dalam Olimpiade 2012 di London kali ini.

Warga Indonesia di London turut bersemangat menyambut pesta Olimpiade 2012 yang akan dibuka Jumat (27/7). Mereka pun tidak segan-segan menjadi sukarelawan membantu kegiatan para atlet Indonesia.

“Alhamdulillah kemaren di airport 75 orang menjemput ketika tim Indonesia datang. Tim bulu tangkis, tim angkat besi mereka jemput. Pak Duta Besar RI di London juga luar biasa dan banyak volunteer yang membantu kita di sini, dari para mahasiswa dan mustinya ketika ada pertandingan saya rasa mereka juga akan support tim Indonesia,” ujar Erick Thohir, Chef de Mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2012 melalui sebuah wawancara melalui telepon dengan reporter VOA Indonesia Dhania Iman, hari Selasa sore waktu London.

Para mahasiswa di London kerap mendampingi tim dalam hal transportasi yang terkadang menjadi kendala. “Transportasi menjadi kendala di sini, kayak kemarin aja atlet bulu tangkis kita musti butuh waktu dua jam dari Olympics village karena macet. Nah, jadi salah satu yang terbaik pake tube, kereta bawah tanah itu. Dengan kereta bawah tanah itu hanya 45 menit. Dengan ada volunteer bisa bantu. Kalo nggak nyasar-nyasar,” ujar pemilik klub sepak bola DC United yang sudah berada di London saat ini.

Erick Thohir mengatakan jumlah LO (liaison officer) yang tersedia tidak cukup untuk mengakomodir kegiatan dari para atlet yang termasuk dalam tujuh cabang olahraga yang akan berjuang di London. “Perlu tambahan bantuan dari LO-LO setempat. Dan delapan mahasiswa membantu kita,” kata Erick Thohir.

Menurut Erick Thohir, hal tersebut sangat membanggakan. “Tentu kita sebagai bangsa musti bangga kan? Kalo ada begini-begini musti jadi satu jangan malah pisah-pisah.”
Kontingen Indonesia akan mulai memasuki arena kompetisi hari Jumat (27/7), dimulai dari cabang olah raga panahan dengan wakil Ika Yuliana Rochmawati.

Dua puluh dua atlet Indonesia dari tujuh cabang olah raga telah siap berjuang dalam Olimpiade di London kali ini. Para atlet ini berasal dari cabang olah raga bulu tangkis, angkat besi, renang, anggar, atletik, menembak, dan panahan. Target kontingen Indonesia tahun ini sama seperti di olimpiade yang sebelumnya, yaitu untuk mempertahankan medali emas, seperti yang disampaikan oleh Chef de Mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade London, Eric Thohir.

“Kita mengharapkan sih mempertahankan tradisi emas, dapet emas. Perunggu sama perak ya paling tidak diharapkan, satu perak dua perunggulah,” paparnya.

Selanjutnya Erick Thohir juga mengatakan, untuk olimpiade di London kali ini, cabang olah raga yang diunggulkan adalah bulu tangkis dan angkat besi. “Yang diunggulkan tentu dari bulu tangkis, kita harapkan kita dapet perak atau emas dari ganda campuran. Dari tunggal putera ada Taufik Hidayat (dan) Simon Santoso ya kita harapkan mereka, walaupun ranking sembilan sebelas dunia pada saat ini kita harapkan kalau bisa merebut medali perunggu paling tidak.

Dari angkat besi kita ada beberapa atlet yang di Beijing mendapat medali perunggu ada Triyatno dan Eko Yulianto, kita harapkan mereka juga bisa ada peningkatan misal mendapat menjadi perak.”

Menurut Erick Thohir, persiapan untuk kontingen Indonesia di olimpiade kali ini sangat berat baik dari segi pendanaan dan juga persiapan dari para atletnya sendiri yang kurang maksimal. “Policy dari pemerintah kan h-5 dananya baru cair. Ini yang menyulitkan. Memang perlu ada koordinasi dari menteri keuangan dan menpora ke depan gitu, tidak mungkin mengirim atlet itu h-5 gitu. Apalagi kalau bicara persiapan. Persiapan atlet itu latihan ya kalau bisa kan tujuh, delapan bulan yang lalu dananya udah siap.”

Walaupun begitu, pemilik klub basket NBA Philadelphia 76ers dan investor utama klub sepak bola DC United ini mengatakan kontingen Indonesia tetap semangat dan akan berusaha yang terbaik. “Saya kemarin ketemu para atlet di sini, bahwa saya minta mereka fokus, jaga kondisi, berjuang yang terbaik. Kalau sampai gagal biar saya yang tanggung jawab sebagai Chef de Mission, karena memang tidak mudah ya persiapannya.”

Semangat dari kontingen Indonesia itu sendiri dengan ide pembuatan kaos bertuliskan history. “Mereka membikin kaos sendiri yang dibelakangnya ada tulisan history, maksudnya sejarah akan dibuat di sini (London),” ujar Erick Thohir.
XS
SM
MD
LG