Tautan-tautan Akses

Warga Ikuti Pemilu Kontroversial di Ukraina Timur


Separatis pro-Rusia menjaga TPS di kota Telmanovo, selatan Donetsk, Ukraina timur hari Minggu (2/11).

Separatis pro-Rusia menjaga TPS di kota Telmanovo, selatan Donetsk, Ukraina timur hari Minggu (2/11).

Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina Timur hari Minggu (2/11) menyelenggarakan pemilu kontroversial yang tidak diakui Ukraina dan Barat.

Kelompok separatis yang menguasai Luhansk dan Donetsk di Ukraina Timur menyelenggarakan pemilu untuk memilih anggota badan legislatif dan eksekutif di daerah-daerah yang mereka kuasai.

Sementara itu militer Ukraina mengatakan ada gerakan pasukan dan senjata yang “intensif” dari Rusia ke wilayah Ukraina Timur yang dikontrol separatis di mana pemilu sedang berlangsung, meski laporan itu belum bisa diverifikasi.

Beberapa kantor berita melaporkan adanya sejumlah truk militer yang tidak diberi tanda – beberapa diantaranya membawa senjata anti-pesawat terbang – menuju ke bandara yang sudah dikuasai pasukan pemerintah Ukraina di Donetsk, tetapi belum jelas apakah peralatan tempur itu sesuatu yang baru atau yang memang sudah ada di daerah yang dikuasai pemberontak tersebut.

Pemilu di Ukraina Timur itu hanya berselang satu minggu setelah diselenggarakannya pemilu parlemen di seluruh Ukraina, dimana para kandidat yang menghendaki kedekatan hubungan lebih baik dengan negara-negara Barat memenangkan banyak kursi di parlemen. Warga di Ukraina Timur tidak ikut dalam pemilu parlemen 26 Oktober itu.

PBB, Uni Eropa dan Amerika menyebut pemilu yang dilaksanakan oleh pemberontak Ukraina Timur itu ilegal, dengan mengatakan pemilu itu melanggar konstitusi Ukraina dan perjanjian gencatan senjata yang tercapai 5 September lalu antara kelompok separatis dan pemerintah Ukraina.

Rusia mengatakan akan mengakui hasil pemilu kontroversial itu. Namun pemimpin-pemimpin Uni Eropa telah mendesak Rusia untuk mengabaikan hasil pemilu itu.

Pejabat-pejabat Barat mengatakan pemilu itu akan semakin memperumit upaya mengakhiri krisis di Ukraina Timur, dimana pemberontak pro-Rusia ingin bergabung dengan negara itu. Gencatan senjata selama dua bulan terakhir masih tetap diwarnai dengan tembak-menembak setiap hari di beberapa bagian Ukraina Timur.

XS
SM
MD
LG