Tautan-tautan Akses

Warga Hong Kong Tuntut Demokrasi Penuh dari China


Ribuan warga Hong Kong berdemo di hari Tahun Baru untuk menuntut agar China membiarkan mereka memilih sendiri pemimpin wilayah mereka (1/1).

Ribuan warga Hong Kong berdemo di hari Tahun Baru untuk menuntut agar China membiarkan mereka memilih sendiri pemimpin wilayah mereka (1/1).

Ribuan warga Hong Kong berpartisipasi dalam pawai protes tahunan Hari Tahun Baru untuk menuntut agar China membiarkan mereka memilih para pemimpin mereka sendiri.

Polisi memperkirakan lebih dari 6.000 orang terlibat dalam pawai hari Rabu (1/1) yang dimulai dari Taman Victoria, namun pengelola pawai mengatakan lebih dari 10 ribu orang berpartisipasi.

Kota semi-otonom China itu akan mengadakan pemilu pada 2017, namun banyak yang mengkhawatirkan Beijing akan mengingkari janjinya untuk membiarkan pemilu yang bebas berlangsung.

Peter Tsui, salah seorang peserta pawai, mengungkapkan rasa frustrasinya atas campur tangan China terhadap bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997 itu. Ia mengatakan, setiap pemimpin Hong Kong yang ditunjuk Beijing tidak memuaskan, dan menurutnya warga Hong Kong harus memilih pemimpin mereka sendiri.

Saat ini, pemimpin tertinggi Hong Hong dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh sebuah komisi terdiri dari 1.200 anggota yang kebanyakan pro-China. Pemimpin Hong Kong saat ini, Leung Chun-ying, yang pemerintahannya dicemari skandal korupsi, dijadwalkan akan mengakhiri masa jabatannya pada 2017.

Beberapa pemrotes khawatir Beijing akan mempengaruhi peraturan pemilu untuk menghalangi kandidat pro-demokrasi mencalonkan diri untuk menggantikannya.
XS
SM
MD
LG