Tautan-tautan Akses

Warga Hispanik AS: Retorika Trump Dorong Mereka Pilih Clinton


Warga hispanik di AS kesal dengan Donald Trump (kiri) dan akan memilih Hillary Clinton, jika kedua kandidat Capres bertarung dalam pilpres AS nanti (foto: dok).

Warga hispanik di AS kesal dengan Donald Trump (kiri) dan akan memilih Hillary Clinton, jika kedua kandidat Capres bertarung dalam pilpres AS nanti (foto: dok).

Banyak warga AS keturunan Amerika Latin (hispanik) yang mengatakan mereka kesal dengan retorika anti-imigrasi Donald Trump dan akan memilih calon lain dalam pilpres mendatang.

Sewaktu pebisnis Donald Trump mendapat banyak dukungan untuk memenangkan nominasi calon presiden Partai Republik, banyak warga Amerika Latin yang mengatakan mereka kesal dengan retorika anti-imigrasi Trump dan akan memilih calon lain.

Saat dimulainya musim pemilu, warga Amerika keturunan El Salvador Rene Burgos dan istrinya – warga Amerika keturunan Meksiko Maria Elena Burgos – mengatakan mereka akan memilih kandidat terbaik yang mencerminkan nilai-nilai kristen mereka. “Seseorang yang lebih memiliki rasa belas kasih, lebih peduli pada orang”, ujar Rene Burgos.

Rene Burgos mengatakan keyakinannya sebagai warga Kristen membentuk apa yang dilakukan dan keputusan yang diambilnya, termasuk memilih presiden baru Amerika. Burgos dan istrinya mulai tertarik untuk memilih calon presiden Partai Republik sampai saat Trump mulai memenangkan beberapa pemilihan pendahuluan dan kaukus.

“Ketika saya mulai melihat perdebatan itu dan hasil-hasilnya, saya depresi. Saya merasa bukan ini yang saya inginkan, ujar Maria Elena Burgos.

Usul Trump untuk membangun dinding di perbatasan Amerika-Meksiko dan pernyataannya tentang imigran gelap dari Meksiko yang membawa narkoba, kejahatan, dan pemerkosa” dan lain-lain, padahal saya merasa kami orang baik-baik”, dan hal ini menimbulkan emosi yang kuat di antara banyak warga Amerika Latin.

“Saya marah, dan juga kecewa,” tambah Maria Elena Burgos, dan mengatakan “Amerika berasal dari banyak kebudayaan yang hidup bersama, jadi jika kita mulai membuat dinding pembatas, atau pemisah, atau memulangkan orang-orang, kita menghancurkan negara ini, kita bukan membangun negara ini”.

“Kami berupaya menjadikan negara ini besar. Kami melakukannya dengan bekerja keras dan bekerja secara jujur. Saya kira membangun dinding bukan cara yang baik untuk mengatasi isu ini,” tegas Rene Burgos.

Rene Burgos yang sekarang berkewarganegaraan Amerika, melarikan diri dari perang saudara di El Salvador dan datang ke Amerika sebagai imigran yang tidak memiliki dokumen resmi. Ia memperoleh amnesti dari pemerintah Reagan. Ia mengatakan berbeda dengan pandangan anti-imigran Trump, warga imigran Latin memberi dampak positif pada Amerika.

Konsultan politik Partai Republik Luis Alvarado mengatakan meskipun warga Amerika-Latin secara tradisional memilih Partai Demokrat, banyak warga Amerika Latin yang punya generasi pemilih baru yang masih belum menentukan pilihan. Ditambahkannya, keberhasilan Trump mungkin mendorong banyak warga Amerika Latin untuk mengambil sikap. “Mereka akan memilih Hillary Clinton bukan karena mendukung ide-ide atau kebijakannya, tetapi hanya untuk menghukum Trump”, ujar Alvarado.

Maria Elena Burgos menyetujui pandangan itu, jika harus memilih antara Trump dan Clinton, ia akan memilih Clinton. “Saya tidak setuju dengan kebijakannya, tetapi ini untuk menyelamatkan Amerika dari Trump”. [em/ii]

XS
SM
MD
LG